Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
mengingat gadis itu


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian, seorang perawat keluar dari dalam ruangan dan menanyakan keluarga dari pasien. Arif segera bangkit dari duduknya dan menghampiri sang perawat tersebut.


"Saya suster, bagaimana kondisi teman saya? " tanya arif cemas.


"Nanti biar dokter ahmad yg menjelaskan di dalam ya dek, silahkan ke dalam" jawab perawat tersebut lalu meminta arif untuk masuk ke dalam. Arif hanya mengangguk pasrah dan mengikuti sang perawat. Terlihat gadis tadi sedang tertidur lelap karena obat bius karena tadi saat sadar dia langsung mengamuk jadi dokter menyuntikkan obat penenang.


"Anda temannya gadis ini? " tanya dokter.


"Betul dok, bagaimana keadaan nya? " jawab arif.


"Pasien mengalami trauma berat dan juga ada tanda-tanda bekas pelecehan seksual, ada beberapa luka lebam di bagian tubuhnya, saya minta kamu untuk segera memberitahukan keluarga nya" ucap sang dokter menjelaskan kepada arif.


DEG....

__ADS_1


Hati arif sangat terkejut, benar dugaannya tadi ternyata gadis itu korban pelecehan, arif lalu menjelaskan kepada dokter kronologi dia bertemu dengan gadis tersebut, dokter menganggukkan kepala nya tanda mengerti lalu dia meminta arif untuk mencari keluarga gadis itu, arif merasa kebingungan karena dia sama sekali tidak mengenal gadis tersebut. Setelah dokter dan beberapa perawat keluar dari ruangan arif pun duduk di kursi yg ada di samping ranjang, dia terus saja memperhatikan wajah gadis itu. Arif merasa kasihan padanya dia yakin usianya sama dengan arif. Dia terus berusaha mengingat-ingat akhirnya dia pun ingat, gadis itu adalah salah satu langganan di pasar tempat ibunya berjualan, gadis itu sering ikut bersama dengan mami nya berbelanja, dia bukanlah gadis yg sombong, dia gadis yg baik akan tetapi entah siapa yg tega menyakitinya sampai separah itu.


"Aku harus menelpon ibu, ibu pasti tau alamat rumah nyonya itu" gumam arif lalu dia mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari nomer ibunya, setelah telpon tersambung dia pun menanyakan nomer keluarga gadis itu karena dulu ibunya pernah mengantarkan sayuran pesanan untuk keluarga si gadis, ibunya arif memberitahukan alamat nya, akan tetapi arif tidak memberitahukan kepada ibunya kejadian yg menimpa si gadis, dia membuat alasan kalau gadis itu hanya sakit biasa dan sedang di rumah sakit.


"Aku harus kesana sekarang" ucap arif setelah menutup telponnya. Dia lalu meminta tolong kepada salah satu perawat bahwa dia akan menemui keluarga si gadis, sang perawat mengangguk lalu menggantikan arif menjaga gadis itu.


Arif langsung menuju alamat yg ibunya sebutkan tadi, setelah sampai di sebuah komplek perumahan mewah arif bertemu oleh seorang satpam. Satpam itu memberhentikan arif lalu arif meminta izin untuk bertemu dengan nyonya sarah. Sang satpam langsung mempersilahkan arif untuk masuk. Arif lalu berhenti didepan rumah yg sangat mewah, dia lalu mengucapkan salam sambil menekan bel. Tak lama keluar seorang wanita yg tak beda jauh usianya dengan ibunya bernama mbak puji, mbak puji menghampiri arif dan bertanya.


"Apa betul ini rumah nyonya sarah? " tanya arif sopan,


"Iya betul, aden temannya nona cantika ya? " tanya mbak puji kembali.


Arif mengangguk lalu arif dipersilahkan untuk masuk ke dalam, mba puji mempersilahkan arif untuk duduk sementara dia memanggil sang nyonya. Tak lama nyonya sarah dan suaminya tuan dion keluar. Mereka berdua nampak keheranan melihat arif, tapi tak lama nyonya sarah mengenali wajah arif yg familiar.

__ADS_1


"Kamu anak ibu aminah kan? " tanya nyonya sarah.


"Betul nyonya" jawab arif sambil menundukkan kepalanya.


"Ada apa kamu kesini nak? " tanya nyonya kembali.


" begini nyonya, tuan, maaf sebelumnya kalau saya datang kesini membawa kabar kurang baik. " ucap arif sambil menatap dalam kearah dua orang tersebut. Nyonya sarah dan tuan dion saling tatap satu dengan yg lain, arif lalu menghela nafasnya dan mulai menceritakan semuanya. Nyonya sarah tampak shok mendengar penuturan arif, dia membekap mulutnya dan mulai menangis, lututnya terasa lemas mendengar kabar tentang putrinya. Hampir saja dia terjatuh namun tuan dion dengan sigap menangkap tubuh istrinya.


"Dimana cantika sekarang nak? " tanya nyonya sarah lirih.


"Di rumah sakit nyonya, mari saya antar" ucap arif.


Lalu nyonya sarah dan tuan dion segera pergi dari rumah mereka untuk melihat kondisi putrinya, arif di ajak tuan dion dengan mobil tetapi arif menolak karena arif membawa motor orang yg tadi ikut mengantarkan cantika ke rumah sakit. Tuan dion paham lalu mereka pergi dengan kendaraan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2