
HAPPY READING 🥰
Vita bergegas keluar dari Bandara, saat sedang berjalan dia melihat tante Amel sedang melambaikan tangan kepada seseorang, saat Vita melihat orang tersebut Vita sangat terkejut.
' punggung orang itu, apakah dia...? ' batin Vita dalam hati. Entah mengapa hatinya merasa berdebar kencang, dia seperti mengenali punggung lelaki itu. Akan tetapi dia merasa heran bagaimana bisa lelaki itu bersama dengan Cantika, keponakan tante Amel.
Vita pun termenung memikirkan apa yg dia lihat tadi di Bandara, rasanya tak mungkin jika itu Arif pikirnya, akan tetapi hatinya berkata bahwa itu adalah dia.
" Dorr!! " tiba-tiba Alin datang dan mengagetkan Vita.
" Astagfirullah, kamu ngagetin aku aja deh " gerutu Vita.
" jam segini udah bengong, nanti kesambet loh " ucap Alin sambil terkekeh. " ngelamunin apa sih? Ngelamunin mas Budi ya? " canda Alin sambil menoel noel punggung ku, aku terkekeh geli mendapat toelan dari Alin dan melemparkan pulpen ke arahnya.
__ADS_1
" lo kok tau sih kalau gw lagi mikirin sesuatu? " tanya Vita menyelidik.
" yaelah Vit, kita sahabatan udh lama masa gw gak tau tentang lo sih. Mikirin siapa sih kayaknya serius banget? " Alin berbalik bertanya kepada Vita, dia selalu menyadari kalau sahabat nya itu sedang memikirkan sesuatu.
" tadi di Bandara, gw liat Bu Amel lagi nganter keponakan nya pulang ke Jakarta, tapi ada yg bikin gw penasaran Lin " ucap Vita menggantung.
" memangnya ada apa sama keponakannya Bu Amel? Tanya Alin penasaran.
" bukan keponakannya yg bikin gw penasaran, tapi tunangan nya. " jawab Vita sambil melototkan matanya.
" gw belom selesai ngomong lu main potong aja, sakit tau" ucap Alin sambil meringis karena cubitan di tangannya.
" lagian lo punya otak ngawur banget, mana ada gw naksir tunangan orang." ucap Vita sambil memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
" terus kenapa? "Tanya Alin penasaran.
" tadi gw liat tunangannya itu mirip banget sama Arif. " jelas Vita.
" What the...? Lo serius? Lo liat mukanya? " tanya Alin terkejut.
" enggak sih, cuma gw liat punggung nya doang tapi gw yakin banget klo itu Arif. " ucap Vita yakin.
" ahh mungkin cuma mirip aja kali, atau Jangan-jangan lo lagi kangen ya sama Arif, perasaan dari kemarin lo ngebahas dia terus deh. " ejek Alin sambil tertawa mengejek.
Vita memanyunkan bibirnya kesal, dia berpikir mungkin yg dikatakan Alin benar bahwa mereka hanya mirip saja. Tapi entah kenapa hatinya sangat yakin kalau itu adalah Arif.
' apa iya aku merindukan nya? " gumam Vita dalam hati.
__ADS_1
" enggak lah, mas Budi mau gw kemanain coba." bohong Vita kepada Alin.
Alin terus saja menggoda Vita, mereka saling melempar bantal dan mengelitik satu sama lain sampai tertawa terbahak-bahak. para karyawan yg ada di bawah hanya menggelengkan kepala saja. mereka sudah terbiasa mendengar candaan dan tertawa bos mereka yg kadang sompral. saat mereka sedang asik bercerita bersama tiba-tiba ada yg datang menghampiri mereka dan memberitahukan sesuatu, mereka berdua saling pandang dan menatap heran siapa yg datang ke butiknya. karena penasaran mereka pun bangkit dari duduk dan mereka berdua pun langsung bergegas menuju lantai bawah.