
Saat ini hanya tinggal budi dan vita di dalam mobil, vita masih sesegukan, budi lalu menepikan mobilnya dan langsung memeluk vita, Vita kembali menangis, matanya bahkan sudah sangat sembab karena terus menangis sedari tadi. Budi memeluk vita sambil mengusap rambut vita.jujur dia merasa sakit melihat vita menangis seperti ini. Dia dapat merasakan bagaimana sakitnya hati vita. Budi menangkup kedua pipi vita lalu mengusap airmata nya. Vita hanya menundukkan kepala nya sambil sesegukan. Tiba-tiba budi mencium kening vita membuat vita memejamkan matanya. Dia menggenggam jemari budi yg masih menangkup kedua pipinya. Dia merasakan seperti ada desiran aneh di dalam dirinya, sebuah rasa yg membuat nya tenang dan damai. Budi lalu menyudahi kecupan nya dan menatap kedua mata vita.
"Berhentilah menangis, jujur hatiku sakit melihat nya" ucap budi lirih, bahkan matanya telah memerah. Vita yg melihat itu sangat terkejut. Dia tak menyangka budi begitu perduli padanya. Bahkan budi hampir menangis dan suara nya sedikit tersedak di kerongkongan nya.
"Mas budi... " ucap vita lirih
"Iya" jawab budi sambil menatap vita.
__ADS_1
"Apa benar yg arif bilang kalau mas budi pernah mencium vita? " tanya Vita sambil menatap kedua mata budi. Budi memejamkan matanya lalu kembali menatap Vita dengan tajam.
"Iya... " jawab budi singkat.
"Kapan mas? " tanya Vita dengan mata yg mulai berkaca-kaca.
"Kenapa mas lakuin itu sama aku? " tanya Vita dengan nada sedikit meninggi.
__ADS_1
"Karena saya sayang sama kamu" jawab budi jujur, lalu dia menyandarkan tubuhnya di jok mobilnya. Dia menatap lurus kedepan. Vita hanya memperhatikan budi sambil sesegukan, dia tidak pernah berpikir sebelumnya kalau budi akan menaruh perasaan yg dalam kepadanya, selama ini dia menganggap budi pelindungnya karena permintaan sang papa yg meminta budi untuk melindungi Vita. Akan tetapi ada perasaan lain yg di taruh oleh budi kepadanya.
"Mungkin nona berpikir saya ini pria yg konyol, pria yg tidak tau diri, seorang supir yg menaruh rasa sayang kepada anak majikan nya, saya sungguh kurang ajar nona, tapi saya jujur rasa ini tulus tidak dibuat-buat. Saya ingin melindungi nona setiap saat, membahagiakan nona dan memberikan apapun yg saya punya demi kebahagiaan nona, bahkan bila perlu nyawa pun akan saya berikan. " ucap budi menjelaskan sambil terus menatap ke depan. Vita sedari tadi hanya mendengarkan ucapan budi sambil memperhatikan wajah budi, dia tak berani berbicara apapun. Hatinya bingung entah harus bagaimana.
"Maafkan saya nona atas kelancangan saya" ucap budi kemudian. Lalu dia menyalakan mesin mobil kembali, tetapi tiba-tiba tangannya di tahan oleh Vita. Budi menoleh dan dia melihat Vita sedang menatap nya dengan tatapan yg sangat sendu,bahkan tatapan Vita tak bisa dia artikan. Vita sudah tak bisa menangis lagi dia lalu menghamburkan diri memeluk tubuh budi dan membuat budi terpaku, budi terdiam tak bisa berkata-kata saat Vita tiba-tiba memeluknya. Dia pun akhirnya membalas pelukan Vita, setelah beberapa lama mereka berpelukan akhirnya mereka melepaskan pelukan dan kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju hotel.
Di tempat lain, Nanda sangat puas karena melihat arif dan juga vita akhirnya putus, akhirnya rencananya berhasil, dia tau kalau malam itu vita akan menemui arif ke kafe, dia mendengar percakapan antara alin dan yuli di kantin tempo hari, saat itulah ide liciknya muncul untuk memisahkan hubungan arif dan vita, dia sangat senang bahkan sampai lompat-lompat di atas tempat tidurnya. Dia memegangi bibirnya yg tadi mencium arif, dia terbayang kembali adegan beraninya dan dia ingin mengulangi nya kembali, dia sangat yakin kalau sekarang arif akan menerima Nanda sebagai pacarnya. Nanda tersenyum puas, bahkan terlihat seperti orang yg tidak waras.
__ADS_1