Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Bab 47.


__ADS_3

Cantika sedang sibuk menyiapkan undangan pertunangannya dengan Arif di temani oleh Ibunya. Cantika tak lupa menyiapkan undangan untuk Vita dan Budi.


"Vita itu siapa sayang? " tanya Tante Sarah.


"Oh ini pemilik butik yg tempat Aku memesan gaun Mah, orang nya cantik deh baik lagi" jawab Cantika antusias. Lalu dia memotret undangan tersebut lalu mengirimkan nya ke nomer ponsel Vita yg dia dapat dari Tante Amel.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke ponsel milik Vita, Vita menatap heran karena nomer tersebut tidak ada di dalam kontak ponselnya. Dia lalu membuka pesan tersebut dan tertera sebuah undangan untuk nya dan juga Budi sebagai pasangannya.


Alin menghampiri Vita yg sedang menatap layar ponselnya sambil membawa kopi latte pesanan Vita.


"Lagi liat apa sih serius banget? " tanya Alin penasaran.


"Ini gue dapat undangan dari Cantika, dia dapat nomer gue darimana ya? Jawab Vita heran.


"Dari Bu Amel paling juga, kan dia tantenya Cantika" ujar Alin,


"Oh iya bener juga ya, hehe gue lupa" ucap Vita sambil menggaruk lehernya yg tak gatal.


"Terus lo mau datang kesana? " tanya Alin kembali. Vita mengangkat bahunya "Belum tau, gue nunggu Mas Budi pulang dulu, kira kira dia mau gak ya nemenin gue? Gue takut dia kecapean pulang dari Singapur" jawab Vita sambil meminum kopi latte nya.


"Coba aja tanyain dulu siapa tau dia mau, kan dia cinta mati banget sama lo, hihihi" ucap Alin sambil terkekeh, Vita melemparkan pulpen ke arah Alin sambil cemberut membuat Alin makin terkekeh.


"Permisi Bu Alin, ada yg cari Ibu di bawah" ucap salah satu karyawan butik.

__ADS_1


"Siapa? Tumben banget ada yg nyariin gue? " tanyanya kepada Vita tapi Vita hanya mengangkat bahunya saja. Akhirnya Alin turun ke bawah dan ternyata yg mencarinya adalah Randi. Alin tertegun melihat kedatangan Randi ke tempat nya.


"Assalamu'alaikum Lin, Aku ganggu kamu ya? " sapa Randi menghampiri Alin, Alin tampak gelagapan saat Randi menghampiri nya, sedangkan Vita hanya tersenyum sambil mengintip dari tangga atas.


"Wa'alaikumussalam, ngga terlalu sih, kamu kesini kok ngga ngabarin aku? " tanya Alin setengah gugup karena ini kesekian kalinya dia bertemu dengan Randi tapi kali ini hatinya berdebar kencang entah karena apa.


"Iya tadi abis ketemu klien sekalian mampir kesini, apa aku mengganggu? " jawab Randi sambil menatap Alin yg menundukkan kepala tidak berani menatap Randi, Vita kemudian turun ke bawah lalu dia sengaja berdehem membuat Alin terkejut.


"Ngga ganggu kok Kak Randi, Alin lagi free kok" jawab Vita tiba-tiba, Alin menoleh ke arah Vita dan memelototi Vita, Vita hanya nyengir sambil menyenggol bahu Alin.


Randi sangat senang lalu dia segera mengutarakan niatnya "sebenarnya aku ingin mengajakmu makan siang, apakah kamu bersedia? " tanya Randi penuh harap, Vita memberikan kode kepada Alin agar dia mau menerima ajakan Randi, Alin sebenarnya malas karena dia merasa gugup tapi Vita seolah memaksanya untuk pergi.


"Jalanin aja dulu, emang lo mau ngejomblo seumur hidup? " bisik Vita di samping Alin, Alin mencubit lengan Vita sampai Vita meringis, lalu dia tersenyum ke arah Randi sambil malu malu.


"Iya aku mau" jawab Alin akhirnya membuat Randi bernafas lega, akhirnya Alin dan Randi pergi keluar untuk makan siang bersama, Vita sangat senang akhirnya ada pria yg mau mendekati sahabat nya itu.


Budi : Assalamu'alaikum Sayang.


Vita : Wa'alaikumussalam Mas, Kamu lagi apa? Lagi sibuk gak?.


Budi : Enggak kok, baru beres meeting, kenapa Sayang?.


Vita : Aku dapat undangan pertunangan customer Aku Mas di Jakarta, Kamu mau nemenin Aku gak soalnya harus bawa pasangan.


Budi : Insya Allah Aku bisa nemenin Kamu, nanti malam Aku terbang ke Surabaya.

__ADS_1


Vita : Hah serius Mas? Kok cepet sih?


Budi : Iya masalah nya udah beres, emang Kamu gak kangen sama Aku?


Vita : Kangen lah masa ngga sih, yaudah nanti kabarin ya kalau Mas udah mau pulang.


Budi : Iya Sayang, Love you More.


Vita : Love you too Darling, Muahhh.


Vita pun menutup telponnya dan berjingkrak senang karena Budi akan pulang, Yuli baru saja tiba di butik melihat Vita berjingkrak merasa heran.


"Cie lo kenapa Vit, lompat lompat udah kayak kodok? " tanya Yuli sambil terkekeh.


"Laki gue pulang malam ini? " jawab Vita sambil tersenyum senang.


"Cie udah ganti sebutan ya sekarang, hehehe kayaknya bentar lagi ada yg naik ke pelaminan nih? " ledek Yuli sambil mengangkat alisnya.


"Aamiin do'ain aja, sekalian do'ain temen kita satu lagi yg lagi ngedate Yul, hihi" ucap Vita sambil terkekeh.


"Hah ngedate, siapa? Si Alin? " tanya Yuli membelalakan matanya.


"Iya siapa lagi, tadi Kak Randi kesini nge jemput dia ngajak makan siang" jawab Vita bersemangat.


"Wah bagus kalau begitu, sebentar lagi 2 sahabat gue sold out tinggal gue nih yg belum" ucap Yuli dengan raut muka yg sedih.

__ADS_1


"Sabar ya, gue yakin sebentar lagi bakal ada pangeran yg datang untuk meminang sahabat gue yg somplak ini" ujar Vita sambil merangkul bahu Yuli, ucapan Vita membuat Yuli melotot lalu memukul lengan Vita, Vita terkekeh melihat Yuli yg cemberut.


__ADS_2