Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Mengamuk


__ADS_3

Sesampainya mereka di Rumah Sakit, tuan Dion dan juga nyonya Sarah langsung di tuntun oleh Arif menuju ruangan dimana Cantika di rawat, saat nyonya Sarah melihat putrinya dia langsung memeluk putrinya sambil menangis melihat kondisi putrinya yg sangat memperihatinkan. Tuan Dion merasa geram, dia tidak menyangka ada orang yg tega menyakiti putrinya itu. Tuan Dion lalu keluar dari ruangan dan menelpon seseorang. Arif yg sedari tadi hanya diam sambil memperhatikan keluarga tersebut, ada rasa iba di hatinya saat melihat kondisi Cantika yg ternyata mereka seusia, cuma mereka beda kelas saja.


Setelah selesai menelpon, Tuan Dion lalu menghampiri Arif, dia menepuk pundak Arif dan menatap Arif intens.


" saya sangat berterima kasih kepada mu nak, jika bukan karena kamu menolong Cantika mungkin saat ini Cantika.... " ucap tuan Dion menggantung, dia tidak bisa membayangkan jika anaknya telat di temukan, seketika tuan Dion meneteskan airmata, dia merasa tidak kuat melihat kejadian tragis yg menimpa putri semata wayangnya itu.


" saya turut prihatin tuan, semoga masalah ini segera terpecahkan " ucap Arif memberikan semangat untuk tuan Dion, tuan Dion hanya mengangguk sambil mengusap kedua matanya lalu dia menghampiri sang istri yg tengah memeluk Cantika yg duduk diam mematung, pandangannya kosong, dia tak berbicara sedikitpun karena saat ini Cantika sedang mengalami trauma yg berat.

__ADS_1


Arif meminta izin untuk pulang karena besok pagi dia harus sekolah, kedua orang tua itu mengucapkan banyak Terima kasih kepada Arif, tadinya tuan Dion ingin memberikan sejumlah uang kepada Arif akan tetapi Arif segera menolak nya. Dia berjanji akan mengunjungi Cantika kembali saat pulang sekolah nanti. Tuan Dion sangat bersyukur karena Cantika di pertemukan dengan lelaki sebaik Arif, tuan Dion berharap jika Arif mau menerima Cantika kalau nanti ada kejadian yg diluar keinginannya.


Arif pun segera pulang ke rumah, dia langsung membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Sedari tadi dia terus saja memikirkan Cantika, entah mengapa dia merasa tidak tega, dia merasa ingin melindungi Cantika. Hingga akhirnya rasa kantuk menyerang dan dia pun tertidur pulas.


Esoknya....


Arif sedang menyetir motor nya, dia hari ini akan ke rumah sakit untuk menjenguk Cantika, dia sudah izin kepada ibunya kalau hari ini Arif tidak membantu ibunya di pasar, tetapi dia akan menjenguk Cantika, ibunya hanya mengiyakan karena Cantika anak yg baik.

__ADS_1


" nak, Cantika sedari tadi mengamuk. Tolong tenangkan dia.. Saya mohon" ucap nyonya Sarah memohon kepada Arif. Arif yg masih kebingungan lalu menghampiri Cantika, dia awalnya merasa takut karena sebelumnya Cantika juga mengamuk saat pertama kali melihat Arif. Saat Arif sudah berada tepat di depan Cantika tiba-tiba saja Cantika berhambur memeluk Arif. seketika Arif termangu, dia tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Cantika menangis sesegukan sambil memeluk Arif, Arif awalnya ragu lalu melirik ke arah nyonya Sarah,nyonya Sarah menganggukan kepala lalu Arif pun membalas memeluk sambil mengusap kepala Cantika.


" aku takut... " ucap Cantika sambil bergetar.


" tak apa, ada aku disini. Aku akan menjagamu. " ucap Arif lembut.


"Apa kamu sudah makan? " tanya Arif kemudian.

__ADS_1


Cantika menggelengkan kepala nya, Arif tersenyum lalu memapah Cantika ke tempat tidur.


" sekarang makan ya, aku suapin " ucap Arif selembut mungkin, Cantika mengangguk dan mulai membuka mulutnya, dia tak melawan dan menurut kepada setiap ucapan Arif. Nyonya Sarah yg melihat itu tersenyum lega, dia lega melihat putrinya tak mengamuk seperti tadi. Dia berharap Arif mau membantunya sampai Cantika sembuh dan berjanji di dalam hatinya akan membalas kebaikan Arif terhadap keluarga nya.


__ADS_2