
Pagi harinya.....
Semua sudah berkumpul di meja makan, mereka semua sedang menikmati sarapan, Vita duduk sambil diam-diam melirik kearah Yudi, entah kenapa dia terus saja terbayang-bayang kejadian tadi malam,entah mengapa wajah tampan Yudi selalu mengusik pikiran nya.bahkan dia sampai melupakan kotak pemberian arif yg hilang.
"Yud, nanti kamu temani Vita belanja keperluan sekolah ya, saya sama istri saya mau menghadiri undangan dari kolega saya" titah om adnan, Vita yg mendengar itu langsung melotot ke arah papanya.
"Loh kok papa gak bilang Vita dulu sih? " sahut Vita sambil cemberut. Budi yg melihat raut wajah Vita terkekeh kecil.
"Loh memangnya kenapa? Biasanya juga kamu kemana-mana di antar budi, sudah tidak ada bantahan. Lusa kamu sudah mulai bersekolah jadi harus disiapkan dengan matang" perintah om adnan. Vita menghela nafasnya dengan kasar. Bukan dia tak ingin di antar oleh budi, tetapi dia masih merasa gugup jika berdekatan dengan budi. Entah mengapa Vita pun tak mengerti. Padahal saat pertama bertemu Vita merasa biasa saja.
"Yaudah terserah papa saja, Vita bisa apa atuh melawan pun tak bisa" jawab Vita ketus. Tante rina hanya senyum-senyum melihat tingkah anak nya itu.
"Sudah sana siap-siap, budi tante titip Vita ya" ujar tante rina.
"Baik nyonya" jawab budi. Selepas sarapan budi langsung keluar untuk memanaskan mesin mobil, dalam hatinya bersenandung senang karena dia akan menghabiskan waktu berdua dengan Vita, meskipun hanya sebatas supir dan majikan tetapi budi senang jika terus berdekatan dengan Vita.
Hari ini Vita akan berbelanja banyak, mulai dari seragam, tas, sepatu, buku, dll nya juga. Dia tidak ingin mempermalukan dirinya jika ada sesuatu barang yg tertinggal meskipun hanya sebuah pulpen, malu lah masa pinjam ke teman😅.
Vita berpakaian sederhana hari ini, dia menggunakan celana jeans navy dan atasan kemeja warna senada yg dilipat sampai siku, tak lupa dia menguncir rambutnya agar tidak berantakan. Tak lupa sepatu skate warna putih andalan dia jika pergi ke mall.
Budi sudah menunggu di teras, saat melihat Vita keluar rumah dia langsung membukakan pintu mobil untuk Vita, Vita berpamitan kepada kedua orang tua nya lalu segera masuk ke dalam mobil. Budi fokus menyetir sedangkan Vita asik mengirimkan pesan kepada kedua sahabat nya.
__ADS_1
Vita : guys gawat!!
Alin : kenapa Vit?
Vita : kotak hadiah yg dari arif hilang
Alin : loh gimana bisa hilang?
Yuli : lo jatuhin ga?
Vita : enggak kok, gue taro tas tapi semalam gue obrak abrik gak ada, aneh deh.
Alin ; kok bisa ya?
Vita : gak ada serius, gue udh bongkar semua sampe kamar gue kayak kapal pecah tapi tetep gak ketemu.
Alin : lo dah bilang ke arif?
Vita : gue ga berani lin.
Alin : kenapa?
__ADS_1
Yuli : dodol deh si alin, ya takut arif ngamuk lah say.
Alin : ya kali dia ngamuk, kan bukan sengaja di hilangkan.
Vita : nanti gue ngomong tapi gak sekarang, gue masih takut.
Alin : terus kalo dia ngehubungin lo gimana?
Vita : sementara gue menghindari dia dulu deh, sampe kotak nya ketemu.
Yuli : gue doakan semoga cepet ketemu ya.
Vita : aamiin.
Alin : aamiin, semangat Vita💪
Vita tersenyum sambil menatap ponselnya, dia sangat bersyukur mempunyai 2 sahabat yg selalu ada untuk nya. Vita memasukkan ponselnya kedalam tas, lalu bertanya kepada budi.
"Mas, kita belanja nya di mall kemarin? "
"Tidak nona" jawab budi
__ADS_1
"Lalu dimana? Apa tempat lain? " tanya Vita heran.
"Ada nona, nanti juga nona akan tahu" jawab budi sedikit dibuat misterius. Vita hanya ber oh ria saja, dia tak ingin ambil pusing dan dia percaya saja dengan budi karna budi lebih tau kota itu karena budi lahir dan besar disana.