
HAPPY READING 🥰
.
.
Pagi harinya, Alin sudah menyiapkan sarapan untuknya dan juga Yuli. Yuli baru saja selesai mandi dan berjalan menuju ruang tengah, dia mencium bau masakan dan seketika perutnya langsung keroncongan.
"Hmmm... Baunya enak banget nih! Ngga nyangka ya lo pinter masak. " ucap Yuli sambil duduk di meja makan.
"Ya mau gimana lagi, wanita itu harus bisa masak biar nanti kalau sudah menikah bisa manjain suaminya." Ujar Alin sambil menyendok nasi.
Mereka pun makan dengan khidmat, Yuli sangat menikmati masakan sahabat nya itu, dia sampai menggelengkan kepala kekiri dan kekanan saking nikmatnya, sementara Alin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya merasa lucu dengan tingkah Yuli.
Selesai makan mereka berdua bersiap untuk pergi ke butik, saat mereka berdua keluar rumah tiba-tiba sebuah mobil sudah terparkir di halaman kosan.
'Loh ini bukannya mobil.... 'Ucap Alin dalam hati.
Yg punya mobil langsung keluar saat melihat Alin dan Yuli keluar dari kosan, Yuli menyenggol bahu Alin yg sedari tadi terdiam mematung.
"Selamat pagi! " sapa Randi kepada mereka berdua.
"Pagi, ada angin apa mas Randi pagi-pagi sudah disini? " tanya Yuli menyelidik.
__ADS_1
"Hmm itu, mobil kalian kan masih di bengkel, jadi saya sengaja kesini buat jemput kalian." jawabnya setengah kikuk.
Yuli terkekeh lalu kembali menyenggol bahu Alin, seketika Alin tersadar dari lamunannya.
"Kenapa mesti repot-repot mas?kita berdua kan bisa naik taxi. " ucap Alin merasa sedikit sungkan.
"Tidak apa-apa kok. Ayo kalian mau kemana? Saya antar! " ujarnya lalu berjalan menuju mobilnya. Yuli nyelonong mengikuti langkah Randi tapi tiba-tiba tangan Alin menahannya. Yuli menatap Alin bingung, Alin menggelengkan kepalanya kepada Yuli agar Yuli paham maksudnya.
"Ayo, jangan sungkan. " ujar Randi sambil menurunkan kaca mobilnya.
"Ayolah Lin! Kali ini doang kok. Klo mobil lo dah beres juga ngga bakal kita numpang lagi sama dia. " bisik Yuli kepada Alin. Alin pun hanya menghela nafas lalu dia ikut masuk ke dalam mobil.
"Kalian mau kemana? " tanya Randi.
"Ohh kalian pemilik butik itu? " tanya Randi kembali.
"Tidak, kami hanya bekerja disana. Yg punya sahabat kami. " jawab Alin kembali. Randi hanya manggut-manggut mendengar penuturan dari Alin, Yuli sedari tadi sibuk memainkan HP nya sesekali melihat sekilas ke arah Alin dan juga Randi.
'Mereka ini cocok, semoga saja mereka berjodoh. Semangat ya mas Randi semoga kamu bisa meluluhkan hati nya Alin. ' bisik Yuli dalam hati, entah mengapa dia merasa kalau Randi menyukai Alin, hanya saja Alin terlalu dingin dan cuek.
Akhirnya mereka berdua tiba di butik, Yuli dan Alin langsung turun dari dalam mobil.
"Makasih ya sudah mengantarkan kita berdua. " ucap Yuli kepada Randi.
__ADS_1
"Iya sama-sama, saya pamit ya." ujar Randi sambil tersenyum ke arah Alin, Alin hanya membalas dengan senyuman lalu mobil Randi pun melesat pergi, mereka pun langsung masuk ke dalam butik dan ternyata Vita sudah berada di dalam sedang memperhatikan mereka berdua.
Saat mobil mereka tiba di parkiran butik, Vita yg baru selesai menelpon Budi merasa penasaran saat melihat kedua sahabat nya keluar dari dalam mobil tersebut.
"Kalian tadi di antar siapa? Mobil lo kemana Lin? "tanya Vita penasaran.
"Mobilnya Alin mogok semalam, terus yg tadi itu calon gebetannya Alin, Vit. " jawab Yuli sambil terkekeh.
"Hah? Serius?! " tanya Vita sambil membekap mulutnya.
"Apaan sih? Ngaco lo ahh! Bukan Vit. Dia itu yg semalam nolongin kita berdua, terus tadi tiba-tiba dia ada depan kosan gw kata nya mau nganterin kita berdua. Awalnya gw nolak tapi tuh nenek gayung nyelonong aja masuk dalam mobil. " jawab Alin menjelaskan sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Wah bener kata Yuli, calon gebetan lo Lin. " ujar Vita sambil tersenyum nakal kepada Yuli, Yuli pun membalas senyuman Vita membuat Alin menepuk keningnya, Alin pun memonyongkan bibirnya karena kesal di ledekin sama Yuli dan Vita.
"Bodo ah! Gw belum mikirin soal gebetan. Yg gw pikirin tuh pesanan yg numpuk. Bye.. " timpal Alin lalu dia beranjak menuju ruang desain.
"Cie ngambek, nti keriput loh terus mas Randi ngga mau deh, hahaha." ledek Yuli sambil tertawa.
"Ohh namanya Randi toh. " tanya Alin sambil menutup mulutnya.
"Tau ahh lo berdua samanya, sama-sama nenek gayung rese. " seru Alin setengah emosi membuat kedua sahabat nya saling melempar tawa.
"Udah kesian jangan di ledekin terus, nanti dia ngambek bisa-bisa pesanan gw di cansel ama dia lagi." ucap Vita. Yuli masih asik tertawa kemudian dia mengambil air yg ada di meja dan meneguk nya karena dia tertawa sampai terbatuk-batuk.
__ADS_1
Vita dan Alin hanya menggelengkan kepala saja, begitu juga dengan 2 karyawan Vita yg lain,kemudian mereka kembali fokus mengerjakan beberapa pesanan yg sudah di tunggu oleh pelanggan.