Menikahi Mantan Supirku

Menikahi Mantan Supirku
Keceplosan


__ADS_3

Sepulang dari sekolah alin sudah menunggu arif di depan aula sekolah, saat alin melihat arif yg sedang berada di parkiran motor alin segera berlari menghampiri arif dan menarik tangan arif menuju ke tempat yg agak sepi, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yg memandang mereka dengan tatapan yg tajam.


"Mau apa mereka" batin seseorang.


Arif menghempaskan tangan alin dengan sedikit kasar, alin yg melihat perubahan sikap arif nampak heran, seperti ada yg berbeda dengannya.


"Rif lo kenapa dah? Gue perhatiin sepulang dari surabaya lo berubah total deh" tanya alin menyelidik.


Arif memutar bola matanya dengan malas, "emangnya kenapa klo gue berubah, itu semua karena sahabat lo" jawab arif sinis.


"Sahabat gue? Maksud lo vita? Emang dia kenapa? " desak alin penasaran.


"Tau ahh males gue ngebahas ini, mending lo tanya langsung aja sama sahabat lo itu" jawab arif ketus lalu dia segera pergi meninggalkan alin yg masih terbengong.


"Woi lo mau kemana? Gue belum selesai ngomong Rif, ariiifffff....!!!! " teriak alin karena arif pergi begitu saja, alin merasa ada sesuatu yg terjadi saat arif ke surabaya, entah apa itu dia tidak bisa menerka-nerka.

__ADS_1


"Vita lo kemana sih? Gue mau ngehubungin lo susah banget, ada apa sebenarnya? " gumam alin sambil menggaruk lehernya kesal.


"Ohhh ternyata mereka sedang bertengkar, bagus deh gue bisa langsung ngejalanin rencana gue" gumam seseorang di balik tembok.


Di surabaya....


Hari ini vita sudah boleh pulang dari rumah sakit, kondisinya juga sudah stabil tekanan darah nya sudah normal, tante rina dan juga om adnan sedang bersiap-siap untuk membawa vita pulang ke rumah,


Budi tiba di rumah sakit dan langsung memarkirkan mobilnya di depan lobby agar memudahkan vita masuk ke dalam mobil. Dia menyambut kedatangan vita di lobby dengan senyum yg menawan, dia sangat senang karena vita sudah sehat kembali dan lusa dia sudah bisa bersekolah lagi. Budi membukakan pintu mobil untuk vita dan juga tante rina,


"Ada apa dengan hatiku? " tanya vita dalam diam, tetapi pipinya terlihat memerah menahan debaran jantungnya. Tante rina yg melihat wajah vita memerah merasa heran, "sayang kamu gapapa? " tanya tante rina sambil mengernyitkan dahinya.


"Gapapa kok mah, emangnya kenapa mah? " tanya vita heran.


"Itu muka kamu kok agak merah gitu ya, tapi gak panas kok keningnya" ucap tante rina heran sambil menempelkan punggung tangan nya di kening vita.

__ADS_1


"Ahh mama, aku gapapa kok" jawab vita agak gugup. Dia tak ingin sang mama tahu kalau saat ini dia tengah tersipu oleh perlakuan budi tadi. "Ohh mama kira kamu sakit lagi, yasudah kalau begitu, budi ayo kita pulang" seru tante rina kepada budi karena sejak tadi budi belum menyalahkan mesin mobil nya karena mendengar percakapan ibu dan anak tadi dia takut kalau vita sakit lagi.


"Baik tante" ucap budi keceplosan. Vita yg mendengar itu mengernyitkan dahinya menatap budi heran, kok dia memanggil mamanya dengan sebutan tante biasanya budi selalu memanggilnya nyonya. Vita membuang nafasnya perlahan lalu dia menengok ke arah jendela, melihat pemandangan gedung-gedung diluar sana. Beberapa hari di rumah sakit ternyata sangat membosankan baginya.


Akhirnya mereka tiba di rumah, si mbok merasa sangat senang melihat vita sudah sehat kembali. vita langsung di bawa ke kamar oleh tante rina, sedangkan om adnan dan juga budi langsung menuju kantor karena akan ada meeting penting. Budi yg sedari tadi diam kemudian mulai angkat bicara kepada om adnan.


"Maaf om tadi saya keceplosan" ucap budi merasa tak enak.


"Gapapa budi" sahut om adnan.


"Om mau sampai kapan menyembunyikan identitas saya kepada vita, saya takut nanti vita tau dari orang lain dan dia akan marah sama saya dan juga om dan tante" ucap budi sambil terus fokus menyetir,


"Masih belum sekarang budi,tunggu vita dan arif putus dulu" ucap om adnan sambil menghela nafas berat. jujur budi tadi merasa canggung saat dia keceplosan di depan vita, apalagi dia bisa melihat dari kaca spion raut wajah vita berubah saat budi memanggil mamanya dengan panggilan yg berbeda dari biasa nya. Untungnya vita tak langsung menyeletukinya saat itu dan vita hanya memilih diam dan melihat pemandangan luar saja. Tapi dalam hati budi merasa tak enak, dia bertekad akan memberitahukan identitas aslinya kepada vita suatu hari nanti.


"Kenapa om ingin mereka putus? Bukan nya mereka sudah lama berpacaran? " tanya budi heran.

__ADS_1


"Entahlah, saya tak yakin arif bisa membahagiakan vita, dia masih terlalu muda, dan lama-lama berpacaran sebenarnya tak baik meskipun dia belum pernah melakukan hal-hal yg senonoh terhadap vita akan tetapi saya tetap harus mempertimbangkan hubungan mereka. Karena kita belum tahu pasti masa depan anak itu nanti seperti apa" jelas om adnan. Budi hanya mengangguk anggukan kepala saja, dia tak ingin ikut campur urusan om adnan dan juga vita.


__ADS_2