
Belum sempat vita menjawab tiba-tiba mobil budi datang, Vita tersenyum lega karena dia bisa segera terbebas dari aldo. Budi yg melihat vita sedang berdiri dengan laki-laki merasa sedikit kesal, tetapi dia melihat raut wajah vita yg tampak tidak senang.
"Mas kok lama banget? " tanya vita, dia langsung mengapit lengan budi membuat budi mengernyitkan dahinya heran. Tetapi seketika dia mengerti.
"Maaf tadi macet didepan sana, ada kecelakaan." jawab budi sambil berpura-pura membalas pegangan tangan vita. Aldo yg melihat itu kesal karena dia berpikir kalau vita sudah punya pacar.
"Kak aku duluan ya" seru vita, tanpa menunggu jawaban dari Aldo dia langsung menarik tangan budi dan masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil vita menghembuskan nafasnya panjang, dia merasa lega karena budi menjadi penyelamat dirinya.
"Nona kenapa? Apa pria tadi mengganggu nona? " tanya budi sambil menyetir mobil.
__ADS_1
"Iya sedikit, aku risih mas baru kenal tapi udah sok dekat" jawab vita. "Maaf ya mas tadi aku pura-pura didepan dia.... " kata vita lagi setengah grogi.
"Iya gapapa nona, saya senang membantu nona, sudah menjadi tugas saya menjaga dan melindungi nona dari bahaya apapun" jelas budi panjang lebar. Vita yg mendengar itu merasa terharu. Padahal tadi lagi dia masih merasa kesal karena candaan papanya, tetapi sekarang rasa kesal itu sudah hilang berganti dengan rasa kagum.
Budi teringat dia ingin menyelesaikan persoalan tadi pagi, lalu dia menepikan mobilnya membuat vita menatap nya dengan heran.
Budi menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan lalu menatap vita dengan dalam.
"Saya ingin minta maaf kepada nona, karena candaan tuan adnan tadi pagi membuat nona kesal, saya tidak ada niatan lebih nona, mohon nona jangan salah paham dengan saya" kata budi dengan wajah yg serius,
__ADS_1
Vita terkejut, bagaimana mungkin budi tau tentang isi hatinya, bahkan dia tau kalau tadi pagi vita sangat kesal, dia merasa kikuk tidak bisa berkata apapun, dia merasa tidak enak dengan budi apalagi mendengar penuturan budi membuat hatinya terenyuh.
"Gapapa kok mas aku gak marah sama mas, aku cuma kesal sama papa tapi tidak sama mas budi, aku juga ngga pernah berpikir yg macam-macam tentang mas budi kok, maafin vita ya klo tadi pagi muka vita di tekuk" jelas vita panjang lebar. Dia pun merasa tidak enak hati kepada budi atas sikap nya tadi pagi, dia takut budi marah dan mengundurkan diri sedang vita sudah mulai nyaman bersama dengan budi, Vita merasa ada sosok yg selalu ada untuk nya disaat dia butuhkan.
"Alhamdulillah, saya bersyukur nona tidak marah dengan saya, baiklah kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan" ucap budi lalu dia mulai menjalankan mobilnya kembali, dia senang karena kesalahan pahaman diantara mereka sudah selesai. Setelah mengantarkan vita ke rumah budi pun pamit undur diri karena dia harus kembali ke kantor nya om adnan.
"akhirnya masalah ku dengan nona sudah beres, lagian om adnan juga sih pake keceplosan untung vita gak nanya macem-macem" gumam budi sambil menyetir.
*loh- loh kok budi manggilnya om ya? biasanya manggilnya tuan, atau jangan-jangan.... wah mimin penasaran deh🤭
__ADS_1