
HAPPY READINGš„°
Sore harinya, Vita sedang sibuk merancang gaun bertema batik, dia sangat fokus sampai-sampai dia tidak sadar ada sosok yg sedang tersenyum sambil menatap ke arahnya. Saat Vita berdiri sambil memperhatikan detail gaunnya tiba-tiba ada yg memeluk nya dari belakang.
"Astagfirullah! Mas Budi... " seru Vita karena terkejut. Budi hanya terkekeh sambil menyandarkan dagunya di bahu Vita.
" kamu kapan datang mas? " tanya Vita sambil mengusap pipi Budi.
" sudah lama, tapi kamu nya saja yg tidak sadar" jawab Budi lalu membalikkan tubuh Vita agar mereka berdua saling berhadapan. Vita yg di tatap oleh Budi seketika menjadi gugup. Meskipun mereka sudah lama berpacaran tetapi Vita masih saja selalu gugup jika beradu pandang dengan Budi.
" maaf ya mas, kerjaan aku lagi banyak banget, jadi aku fokus ke kerjaan " ucap Vita sambil tersenyum menampilkan giginya yg putih dan rapih. Budi mengelus poni rambut Vita lalu mengecup dahinya sekilas. Setelah itu dia menuntut Vita untuk duduk ke salah satu sofa. Vita menatap Budi dengan bingung, karena tidak biasanya Budi bertingkah seperti itu.
" mas, ada apa? Kok seperti mas murung? " tanya Vita sambil menatap Budi keheranan. Budi menarik nafas dalam dan mengeluarkan perlahan.
" lusa mas akan berangkat ke Singapura " jawab Budi dengan wajah murung.
" ada apa memangnya mas? " tanya Vita kembali.
__ADS_1
" ada sedikit masalah di perusahaan yg disana, om adnan meminta aku untuk pergi menanganinya langsung " jawab Budi sambil bersandar di sofa.
Vita terkekeh, Budi yg melihat Vita terkekeh mengerutkan dahinya heran.
" kok kamu ketawa sih sayang? " tanya Budi heran.
" gimana aku gak ketawa, aku tahu kok pasti mas tiba-tiba manja begini karena mas gak mau jauh dari aku kan? " ejek Vita kepada Budi. Budi memanyunkan bibirnya kesal karena di ejek oleh Vita, Vita lalu menarik tangan Budi dan mengecup punggung tangannya.
" pergilah mas, aku gak akan kemana-mana kok. Lagipula mas gak lama kan disana? " ucap Vita sambil menatap mata Budi.
" tidak bisa mas, pesanan sedang banyak sekali. Kasihan Alin kalau aku tinggal." tolak Vita dengan lembut karena memang pesanan nya sedang banyak dan waktunya mepet semua. Budi menghela nafasnya kasar, Vita sangat mengerti perasaan Budi akan tetapi dia tidak bisa pergi menemaninya ke Singapura.
" iya sudah tidak apa-apa, tapi kamu jangan nakal ya. Jangan berpaling juga dari aku "rengek Budi seperti seorang anak kecil. Vita tertawa mendengar permintaan kekasihnya itu, dia merasa lucu dengan perkataan Budi yg terdengar ambigu. Vita lalu memeluk tubuh Budi dan membisikkan sesuatu di telinganya.
" aku sudah punya kamu mas, itu sudah cukup " ucap Vita.
Budi tersenyum senang dan memeluk Vita dengan erat, sampai Vita menggoyahkan tubuhnya yg hampir kehabisan nafas. Budi lalu melepaskan pelukan nya hendak mencium Vita tetapi di tahan oleh Vita.
__ADS_1
" jangan mas, belum muhrim " ucap Vita tersipu malu. Budi yg mendapat penolakan dari Vita hanya menggaruk belakang lehernya yg tak gatal. Vita lalu izin untuk melanjutkan membuat gaunnya, Budi mengangguk dan menunggu Vita sambil memainkan ponselnya.
Sementara di tempat lain, Cantika sedang mengirimkan chat kepada Arif, dia meminta Arif untuk datang menjemputnya di Surabaya. Awalnya Arif merasa ragu, tapi kemudian dia mengiyakan permintaan calon tunangan nya tersebut. Arif pun kemudian meminta izin kepada Sofyan untuk cuti beberapa hari. Sofyan pun mengizinkan Arif karena dia sudah sangat percaya dengan Arif.
Keesokan harinya Arif segera terbang menuju Surabaya, setelah beberapa jam akhirnya dia mendarat dan disana sudah ada Cantika dan juga tante Amel yg datang menjemputnya. Cantika langsung berlari saat melihat Arif dan memeluknya, senyum nya mengembang karena kekasih hatinya telah datang ke Surabaya.
" Assalamu'alaikum tante. "Sapa Arif kepada tante Amel sambil mencium tangannya.
" Wa'alaikumussalam, apa kabar nak Arif? "Tanya tante Amel kepada Arif.
" Alhamdulillah baik tante, tante sendiri sehat kan? " jawab Arif lalu dia menanyakan kembali kabar tante Amel.
" Alhamdulillah seperti yg kamu lihat, tante sangat sehat sampai megar begini" ucap tante Amel sambil bercanda, semua nya tertawa terkekeh mendengar ucapan tante Amel.
Mereka lalu segera bergegas untuk pulang ke rumah tante Amel, sepanjang jalan Cantika terus saja menempel pada Arif, tante Cantika hanya geleng-geleng saja melihat kelakuan keponakan nya itu. Arif merasa tidak enak di lihat oleh tante Amel tetapi dia juga tidak bisa menolak perlakuan dari Cantika karena dia pun sangat mencintai Cantika.
Ketika mobil mereka berhenti di lampu merah, Arif melirik ke arah jendela samping, tiba-tiba matanya membulat kaget saat melihat seseorang yg ada di dalam mobil di seberang mobilnya berada.
__ADS_1