
Luther masuk ke ruangan gym itu dengan pakaian olahraga nya. Dia menatap Rose yang tampak akrab dengan Eric si pria gesrek.
"Kenapa kau meninggalkanku? aku mencarimu ke mana-mana," ucap Luther menghampiri Rose yang sedang melakukan pemanasan.
" Ahh maaf tuan, kupikir anda bercanda tadi," jawab Rose.
" Mulai sekarang belajarlah untuk menghargai suamimu! kau tinggal di rumah keluarga Kim maka ikuti aturan keluarga Kim!" tegas Luther.
Rose terhenyak, dia sadar sekalipun Nyonya Park mengijinkannya melakukan apa pun yang dia mau, Dirinya terikat dengan janji pernikahan pada Luther.
"Jika tuan berkenan, saya yang pembangkang ini mungkin akan melawan kehendak anda terus menerus, bagaimana kalau kita bicarakan ulang pernikahan ini!?" Tanya Rose dengan tatapan tajamnya.
Baru semalam mereka menikah, tetapi pernikahan mereka sudah berada di ujung tanduk perceraian. Konflik keduanya terus berlanjut, keras kepala dan penuh tipu daya adalah ciri khas kedua manusia ini.
Luther semakin terkejut, Rose adalah sosok yang sangat kuat," Hah... kau mau bercerai? jangan harap Rose, di hari kau menandatangani dokumen pernikahan di hari itu juga kau resmi menjadi istriku, aku berhak atasmu dan berhak memerintahmu, jangan harap kau bisa lepas begitu saja!!" tegas Luther.
" Kalau begitu!!" Rose menatap Luther dengan tatapan penuh kekesalan," Katakan apa tujuanmu !??" tanya Rose dengan nada tak kalah gentar.
" Apa tujuanmu melakukan hal hal aneh itu, sebentar kau bersikap baik sebentar lagi kau menatapku dengan penuh kebencian!? kita bahkan tidak pernah bertemu di masa lalu, tapi kenapa kau menatapku dengan tatapan itu!??" Rose menatap Luther dengan wajah kesal.
Selama di rumah itu, Rose sadar betul dengan cara Luther menatapnya. Tatapan penuh kebencian dan selalu memasang senyuman palsu.
" Kau benar-benar pria bertopeng yang menyeramkan!" ucap Rose.
"Jika kau ingin membalas dendam pada Keluarga Lart Karena pernikahan mu Batal, maka tunjukkan sikap yang jelas, jangan seolah berbuat baik padaku dan seolah kau peduli padaku seperti yang kau lakukan di kamar tadi tuan muda yang sombong!"
" Aku tidak butuh kepura-puraan, setidaknya tunjukkan sifat aslimu!" ucap Rose dengan tegas.
Wajah Luther menggelap. Thunder dan Eric sama-sama menganga mendengar ucapan sarkas dari Rose. Dia bukan tipe gadis lemah yang bisa ditekan begitu saja.
"Baik, jika itu yang kau mau, " ucap Luther .
"Aku membawamu ke tempat ini karena kau berguna bagiku, kau berguna untuk balas dendamku, sampai saat itu tiba kau harus tetap di sini!' ucap Luther.
Rose terdiam. Ada rasa sakit di hatinya saat mendengar penuturan Luther. Tapi apa boleh buat, jelas hubungan mereka bukan atas dasar cinta . Untuk apa dia sakit hati terhadap pria bertopeng yang juga hatinya ditutup topeng itu.
"Baiklah, manfaatkan aku sepuasmu, sebagai balas Budi karena kau mengeluarkan ku dari rumah itu!" ucap Rose .
" Karena aku juga punya dendam yang harus ku balaskan pada mereka!" tambah gadis itu.
Seketika ruangan itu hening. Pagi mereka dimulai dengan perdebatan dua anak manusia yang penuh dengan misteri.
__ADS_1
Hingga tiba-tiba....
" Arrkhhhhhhh Lepaskan aku!!!!" suara teriakan melengking dari Yuna terdengar di seluruh ruangan rumah utama keluarga Kim. Sontak semua orang terkejut.
"Yuna!!" Luther sangat panik, dengan cepat dia berlari menuju lantai dua tanpa bilang apa pun pada Rose.
Wajah Luther pucat pasi, dia benar-benar takut terjadi sesuatu dengan wanita di dalam kamar itu.
" Siapa itu!?" Rose tak tahu kalau ada perempuan lain di lantai dua.
Eric yang mendengar teriakan itu langsung ikut berlari dan mengejar Luther untuk membantunya.
" Dia seseorang Yang sangat penting bagi Luther," jelas Thunder singkat.
" Sangat penting? orang seperti apa dia sampai membuat si topeng itu berlari ketakutan!?" ucap Rose sambil menatap ketiga pria yang langsung berlari ke sumber suara.
" Jelas suara sosok yang lebih penting daripada seorang perempuan yang dimanfaatkan seperti dirimu nona, pergi saja dari sini, kau hanya membuat nona itu semakin marah, dasar pembawa sial!" Suara Pak Mus berhasil menusuk telinga Rose.
Gadis itu tak menanggapinya, dengan cuek dia berjalan keluar dan menatap ke arah lantai dua di mana Luther masuk bersama Thunder dan Eric.
" Aku tidak tahu apa yang membuat Anda membenciku pak, tapi tolong.." Rose menggeretakkan giginya," Tolong jangan cari ribut denganku jika kau tidak mau mati!!" ucap gadis itu yang langsung berubah tak lagi menghargai Pak Mus.
"Tcihh pembawa sial!!" ketus Pak Mus sambil berjalan menjauh.
Rose menaiki lantai dua dengan tatapan nanar. Matanya tertuju pada pintu kuning yang berlawanan arah dengan kamar yang dia tempati.
" Siapa yang ada di sini?" pikir Rose.
Tiba-tiba...
Pranggg....
Sebuah foto pernikahan dilemparkan hingga tercampur keluar dar dalam kamar. Foto pernikahan di mana ada Luther dan Yuna di dalamnya.
" Yuna tenang sayang, aku di sini!!!"
Suara Luther terdengar begitu khawatir. Di dalam sana dia berusaha menenangkan Yuna yang kambuh. Gadis malang itu berteriak histeris dengan sebuah gunting di tangannya dan perutnya yang berlumuran darah.
" Mati... mati... aku harusnya mati!!!!" pekik Yuna sambil menangis sesenggukan.
Gadis itu meronta-ronta di pelukan Luther, dia menangis histeris sambil berusaha menusuk perutnya lagi.
__ADS_1
Air matanya bercucuran, darahnya mengalir membasahi pakaiannya.
" Yuna tenang sayang, kakak di sini, kakak ada di sini, tenang sayang ku mohon!!!" Luther memeluk Yuna yang kambuh. Sepertinya mimpi buruk gadis itu akan kejadian yang terjadi lima tahun lalu kembali menghantui tidurnya.
Luther menangis, dia benar-benar sedih dengan kondisi Yuna. Gadis itu adalah adik perempuan Luther, gadis yang mendapatkan pelecehan dari seorang pria sampai dia mengandung tetapi kandungannya meninggal karena orang itu.
Dan pria yang menghancurkan hidup Yuna dan Luther adalah Yotan, kakak tiri dari Rose.
Dengan tangan gemetaran, Luther berusaha keras untuk menenangkan adiknya. Air mata yang tidak berhenti mengalir karena keadaan adiknya semakin drop setiap hari. Bahkan Luther harus menjadi sosok pria yang dicintai Yuna.
Memasang foto pernikahan di mana Yuna dan dirinya memakai pakaian pengantin dengan seluruh keluarga di dalamnya. Sudah lima tahun tetapi kondisi Yuna tidak kunjung membaik.
" Hiks hiks hiks... kak Luther... anakku... anakku... di mana anakku... arkhhh di mana anakku..." Yuna menangis histeris sambil menatap perutnya sendiri.
Semakin hancurlah hati Luther. Thunder dan Eric juga sama sama sedih menatap kondisi Yuna yang tak kunjung membaik.
Dengan tangan gemetaran Yuna tersadar kalau anaknya sudah mati di tangan Yotan..
" Huhuhuhahahahhaha... anakku mati!?? anakku? nggak mungkin, anakku gak mungkin mati!!!!" pekik Yuna.
"Sayang tenang, tenang lah," Luther membujuk Yuna sedangkan Eric sudah siap dengan suntikannya.
Jlebbb...
Gadis itu disuntik obat penenang,tak butuh waktu lama, Yuna terlelap dalam pelukan kakak laki-lakinya.
" Segera bawa dia Luther, darahnya semakin banyak keluar!" ucap Eric.
Luther dengan cepat mengangguk dan mengangkat tubuh Yuna. Berlari sekuat tenaga membawa Adiknya.
"Apa pun caranya, akan ku balas penderitaan adikku pada mereka, akan ku buat Yotan sialan itu merasakan neraka!!!" geram Luther sambil berlari keluar dari kamar.
Di saat yang sama, Rose yang mendengar semua nya langsung bersembunyi di balik ruangan lain dengan wajah panik dan terkejut. Dia tidak menyangka tatapan penuh dendam dari Luther ternyata memiliki alasan yang sangat logis.
" Ya Tuhan, apa dia gadis itu!?? Gadis yang jadi korban pelecahan si Yotan sialan itu!??" Mata Rose membulat sempurna.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗