
Kekesalan selama berminggu-minggu, dipendam oleh Rose di dalam hatinya. Dia tidak kenal siapapun di rumah itu, selalu saja dirinya yang jadi korban .
Setidaknya jika mereka tidak membutuhkannya mereka bisa dengan jelas mengatakan nya. Tetapi yang Rose dengar malah membuatnya sakit hati.
Beberapa hari yang lalu saking kesalnya karena ditinggal sendiri,Rose melacak keberadaan mereka semua dengan keahlian peretasannya. Dia menemukan posisi Luther dan keluarga nya di sebuah rumah sakit pribadi di salah satu bagian kota itu sedang berkumpul bersama.
Saking penasarannya dengan sosok Yuna, Rose dengan nekat berangkat ke rumah sakit itu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Diam-diam dia menyamar menjadi orang lain dengan bantuan Harley. Dia memasuki ruang sakit itu dengan mudah meskipun dengan pengawalan yang sangat ketat.
Begitu tiba di ruangan inap Yuna, Rose mendengar kata-kata yang sangat menyayat hati dan membuatnya semakin hancur.
" Aku akan menghancurkan seluruh keluarga Lart. Roseanne hanya sebagai senjata manusia yang akan ku gunakan agar keluarga Lart bertekuk lutut di bawah kakiku!" ucap Luther penuh tekad.
" Apa Yang akan kau lakukan untuk memperbaiki hubungan kalian!?" tanya Eric penasaran.
" Banyak cara Eric, dia itu seorang perempuan munafik, dengan menunjukkan wajah asliku, dia pasti akan jatuh dalam pelukan ku, akan ku buat dia jatuh cinta padaku bahkan mungkin aku akan membuatnya mengandung untuk mengikat dia menjadi alat balas dendam yang sempurna, setelah itu aku tidak peduli mau dia mati atau menghilang, urusanku selesai sampai saat itu!" ucap Luther tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Semuanya terdiam mendengar Ucapan Luther, tetapi tidak untuk Jay.
"Bodoh!" ucap Jay. Hanya dialah satu-satunya yang menegur perangai buruk Luther yang di luar nalar itu. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuan nya termasuk menyakiti orang lain.
Semua kejadian itu teringat jelas dalam kepala Rose. Tanpa terasa, air matanya malah lolos begitu saja di depan Luther.
"cihhh... sialan!!!" umpat Rose langsung menjauh dan mengusap air matanya dengan cepat.
Rasa takut akan dibuang, rasa takut akan dikucilkan kembali menggerogoti tubuh Rose. Rasanya sangat menyesakkan, ingin dia meledak saat ini juga karena mengingat kata-kata kejam itu.
"Kau pikir aku perempuan murahan Luther!? adikmu sendiri mengalami hal yang kau ucapkan di rumah sakit beberapa hari lalu!!" ucap Rose.
Seketika mereka semua terkejut. Jelas mereka ingat rencana gila Luther untuk mengikat Rose melalui anak tetapi ternyata diketahui oleh Rose. Perasaan gadis itu hancur, dia tidak masalah dimanfaatkan untuk menghancurkan keluarga Lart, karena itu juga tujuan terpendamnya sehingga dia menerima pernikahan dadakan ini.
Namun saat mendengar Luther bermain-main dengan keturunan, Rose tidak bisa terima. Karena dia tahu betul rasa sakit tidak punya kasih sayang penuh dari orangtua.
"Ka..kau bagaimana kau!??
__ADS_1
" Diam kau bajingan!!!" teriak Rose mengamuk. Dia sangat marah, kesal dan benci di saat yang sama. Perasaannya hancur lebur itu sebabnya dia membenci Luther yang ada di hadapannya saat ini.
"Pantas saja kau bisa kehilangan celah sampai Yuna menjadi korban, ternyata dia punya kakak bodoh yang bahkan tega melakukan hal yang sama pada orang lain untuk mendapat tujuannya, dasar pria bertopeng munafik!!!" geram Rose.
"Kau tidak usah banyak bicara Roseanne Lart, aku tidak tahu seberapa banyak yang kau ketahui, tapi kau harus tahu posisimu di rumah ini, kau hanya anak yang tidak....
Bughhh....
Brukkk
"Uhuumkk.... Ja...Jay!??"
Luther dipukul dengan begitu keras dari belakang, kedua tungkai kakinya di tendang sampai dia duduk berlutut di depan Rose. Jay menatap dingin ke arah Luther yang tidak punya kendali saat berbicara.
Eric dan Thunder sampai terkejut saat Jay malah maju dan memukul Luther begitu saja.
"Bodoh, sudah ku bilang hari itu kalau rencanamu adalah rencana paling buruk yang pernah ada!" ejek Jay.
Sekalipun Jay terlihat pendiam dan lemah, tetapi dia yang terkuat diantara mereka semua. Dia juga punya sisi dingin dan tatapan tajam seperti milik Rose yang jelas bisa dilihat dengan mata kepala sendiri.
Jay mengeluarkan sapu tangan dari kantong pakaiannya," Bersihkan wajahmu nona, istirahat lah, besok percakapan ini dilanjutkan!" ucap Jay seraya memberikan sapu tangan itu pada Rose.
" Te.. terimakasih tuan," ucap Rose sambil menahan tangisannya. Rose menatap Jay, lagi-lagi ada perasaan aneh di dadanya. Rasa bergejolak yang besar dan rasa familiar yang aneh malah muncul setiap kali dia melihat wajah Jay.
"Siapa dia ? apa yang aku rasakan ini? tadi pun begitu dan sekarang semakin terasa, tidak mungkin kan aku jatuh cinta pada nya!? tidak-tidak ini bukan cinta, tapi apa!?" batin Rose sambil melangkah dari sana.
Jay terus menatap gadis itu sampai Rose naik ke lantai dua. Sedangkan tangannya menahan bahu Luther agar si bodoh itu tidak pergi.
Dia mengamati Rose dengan tatapan seksama tiba-tiba saja....
Deg... deg...deg....
Jantung nya berdetak.kencang dan....
ngiiinggggg......
__ADS_1
Suara melengking memenuhi kepala pria itu. Kepalanya sakit seperti ditusuk paku. Jay terjatuh ke lantai sambil mencengkram kepalanya sendiri..
"Arkhhhh........
"Jay!!!" Eric, Thunder dan Luther terkejut bukan main dan langsung berlari menghampiri pria itu.
Jay sangat kesakitan, kepalanya seperti dipecah belas.
" Anne sayang ini kakak bawa biskuitnya, tapi maaf gosong hehehhe.... "
"Wahhh makasih kakak, Anne senang, ini pasti enak hehehehe....."
Seketika itu juga, bayangan dirinya saat masih kecil sedang bermain di halaman belakang rumah, membawa keranjang berisi roti yang dia masak sendiri. Sedikit gosong tetapi gadis kecil yang menerimanya sangat bahagia dan tersenyum lebar.
Jay memijit kepalanya sekuat tenaga, rasanya sangat sakit, rasanya begitu menderita melihat kembali penggalan ingatan yang hilang itu.
Jay tak bisa bernafas, dadanya sesak, jantungnya berpacu dengan begitu kencang.
" Si..sial... arkhhhh kepalaku, kepalaku sakit!!!!" teriak Jay histeris. Eric, Thunder dan Luther juga sama paniknya. Mereka tidak pernah Melihat Jay sampai sesakit itu.
Jay terus menggelinjang dengan potongan ingatan yang perlahan menyatu, rasanya sakit dan sangat menderita bahkan sampai membuat tubuh pria itu penuh dengan peluh .
" Ya ampun si borokokok, kenapa lu tong, jangan kesurupan Napa, gue belum belajar cara rukiyah
Dengan bantuan sahabatnya, Jay kembali tenang. Kepalanya masih berdenyut, dia pucat dan terus menggerakkan kepalanya untuk mengurangi rasa sakitnya.
" Ingatan ku... ingatanku kembali lagi setelah sekian tahun!!"ucap Jay.
Eric, Thunder dan Luther saling menatap satu sama lain. Jelas mereka tahu kisah Jay, dia ditemukan tanpa ingatan masa lalunya dan hanya ingat satu kata yaitu namanya sendiri, Jay!
Sementara itu di sisi lain tempat itu, Nyonya Park sedang menatap mereka melalui rekaman CCTV," Sudah saatnya Jay, Luther, Rose untuk mengetahui kebenarannya!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗