
Yu Jin Kim, telah menemukan lokasi Yotan Lart dan mengirimkan dokumen tentang informasi mengenai Luther, Rose dan komplotan mereka. Informasi yang dia dapat melalui mata mata dan orang bayaran.
Seharusnya informasi itu digunakan pihak kepolisian untuk segera menangkap Yotan Lart, buronan penjualan m4nusia yang meresahkan para warga sipil Karena ulah busuknya.
Namun Yu Jin, menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan banyak keuntungan tanpa sadar kalau segala perbuatannya telah direkam dan diamati oleh Bloody Rose sejak awal dia berpapasan dengan Roseanne Lart.
Insting Rose tidak pernah salah. Sejak melihat detektif itu datang bersama Thunder, dia sudah bisa menebak orang seperti apa dia.
Yu Jin menculik Yuna, dan dengan sengaja mengirim gadis itu dalam keadaan tidak sadarkan diri ke markas Bloody Rose agar Yuna berpikir bahwa Rose yang menculik dirinya.
"Sesuai rencana, gadis ini akan ku kirim ke markas Bloody Rose yang kau sebutkan tadi, selebihnya kita lakukan tujuan kita masing-masing!" ucap Yu Jin yang sedang berkomunikasi dengan Yotan di seberang sana.
Yu Jin mencengkram rahang gadis malang itu, tanpa dia ketahui Yuna sudah mendengar semuanya, dia mengingat semua kejadian itu dengan baik.
"Bahkan adikku saja ku gunakan, apalagi perempuan bekas bajingan keparat seorang dirimu, hahahah... semoga kau diberkati Yuna, kakak iparmu ini akan menjaga Luther dengan baik," ucapnya seraya tersenyum dan mengusap wajah Yuna.
Yuna tidak membuka mulut, bahkan berpura-pura tidak sadar agar Yu Jin segera mengirimnya ke tempat Rose.
"Perempuan jahat, perempuan gila yang berusaha untuk mendekati kak Luther sampai hubungan kak Luther dan kakak ipar rusak, aku pasti akan membalasnya!!!" geram Yuna.
Meski gemetaran dan takut, Yuna berusaha sebaik mungkin menyembunyikan kalau dirinya sudah sadar sejak tadi.
Dengan bantuan anak buah Yotan, Yuna dibawa menuju markas Bloody Rose dengan menaiki sebuah mobil sedan hitam.
Yu Jin menatap kepergian mobil sedan itu dengan senyuman licik di wajahnya. Tak beberapa lama kemudian, rombongan Luther tiba. Tanpa Luther sadari, dia telah berpapasan dengan adik yang dia cari.
Mobil sedan itu tepat berada di samping mobil Luther. Yuna melihat sang kakak dari dalam mobil, sambil menahan tangis dia berdoa agar sang kakak tidak tenggelam dalam tipuan gadis licik itu.
Luther, Eric dan anggota kelompok mereka tiba di rumah yang dimaksud oleh Yu Jin. Rumah itu adalah rumah milik Yu Jin yang dengan bodohnya dia gunakan sebagai tempat penyekapan Yuna.
Yu Jin menatap kedatangan Luther dengan senyuman kebahagiaan karena sedikit lagi hati Luther akan jadi miliknya.
"Selamat datang sumber harta kekayaanku!" ucapnya sembari berjalan ke halaman depan menyambut kedatangan Luther dan yang lainnya.
Luther turun dari dalam mobil itu. Keluar dengan tergesa-gesa bersama Eric dan yang lainnya. Thunder sendiri terlalu malas mengikuti Luther yang bodoh dan susah untuk diubah pikirannya.
"Yu Jin!"
__ADS_1
"Luther, ada apa!? apa Yuna baik-baik saja!?" Yu Jin langsung menghampiri Luther sambil bertanya tentang Yuna pada pria padahal dia belum memberitahukan apa pun pada perempuan itu.
Luther terusan sejenak, Eric pun sama dia menatap heran pada Yu Jin. Jelas mereka belum bilang apa apa tentang Yuna, tapi perempuan itu malah menanyakan keadaan Yuna.
"Yuna hilang!" ucap Luther sambil melangkah mundur menjauh dari Yu Jin.
"Yang benar!?? ka..kau tidak bercanda kan!? tadi pagi kami masih saling tukar kabar!!!" ucap Yu Jin sambil mendekat pada Luther dan menggenggam tangannya.
" Bertukar kabar? kau menghubungi Yuna?" tanya Luther.
Yu Jin menunduk sambil memasang wajah sedih," iya aku menghubunginya pagi tadi, karena khawatir dia kesepian, aku mendapatkan nomornya dari Tante Park," ucap Yu Jin sambil memasang wajah sedih.
"Apa kau pikir aku melakukan sesuatu pada Yuna sampai kau menjauh seperti tadi?" tanya Yu Jin dengan wajahnya yang penuh topeng itu.
Benar adanya dia menghubungi nyonya Park untuk meminta nomor Yuna, dan dia menghubungi Yuna juga, tetapi tujuannya adalah untuk memancing gadis itu keluar dari rumah dan mempermudah aksi penculikan mereka.
Yu Jin menggunakan semua kesempatan yang dia miliki untuk mendapatkan Luther termasuk dengan cara berbohong seperti saat ini.
Luther malah jadi merasa bersalah karena sempat berpikir buruk tentang Yu Jin.
Dia berpikir karena terlalu panik dia menjadi curiga pada semua orang, betapa bodohnya pria ini bisa dimanipulasi oleh seorang perempuan jahat sepe Yu Jin.
"Tidak apa-apa, aku hanya mengkhawatirkan Yuna Karen saat berbicara tadi dia menangis Karen atakut pada mantan istrimu, katanya dia diancam, apa jangan-jangan..." Yu Jin tersenyum tipis.
" Memang perempuan itu yang menculiknya!!" Potong Luther dengan amarah yang memuncak lagi.
"Bantu aku menangkap jal4ng sialan itu Yu Jin, hanya kau yang bisa ku percaya, bantu aku menemukan Yuna!!!" ucap Luther seraya memohon pada Yu Jin.
Yu Jin mengambil kesempatan ini untuk mendekati Luther. Dia menarik Luther dan memeluknya seolah sedang menenangkan pria itu.
Eric menjadi semakin curiga pada Yu Jin. Dia menyerngitkan keningnya ketika melihat senyuman Yu Jin yang aneh. Tak senang dengan pemandangan itu, Eric berkeliling rumah itu tanpa sepengetahuan Yu Jin.
Dia berjalan mengelilingi ruangan demi ruangan yang tak ada penjaganya.
Menyusuri rumah yang tampak tidak dipakai untuk waktu yang lama itu. Ada beberapa perabot yang dipajang di sana.
Die berjalan pelan, tampak jejak telapak kaki di atas tangga yang berdebu.
__ADS_1
Melihat besarnya telapak kaki itu membuat Eric curiga. Setelah memastikan situasi aman, dia perlahan naik ke lantai dua. Jejak kakinya cukup banyak dan masih baru, namun hanya Yu Jin saja yang ada di sana.
"Terlihat seperti buru buru ditinggalkan!" batin Eric.
Dia naik ke lantai dua, tampak sebuah kamar yang terbuka, ada secarik kerta yang terjatuh di celah pintu. Dengan pelan dia mengambilnya kalau melihat tulisan itu.
"Ini!!!!?" mata pria itu membulat sempurna saat melihat tulisan tangan yang sama persis denga. tulisan tangan di kamar Yuna tadi.
Eric tidak percaya dengan apa yang dia temukan, matanya juga memerangkap sebuah gelang berwarna putih yang terjatuh di dekat pintu. Gelang putih yang dipakai Yuna terkahir kali.
" ini milik Yuna!!" Eric terdiam.
Dia segera menghubungi Thunder, dia benar benar telah salah sangka pada Rose. Mereka semua malah menyudutkan Rose atas apa yang tidak dia perbuat.
Sementara itu, di bawah sana Luther tampaknya semakin nyaman dalam belaian seorang Yu Jin yang penuh tipu muslihat.
Dengan wajah masam, Eric turun dari lantai dua lalu berjalan menuju ruangan depan dan menatap sinis ke arah Luther dan Yu Jin setelah dia mendengar penjelasan Thunder.
"Luther, mau berapa lama kalian berpelukan di sana!? apa kau tidak mau mencari Yuna!?!" kesal Eric.
" Kau Juga detektif, jangan jadi perempuan murahan!" Umpat Eric.
"Ehh ma...maaf, aku hanya...
" Tak apa Yu Jin, terimakasih sudah membuatku tenang," ucap Luther sambil menepuk punggung gadis itu.
Yu Jin tersenyum malu malu, sampai dia dibutakan oleh tujuannya. Tidak sadar kalau dirinya sudah tenggelam terlalu jauh .
Eric berjalan keluar," Aku jadi mual, huwekkk menjijikkan!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1