Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPN 26


__ADS_3

Sementara itu pertempuran besar di markas Yotan tak terelakkan, semuanya dihancurkan, segala bukti transaksi diambil dan anak buah Yotan berhasil di bekuk.


Luther dan teman-temannya telah tiba disana dengan wajah syok saat melihat betapa banyak korban anak dan perempuan yang disekap di sana. Belum lagi potongan tubuh itu membuat siapapun yang melihatnya akan mual.


"Simon, bukannya itu Rose!?" tanya Eric saat melihat Rose mengarahkan semua korban, penampilannya acak acakan dan berlumuran darah. Melihat istrinya seperti itu membuat Luther tercengang, Jay dan Eric pun sama, mereka tidak pernah menyangka akan melihat Rose dalam penampilan seperti ini.


" Master!!" Suara Harley terdengar, dia langsung berlari menghampiri Rose melewati Luther dan yang lainnya.


" Kau Tiba!? di mana bajingan itu!? kita harus menangkapnya sebelum kepolisian mendahului kita!" ucap Rose sambil menyeka darah yang mengalir di keningnya. Dia juga terluka, sehebat apapun dia bertarung, dia tentu memiliki batas tenaga, belum lagi lawan lawannya orang yang brutal dan tak segan memakai benda tajam


"Dikejar oleh detektif itu master sebaiknya istirahat dulu, kau kelihatan lelah!" ucap Harley.


" Aku tidak bisa, dia belum tertangkap, kalian urus anak anak dan para korban, aku akan mengejar mereka!" ucap Rose.


Harley menahan tangan gadis itu," ROSEANNE MENURUTLAH!" Harley berteriak marah. Jujur saja dia sangat kesal saat melihat tubuh Rose banyak terluka. Dia memang hebat, tak ada yang bisa mengalahkannya tetapi dia punya batas kekuatan.


" Kak, kali ini saja," ucap Rose.


" Kondisimu tidak baik baik saja Rose, kakak khawatir, kau banyak mengeluarkan darah, jangan melawan, kau istirahat saja, kau sudah melakukan yang terbaik, sisanya serahkan pada kami!" Ucap Harley seraya menggenggam kedua tangan Rose.


"Hah... kak maaf ya!" ucap Rose dan...


Bughh


" Arkhhh Rose!!!" terik Harley saat perutnya malah dipukul begitu keras oleh Rose dan gadis itu berlari begitu saja ke arah sepeda motor yang dibawa anak buahnya. Entah kapan gadis licik ini mendapatkan kuncinya, dia berlari ke arah Luther dan yang lainnya, sedikit terkejut melihat suaminya di sana tetapi dia tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan semua pada Simon.


" Nanti ku jelaskan!" teriak Rose sambil menaiki motornya dan pergi dari sana begitu saja.


" Rose perempuan yang mengerikan, Wahhh ini benar benar gila, siapa dia sebenarnya Luther!?" celetuk Eric sambil menatap Rose.


Di sisi lain Harley juga menyusul Rose," Semuanya pastikan para korban di angkut dengan selamat dan aman, amankan setiap bukti, aku akan mengejar master!" titah Harley.


" Baik tuan!" jawab mereka serentak.


Harley mengejar Rose. Melihat Harley yang tampan dan memikat berhasil menyadarkan Luther dari kebodohannya karena membiarkan istrinya pergi begitu saja.


" Sialan, kita harus mengejar Rose!" ucap Luther yang langsung naik ke atas motornya.

__ADS_1


Mereka mengejar Rose dan yang lainnya. Aksi kejar kejaran pun tidak terhindarkan, anak buah yang ikut bersama Thunder memberitahu Rose posisi mereka sehingga gadis itu dapat dengan mudah menemukan para bajingan itu.


Rose mengemudikan sepeda motornya dengan cepat, dia memang kekurangan tenaga tetapi tekadnya untuk menangkap bajingan gila itu sudah bulat.


"Sial, pandanganku kabur!" keluh Rose seraya mengusap matanya. Penglihatannya kabur karena kekurangan energi, banyak yang dia buat tumbang tetapi energinya habis terkuras.


" Pantas saja si cerewet itu terus menerus mengomeliku, arrhhh ayolah Rose sedikit lagi kita akan dapatkan bajingan itu!" geram Rose.


Dia melaju dengan cepat, Sementara itu beberapa kilometer dari posisi Rose, Yotan dikejar kejar oleh Thunder yang benar benar sudah menggila.


"Sialan, bagaimana bisa dia mengejar kita Sampai seperti ini, cepat ke pelabuhan, jangan sampai orang sinting itu mendapatkan kita!" teriak Yotan.


Mobil mereka melesat begitu saja tak peduli jika mereka menjadikan orang lain korban. Yotan mengubungi rekan rekannya, dia tidak bisa bergerak sendiri, markas para penjahat itu ada di sekitar pelabuhan, dia bisa melarikan diri dengan bantuan mereka.


" Bersiaplah di pelabuhan, aku akan segera tiba, bunuh saja semua yang mengejar ku!!" teriak Yotan.


" Apa yang akan kau berikan pada kami!?" tanya pimpinan kelompok lain itu.


" Sialan, kau mencoba bernegosiasi dengan ku!? yang benar saja, jangan coba-coba melawanku bajingan, atau keluargamu akan ku habisi!" ancam Yotan.


" Berikan kami kepastian tuan, kami juga butuh imbalan!" ucap orang itu.


" Baiklah, ku pegang kata katamu!"


Yotan tersenyum menyeringai, dia akan lolos dari mereka dengan bantuan kelompok organisasi hitam lainnya.


Sementara itu, Rose terus mengejar hingga dia melewati tim Yu jin dan kepolisian. Anak buahnya yang melihat keberadaannya langsung mengikuti gadis itu.


" Kita akan ke pelabuhan, ikuti rute tercepat!" teriak Rose memerintah anak buahnya.


" Baik Master!"


Mereka melaju melalui jalan lain. Yun jin dan rekan rekannya terkejut melihat gadis itu, belum lagi anak buah Bloody Rose menurut padanya.


" Kalian ikuti Thunder, aku akan mengikuti wanita itu!" ucap Yun jin yang juga membagi timnya menjadi dua bagian.


Pengejaran sangat menegangkan, mereka mengandalkan penggunaan waktu di sini, jika terlambat sedetik saja, Yotan akan lepas dari jangkauan mereka.

__ADS_1


Rose melaju melaju dengan kecepatan tinggi, berusaha seminimal mungkin agar tidak menyebabkan kerugian pada orang lain.


Hingga mereka tiba di pelabuhan melalui jalan pintas. Di sisi yang sama Yotan juga telah tiba dan tengah berlari keluar dari mobil menuju kapal yang siap berangkat.


"Ahahahaha aku akan selamat dan kalian tidak akan pernah menangkap ku!" ucap Yotan.


Kelompok lain yang membantu Yotan telah berjaga di sana dengan ratusan anak buah yang mengkawal, gabungan sisa anak buah Yotan dengan kelompok yang dipimpin oleh Riko, pria bertato Jangkar di kepalanya.


"Cepatlah pergi, tepati janjimu!" ucap Riko dengan tatapan tajamnya yang begitu mengerikan.


Yotan masuk ke kapal, dia berdiri dan menatap kedatangan musuh dari bagian depan kapal.


Rose dan Yu jin serta anak buah mereka tiba di sana, sama dengan Thunder yang juga baru tiba di sana, Simon dan yang lainnya juga menyusul di belakang.


" Sialan dia mau pergi, cepat kejar dia!" teriak Rose. Dengan kecepatan tinggi, gadis itu melesat bersama dengan anak buahnya tetapi...


Duar.... duarr... duar...


Tembakan senjata api terdengar di sekeliling pelabuhan itu. Rose dan rekan rekannya terkejut, mereka tidak menyangka kalau Yotan akan membawa pasukan tambahan di kala genting ini.


Rose mengeras rahangnya," Sialan!!" umpat gadis itu.


Harley datang dari sisi yang lain, dia bersama dengan anak buahnya menyerang di sisi itu.


Pertempuran terjadi lagi, Kali ini lebih brutal dan lebih menegangkan. Tak segan segan mereka menggunakan senjata api untuk mencegah bloody Rose untuk mendapatkan Yotan.


"Hahahah kalian tidak akan bisa mengejar ku, mampus kalian, " Yotan tertawa terbahak-bahak di atas kapal.


Shuuttt...Duar...


Sebuah anak timah melesat dan mengenai lengan pria itu," Arrkhhhh sialan, siapa yang melakukan itu!!!" teriak Yotan merintih kesakitan karena lengannya jadi sarang timah panas.


" Rasakan itu Bajingan!!" teriak Thunder.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2