
Luther terkejut bukan main dengan apa yang sedang dilakukan oleh Rose saat ini. Hati gadis itu tersentuh, dia tahu kisah menyakitkan itu ternyata sangat mempengaruhi kehidupan Luther dan keluarga nya. Entah bagaimana mereka bisa menyimpan semua dendam itu selama bertahun-tahun.
Jantung Luther berdebar, ada rasa hangat dan nyaman seolah semua ketakutannya akan hilang ketika Rose memeluknya dengan erat seperti saat ini.
Luther teringat dengan nasehat sang ibu. Nyonya Tiara pernah memarahinya karena meninggalkan Rose tanpa memberitahu gadis itu sama sekali.
"Rose itu hidup tanpa kasih sayang Luther, sebagai suaminya kau harus memberikan dia banyak kasih sayang, lagipula Rose itu anak baik dan berhati hangat, suatu saat kau akan sadar kalau ucapan Mama ini benar!"
Luther tersenyum mengingat itu," Mama benar, dia sebenarnya memiliki hati yang hangat, hanya sedikit keras kepala saja," batin Pria itu.
"Aku tahu semuanya Luther, aku tahu kalau Yotan yang melakukan itu saat aku melihat foto Yuna yang tercampak dari dalam kamar di hari kau membawanya ke rumah sakit," jelas Rose sambil melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Luther.
" Kau tahu!?" tanya Luther.
Rose mengangguk," Aku sadar saat melihat wajahnya, tidak ku sangka dia adalah adikmu, selama ini ku pikir dia hanya gadis dari luar yang tidak tahu asal usulnya karena saya ku cari, tak ada satu informasi tentang dirinya," jelas Rose.
"Mencari informasi?" tanya Luther.
" Yap, aku mencari tahu saat aku mendengar kalau Yotan melakukan hal bejat itu, dan korbannya bukan hanya Yuna," jelas Rose.
" Bagaimana kau bisa tahu!?" tanya Luther tak percaya.
" Nanti, akan ada waktunya kau tahu siapa aku, sekarang kita berangkat saja, aku ingin menemui Yuna, boleh kan?' tanya Rose.
Luther menatap gadis itu, dia sangat terkejut dengan kepribadian Rose yang ternyata selembut dan sehangat ini.
"Baiklah, tapi bagaimana kita bisa pergi kalau kau memegang tangan ku terus seperti ini!?' tanya Luther sambil menatap kedua tangannya yang dipegang erat oleh Rose.
__ADS_1
Rose terkejut, dia baru saja menyadari hal konyol apa yang baru saja dia lakukan. Cepat cepat gadis cantik itu menarik tangannya dari Luther dan menatap ke arah lain dengan sedikit menjauh dari pria itu.
Pipinya memerah dan jantungnya malah berdebar tak karuan karena malu atas apa yang dia sendiri lakukan pada suaminya.
" Ya ampun malu.... kenapa juga aku harus melakukan itu sih,arrkhhhh bodoh kau Rose, dasar gila!!!" Rose menepuk jidatnya sendiri sampai beberapa kali dan merutuki kebodohan dirinya yang sering bertindak gegabah jika hatinya tersentuh.
Luther tersenyum tipis melihat tingkah laku Rose yang lucu. Pria itu menyalakan mobilnya dan mulai mengemudi menuju tempat di mana Yuna berada bersama ayah dan Ibu pria itu.
Dengan kecepatan sedang Luther mengendarai mobilnya. Sementara itu di belakang sana ada Eric yang sejak tadi penasaran dengan apa yang kedua manusia aneh itu bicarakan di dalam mobil sampai harus membuat mereka berhenti di pinggir jalan.
“ ya ampun jiwa kepoku meronta ronta jay, aku penasaran apa mereka tadi ciuman lagi? Jika itu terjadi berarti akan segera dirilis Luther Junior, aku tidak sabar menimang ponakan dari mereka ahahhahaa......” celetuk Eric sambil mengacak acak rambutnya sendiri. Sejak tadi dia terus berceloteh ria di sampaing Jay yang sedang sibuk mengendarai mobilnya.
“ kalau kau penasaran sana kau pergi temui mereka, jangan ribut di sampingku dasar orang sinting,” umpat Jay sambil menatap tajam ke arah Eric yang sama sekali tidak bisa diam.
“ mwehehehhe ya maaf Bos Ku , habisnya aku penasaran.” Balas Eric.
Keduanya mengikuti Rose dan Luther dai belakang. Sementara itu Thunder teman mereka yang gila sedang menggila saat ini di kantornya sendiri.
“ sialan kalian bangsat, kenapa kalian menghentikan kasus ini sesuka hati kalian, pelakunya belum di temukan dan kalian malah menutupnya begitu saja? Bajingan sialan kau ..” teriak Thunder menghancurkan seisi kantor dan menatap rekan kepolisian nya.
Thunder menggila saat tiba di kantor itu dan mendengar bahwa pimpinan mereka menolak kasus tersebut dan lebih memilih menutup kasusnya sebagai kasus bunuh diri dibandingkan mencari pelaku sebenarnya.
“ Ayolah Thunder jelas sekali tidak ada bukti, kenapa kau menghabiskan waktumu berbulan bulan mencari tahu apa yang tidak mungkin terjadi, mereka semua hilang di tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda, tidak mungkin kau bisa menemukan mereka, jangan melawan dan ambil kasus baru jika tidak aku akan memindahkanmu ke pelosok!!" ancam ketua tim penyidik yang menaungi kelompok Thunder.
Mendengar hal itu membuat Thunder mengeraskan rahangnya, dia benar benar kesal jika pekerjaannya tidak tuntas dan orang orang di sekitarnya tidak mau ambil pusing dengan kejadian mengerikan yang sebenarnya menurut Thunder saling berhubungan satu sama lain.
“ Semoga saja yang hilang itu anak atau keluarga kalian, kau rasakan sendiri akibatnya, aku tidak akan membantu jika itu terjadi, dasar bajingan..” umpat pria itu sambil berjalan keluar dari sana seperti seekor singa yang mengamuk, dia benar benar marah karena semuanya di putuskan begitu saja, bahkan keluarga korban juga menyerah karena tidak menemukan titik terang kematian anggotan keluarga mereka.
__ADS_1
Di saat yang sama seorang Ketua tim Divisi Kejahatan dan kriminal bagian A mendatangi Thunder yang tengah dibuat emosi dengan timnya sendiri.
“ Thunder, bisa bicara sebentar?” suara wanita itu menghentikan langkah Thunder.
“ Ketua tim A? ada apa mencariku Yu Jin?” tanya Thunder seraya melirik gadis itu dari ekor matanya.
“ Mau bergabung dengan tim ku, kami akan mengambil kasus ini.Aku butuh bantuan manusia gila sepertimu, adikku baru hilang seminggu yang lalu, aku takut ada ubungannya dengan kasus ini,” ucapnya secara terang-terangan.
Mendengar permintaan dari rival timnya sendiri membuat Thunder membulatkan matanya dengan sempurna,” ini akan sempurna,” ucap pria itu dengan sneyuman licik di wajahnya sambil menatap tim B yang benci kasus merepotkan.
“ Kapan aku bisa pindah ke tim mu Yu jin?” tanya Thunder dengan senyuman menyeringai yang berhasil membuat siapa pun yang ada di sekitarnya merinding melihat wajah menyeramkan itu.
“ Sekarang juga boleh, aku sudah meminta rekomendasi pemindahanmu ke tim ku, bagaimana?” tanya Yu jin si gadis campuran China Indo itu.
Thunder tersenyum,” baiklah, kita kerjakan kasus ini dengan cara yang gila mulai saat ini, ucap Thunder yang langsung setuju tanpa menanyakan pendapat ketua timnya sendiri.
“Ku harap dengan bantuan orang ini aku bisa menemukan adikku, “ batin Yu jin penuh harap.
Penculikan yang sama terus terjadi dan berhasil membuat masyarakat resah. Banyak anak yang hilang dan kasus ini menghantui setiap orang di kota itu.
“ Apa yang akan kita lakukan?” tanya Yu jin.
“ Ikuti saja caraku yang gila maka kau akan tahu apa yang akan kita temukan, masalah ini bukan masalah kecil aku sudah menemukan banyak celah dari pelakunya, tinggal mengetahui keberadaan mereka saja,” ucap Thunder dengan senyuman menyeringai.
.
.
__ADS_1
.
Like,, vote dan komen.