Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 39


__ADS_3

Setelah kejadian waktu itu, Yotan telah tiba di Shanghai dan bergabung dengan organisasi dunia bawah yang menaungi organisasi yang dia pimpin.


Semua anak buahnya dia latih untuk jadi lebih kuat. Yotan tidak akan kalah, kejadian hari itu tidak akan dia lupakan. Semua tawanan yang berusaha untuk dia tangkap dikembalikan kepada keluarga mereka masing-masing.


Sudah susah payah menculik mereka, tetapi malah muncul pahlawan yang merusak semua rencana besarnya dan membuat murka para pelanggan yang sangat membutuhkan mereka.


Kejam dan sadis, Yotan masih sama saja, dia tidak akan pernah berubah sampai seluruh kekayaan di dunia ini menjadi miliknya.


" Yotan, kapan kau akan mendapatkan gadis sialan itu!?"


"Kita butuh surat wasiat itu, jangan sampai dia menemukan kakek tua sialan itu terlebih dahulu!!"


"bisa hancur semua rencana kita!" Suara bariton tuan Lart dari seberang telepon terdengar menggelegar di dalam ruangan Yotan yang sedang duduk berbaring sambil mendengarkan ocehan ayah dan ibunya.


"Tenanglah Pa, aku sudah menyiapkan rencana yang matang untuk itu semua! " Ucap Yotan.


"Ku dengar dia bercerai dengan Luther, coba kalian dekati keparat itu!"


" kita butuh kekuatannya untuk mendapatkan Roseanne!" Ucap Yotan dengan senyum sinis di wajahnya.


" Bagaimana kalau kita menikahkan dia dengan Alexa!? " Usul nyonya Lia.


" Alexa? Si bodoh yang hamil karena menjadi perempuan jal4ng itu tidak bisa diandalkan!" Kesal Yotan.


Dia dan keluarganya sudah tahu tentang kehamilan Alexa, Nyonya Lia sendiri yang membantu registrasi rumah sakit wanita itu.


"Hahh kau juga dulu begitu, jangan menyalahkan adikmu bodoh!"


"kau tidak ingat perempuan itu!?"


" Dia juga mengandung anakmu tapi kau tabrak begitu saja!" Kesal tuan Lart.


" Hahahahha... "


"Wahh benar juga hahahahha... "


"Sepertinya sifat kami ini benar benar turun dari Papa yang rela membuang putranya dan menyakiti putrinya sendiri!" Yotan tertawa.


Dia dan seisi keluarganya sama sama orang dengan isi otak yang kotor dan perlu dibongkar, lalu dibersihkan dari segala pikiran jahat yang konyol itu.


"Lalu apa yang kau lakukan sekarang!? Kenapa lama sekali!? Kita harus segera menghabisi nyawa Rose, jika tidak dia bisa kapan pun mengambil alih seluruh perusahaan!" Ucap nyonya Lia ketakutan.


Mendengar itu membuat Yotan sadar betul kalau Rose harus segera mereka temukan. Hanya saja betapa bodohnya dia tidak mengenali siapa Rose yang dia incar selama ini.

__ADS_1


"Kami akan mencarinya, tenang saja Ma, kerajaan kita tidak akan hilang kemanapun!" Ucap Yotan .


Seluruh anak buah Yotan dikerahkan untuk mencari keberadaan Rose. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan posisi Rose.


Saat dia asik berbincang dengan orangtuanya, tiba-tiba Riko pria yang bekerja sama dengannya masuk tanpa permisi ke dalam ruangannya dengan sebuah dokumen di tangannya.


" Yotan, mampus kita!" Ucap Riko dengan wajah pucat pasi dan panik.


Tap...


Dia meletakkan dokumen dan dua foto di atas meja Yotan. Pria itu langsung bangkit dari pembaringannya dan memutus panggilan telepon begitu saja sambil menatap heran pada Riko.


"Ada apa!?" Tanya Yotan.


Jelas sekali raut panik muncul di wajah pria itu, dia menatap dokumen itu dengan tatapan gelisah.


"Roseanne yang kau maksud adalah orang yang sama yang menyerang kita sewaktu di pelabuhan bodoh, apa kau tidak tahu itu!!!" Senggak Riko tak percaya.


Jika Rose yang menyerang mereka, maka mereka telah salah langka mencari Rose lain yang bertubuh gemuk dan sangat berbeda dengan Rose yang cantik tapi berdiri ini.


"APA!!" Yotan terkejut.


"Apa kau serius dengan ucapanmu Riko!?" Teriak Yotan sembari membuka dokumen itu dengan tangan gemetar.


"Apa kau pikir aku bercanda!? "


"Arkhhh sialan, ini semua gara-gara kecerobohan mu!!" Kesal Riko.


Yotan mengeraskan rahangnya, dia membaca hasil pencarian mereka, dan beberapa foto aktivitas Rose yang terciduk sering ke tempat yang sama dengan keluarga Kim.


Semua fakta terbuka, termasuk siapa Luther dan siapa Yuna perempuan yang jadi korban perundungan Yotan.


Matanya memerah membaca semua isi dari hasil pencarian itu. Syok dan terkejut dengan fakta mengerikan yang harus dia hadapi.


Yotan seolah sedang berhadapan langsung dengan malaikat pencabut nyawa. Bayang bayang kekejaman Rose dan anggota kelompoknya terbang jelas di kepalanya yang penuh tipu muslihat itu.


"Sialan, arkhhh sialan!!!" Umpat Yotan .


Brakhhhh... Brakkhhh... Brakhhh...


" BAGAIMANA BISA!!!" Teriak Yotan sambil memukul meja kaca di depannya hingga hancur berantakan dan tangannya terluka. Emosinya meluap-luap. Jantungnya berdebar kencang dan aliran darahnya meningkat drastis.


" Dia sudah bercerai dengan anak keluarga Kim, tapi satu fakta yang menarik," ucap Riko sambil mengambil selembar foto lagi dan menunjukkannya pada Yotan.

__ADS_1


" Kau kenal gadis ini kan?" Tanya Riko.


Yotan menerima foto Rose yang berpelukan dengan Yuna. Seketika pria itu terkejut. Rose ternyata dekat dengan perempuan itu.


"Dia dekat dengan jal4ng itu!?" Yotan menatap Riko dengan senyuman menyeringai. Riko pun membalasnya dengan senyuman yang sama jahatnya.


Dia jelas tahu isi kepala dan jalan pikiran psikopat gila tak berperikemanusiaan itu. Yotan akan memanfaatkan Yuna yang jelas terlihat seperti kelemahan hebat bagi gadis itu.


"Tak ku sangka dia memiliki kelemahan, hahahhaha.... Ini sempurna, ini aja sudah cukup untuk membuat jal4ng itu datang kepadaku!" Ucap Yotan dengan senyuman licik.


Riko mengangguk setuju. Rose memang dikenal tak memiliki sosok yang dekat dan dinilai berharga, padahal semua yang dekat dengannya dia anggap berharga sekalipun dia bersikap cuek dan dingin.


Dengan memanfaatkan kelemahan gadis itu, maka mereka bisa mendapatkan apa pun keinginan mereka. Rose harus segera dimusnahkan sebelum dia menemukan tuan besar Jane yang dinyatakan hilang bertahun tahun yang lalu.


Sampai saat ini tidak ada yang tahu di mana posisi pria tua pemegang kunci harta grup Jane yang seharusnya diturunkan pada putri tunggalnya ibu kandung Rose tetapi wanita itu meninggal dalam tangan tuan Lart hingga mereka menyabotase seluruh kekayaan keluarga Jane.


"Mulai sekarang, perintahkan pada seluruh anak buah untuk menangkap gadis bernama Yuna ini, berikan fotonya pada anak buah tim pencari dan pastikan dia dapat dalam kondisi hidup!" Ucap Yotan dengan senyum sumringah di wajahnya.


Riko menatap pria itu dengan senyuman yang tak bisa diartikan, dia mengangguk setuju dengan perintah Yotan.


"Ngomong - ngomong, " Yotan menatap dokumen itu bergantian dengan Riko.


"Bagaimana kalian mendapatkan informasi sedetail ini!? "


"Siapa informan kalian!?"


"Belum lagi waktunya sangat cepat, pasti kalian punya orang dalam bukan!?" Tanya Yotan sambil menatap penasaran pada Riko.


Pria di depannya itu tersenyum," informasi ini kami dapatkan dari seorang detektif yang gila akan status dan jabatan, dia seperti nya sedang berusaha mendapatkan hati anda untuk menangkap Bloody Rose namun juga akan menusuk anda dari belakang!" Ucap Riko.


Yotan mengangguk dengan senyuman sempurna.


"Kalau begitu aku pergi, banyak yang harus di lakukan!" Ucap Riko sambil tersenyum setelah memegang ujung meja dan menempelkan sesuatu di sana.


"BODOH!" batinnya sambil beranjak dari sana dengan senyuman misterius yang tak bisa ditebak apa artinya.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2