
Rose tiba di markas Red Blood dengan wajah kesal dan murung. Melihat reaksi Luther tadi, entah kenapa dia merasa sedikit kecewa karena Luther sama sekali tidak mengenalinya.
" Dasar sombong, suami mana yang tidak kenal dengan istrinya!!" geram Rose sambil berjalan dengan cepat tanpa memakai masker sebagaiman biasanya sampai membuat semua anak buah terheran-heran dengan Rose.
Gadis itu melewati anak buahnya begitu saja. Tentu semua yang melihatnya langsung membungkuk hormat pada atasan mereka yang berubah drastis sejak terakhir kali bertemu.
"Master!?" Harley langsung berlari dan menghampiri Rose dengan wajah kaget karen master mereka masuk tanpa penutup wajah sebagaimana biasanya.
" Hmmm... jangan ganggu aku, aku sedang suntuk, apa ruangan ku sudah siap!?" tanya Rose dengan nada tajam dan ketus.
" Sudah master," jawab Harley seraya membungkuk hormat.
Rose berjalan dengan wajah kesal. Semua yang menatapnya dibuat terpana dengan keanggunan dan keindahan sang ketua yang lama tidak mereka lihat.
" Wahh apa yang terjadi dengan si bos? dia sangat menawan hari ini tapi auranya selain gelap saja!?"
" Sthhh diamlah jika kau tidak mau pulang dalam kondisi patah tulang, cantik begitu tapi dia seorang psiko!' balas yang lain.
Rose masuk ke ruangan pribadinya yang dipenuhi dengan peralatan canggih. Dia akan turun tangan secara langsung untuk menyelidiki kejadian ini.
Harley menatap ruangan itu, dia jelas tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiran Rose, itu sebabnya dia diam dan menurut saja tanpa banyak tanya.
Rose duduk bersandar di kursi kebesarannya sambil menenangkan diri. Menghela nafas berkali-kali agar dia bisa meredam emosinya setiap melihat pria bertopeng yang berstatus suaminya itu.
Kratk... kratakk...
Gadis itu meregangkan tubuhnya, lalu menatap tumpukan file dan layar komputernya," ini saatnya bekerja dan mencari tahu penyebab kematian gadis ini!" ucapnya sambil menatap foto perempuan yan menjadi korban kejahatan yang sampai saat ini belum terpecahkan.
Sementara itu, Luther tampak kesal di rumahnya sendiri karena terngiang-ngiang dengan ucapan Rose yang sarkas.
Dia duduk di sofa sambil mengingat kembali kata kata sarkas gadis itu. Bukan hanya dia yang suntuk saat ini, tetapi Thunder si detektif gila itu sedang stress karena kasusnya tak kunjung selesai.
" Arrkhhhhhh.... apa yang harus ku lakukan!!!!" terik Thunder tiba-tiba.
Tentu saja Luther, Eric dan Jay nyang duduk juga di sana terkejut mendengar teriakan si detektif bar bar itu.
__ADS_1
" Ehhh kampret kenapa lu? kesurupan setan apa Mak lampir!? kalau gila jangan di sini dodol!" celetuk Eric yang sedang duduk bersila di atas kursi sambil mengunyah rujak yang dia beli dari pasar tadi meskipun harus rela dikejar emak emak karena rebutan rujak sampai harus babak belur dipukuli oleh ras terkuat di bumi.
" Diam kau, perhatikan dulu wajahmu yang penyok itu dasar bodoh! emak emak kok di lawan!!" ejek Thunder.
"tcihhh suka suka saya!!!"
" ada apa dengan mu?" tanya Eric.
" Kasus penculikan para perempuan dan anak anak yang menghantui masyarakat saat ini adalah kasus yang ku tangani, sanga menyebalkan karena kami bahkan tidak menemukan saksi atau bukti penghilangan nyawa, bahkan tidak ada ditemukan bekas DNA orang lain di tubuh masing-masing korban, sangat bersih!!" ujar Thunder sambil menatap semua temannya.
" Aku yakin itu kasus pembunuhan, cepat selesaikan Thunder jangan sampai ada korban lain!" ucap Luther.
"Oh iya bagaimana kalau Rose jadi korbannya Luther!? apa yang akan kau lakukan!??" celetuk Eric tiba-tiba.
Luther menatap Eric, bukan tidak mungkin Rose menjadi korban penculikan. Tetapi membayangkannya seperti tidak akan mungkin Rose yang misterius itu diculik oleh seseorang mengingat mulutnya yang ceplas ceplos dan kelainannya yang gila.
" Siapa yang berani menculik Gorilla gila itu, jangan asal bicara Eric," balas Luther.
"Yahh kan ku bilang siapa tahu, dia kan istrimu, berilah dia sedikit perhatian, kalian sudah menikah dan kau yang menolak menceraikan dia saat gadis itu memberi kesempatan, jika terus begini kau tidak akan bisa menggunakan dia untuk balas dendammu bodoh!" ujar Eric.
Teman-teman Luther selalu menasehati pria itu agar dia tidak salah Langkah. Luther tentu saja Sadar kalau Rose juga jadi bagaian keluarga Kim saat ini.Belum lagi, Ibu yang sangat dia cintai ternyata begitu menyayangi Rose, Luther tidak mau ibunya menangis karena dia mengabaikan istrinya sendiri.
Hingga menjelang malam, Luther masih tetap di rumah itu.
Dia terus menatap pintu masuk, matanya yang tajam seolah menunggu kedatangan seseorang yang harus dia perhatikan.
tik... tak... tik... takk...
Suara dentingan jarum jam terdengar di ruangan itu. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tetapi Rose tak kunjung pulang.
" Ke mana dia selarut ini belum pulang!??" pikir Luther.
Crakkkkk.....
Di saat yang sama pintu masuk dibuka, tampak jelas sosok gadis muda yang cantik dan menawan memasuki rumah itu dengan rambut panjangnya yang ikal tergerai. Jaket parasut dan celana parasut hitam panjang dengan helm di tangan kirinya masuk ke rumah itu sambil memijit kepalanya sendiri.
__ADS_1
"Ke mana saja kau!?' Luther berdiri dan langsung menghampiri Rose dengan memasang wajah kesal.
Mendengar suara Luther, sontak Rose menatap ke arah pria itu dengan tatapan sinis," Apa pedulimu!? kenapa baru muncul sekarang!? anggap saja aku tidak ada sampai kau butuh bantuan ku!' ucap Rose dengan ketus lalu berjalan lurus menuju lantai dua.
Hap...
Luther menarik tangan Rose hingga membuat tubuh gadis itu sedikit terhuyung," Apa apaan kau!!" kesal Rose sambil menepis tangan Luther.
"Aku bicara padamu, apa kau mau melawan suamimu!?" bentak Luther dengan tatapan tajam dan kesal.
"Cuihhh..."
Rose meludah ke lantai. Perlahan dia menatap Luther dengan tatapan penuh kebencian. Dia menarik tangannya dari genggaman pria itu lalu mundur beberapa langkah dari Luther.
"Suami!? hahahhahaha....." Rose tertawa terbahak-bahak.
Tawa yang menggelegar itu terdengar di telinga semua orang yang ada di ruangan itu. Jay, Eric dan Thunder menatap heran ke arah Rose yang tiba-tiba saja tertawa.
Hubungan kedua manusia ini sedang tidak baik baik saja. Semakin lama semakin menjauh, dan hal ini sangat disesalkan oleh Nyonya Park dan Tuan Kim yang selalu mengawasi mereka tanpa sepengetahuan mereka.
"Suami ya?? Kau sedang bercanda tuan!??" ucap Rose sambil menunjuk Luther.
"Suami mana yang tidak mengenali istrinya sendiri!? Suami mana yang begitu menikah langsung meninggalkan istrinya tanpa pemberitahuan bahkan menanyakan kabarnya saja tidak pernah!? "
Rose berjalan mendekat, dia menusuk dada Luther dengan jari telunjuknya seraya mendorong tubuh pria itu.
"Setelah aku berubah kau menyebutku istrimu!? Wahhh kau mata keranjang juga ya!? kau pulang seolah tidak terjadi apa-apa, seenakmu mengatakan hanya memanfaatkan ku dan akan membuang ku setelah rencanamu selesai!? iya!?? Begitu!?? KATAKAN SEJUJURNYA LUTHER BANGSAT!!!" pekik Rose mengamuk.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1