Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 17


__ADS_3

Keesokan paginya,


Rose bangun dari tidurnya dengan mata bengkak karena menangis semalaman. Dia menatap ruangan kamar itu, masih saja sama, hanya dia seorang yang ada di sana.


Luther sepertinya kembali tidur di kamar lain. Gadis itu meregangkan tubuhnya dan mengusap kedua matanya yang bengkak.


Dengan langkah pelan dia beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sebagaimana biasa dia akan melakukan aktivitas nya, dan hari ini dia akan berangkat lagi menuju markas setelah menemukan titik terang tentang kasus yang menimpa anak buahnya.


"Saat kembali bekerja!" gumamnya.


Yang lalu biarlah berlalu, rose hanya akan hidup untuk masa depan yang akan datang. Dia tak lagi mau menangis seperti kemarin, karena jelas hal itu membuat dirinya lemah.


Rose sudah siap dengan pakaian santai, dia akan mengisi perutnya terlebih dahulu.


Dengan langkah pelan dia berjalan menuju lantai satu. Hingga tiba-tiba kedua netranya menangkap sosok seseorang yang duduk di tangga sambil membungkuk.


Rose memicingkan matanya," Siapa itu!?" pikir Rose. Dia berjalan mendekati sosok itu dengan langkah perlahan.


Tiba-tiba tercium bau telur busuk dan suara aneh yang membuat Rose terkejut bukan main.


Preetttt....pushhhhhh......


Krookkkk...... fiuuhhhhhh....... kroookkk fiuuhhhhh..


Suara letupanmercon kecil berbau busuk membuat mata Rose membulat sempurna.


“ Bau busuk...” ucap Rose seraya menutup rapat hidungany saat mencium bau menyengat itu.


Di depannya seorang pria tengah duduk bersandar ke dinding sambil terlelap dengan suara kentut bak gemuruh di pagi hari. Rose mendekati orang itu dan betapa terkejutnya dia melihat Eric si dokter cinta yang tampan tapi bobrok sedang terlelap di tangga .


“ Ya ampun Eric, kau bau tahu, bangun hey jangan tidur di lantai!!” ucap Rose yang dengan cepat membangunkan Eric.


“ Emhhhh... sebentar lagi maakkkk perut Eric sakit tapi ngantuk , jangan dibangunin nanti kotorannya keluar!!" celetuk pria itu sambil bergumam dan malah semakin merapat ke dinding. Dia masih mengenakan pakaian rumah sakit bahkan jubah dokternya masih dia pakai dengan kacamata yang bertengger di wajah tampannya.


Rose benar benar tidak habis pikir dengan kelakuan manusia yang satu ini.


“ Dasar jorok, bangun kau Eric ini sudah pagi kenapa tidur di tangga!!” teriak Rose sambil menarik telinga Pria itu sekuat kuatnya.


“ arrkhhhh sakit sakit sakit, ampun kak Rose sakit kupingku kau buat arrkhhhh dasar kau ini.....” teriak Eric yag langsung terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Krororooroookkkk....


“ Ohhh tidak kau membangunkan penyakitku Rose awas kau nanti, arrkhhhh perutku..” teriak Eric saat rasa mulas menjalar di perutnya. Sontak pria sinting itu berlari terbirirt birit sambil menahan agar kentutnya tidak terlepas.


“Arkkkh hampir lepas, ughhh sudah di ujung tanduk perutku sakit sialan ini gara gara rujak semalam!!”teriak Eric berlari tergesa gesa menuju kamar mandi.


Rose hanya menatap Eric dengan tatapan tak percaya. Pria itu benar benar aneh dan gila menurutnya.


“ Wahhh bagaimana bisa ada pria seaneh dia?” ucap Rose sambil geleng-geleng kepala.


“ Dia punya jam kerja yang tinggi, tak sekali dua kali dia begitu, maklum saja pada dokter sinting itu,” suara bariton Jay terdengar di telinga rose. Gadis itu berbalik dan menatap jay dnegan tatapan terkejut,” ahhh... benarkah? “ ucap Rose.


“ Hmm... bagaimana keadaanmu?” tanya Jay sambil menatap ke arah Rose.


“ Sudah baik tuan, sapu tangan anda sedang saya keringkan nanti akan saya berikan, terimakasih untuk yang semalam,” ucap Rose.


Jay hanya mengangguk lalu berjalan mendahului Rose tanpa bilang apa apa lagi. Rose hanya menatap pria itu dengan tatapan penasaran. Di saat yang sama Luther keluar dari kamar Yuna dan menghampiri Rose yang masih berdiri di tangga.


“ Pagi ini ikut denganku ke suatu tempat ada yang harus kau ketahui,” ucap Luther sambil melewatinya begitu saja.


“ aku sibuk, aku tidak mau,” ucap Rose dengan nada sarkas lalu berjalan di jalannya sendiri tanpa mempedulikan Luther.


“ Ahhh Nyonya Park, baiklah,” ucapnya dengan senang hati lalu berlari ke atas tanpa bilang apa apa.


Luther habis pikir dengan kelakuan Rose yang aneh menurutnya. Dia tidak bisa menangani perempuan itu bahkan sampai membuat dirinya sendiri kebingungan dengan sifat Rose yang sebenarnya.


“ Begitu mendengar aku mengatakan kalau ini permintaan Mama, wajahnya langsung tersenyum begitu, apa dia sebenci itu pada suaminya sendiri?” batin Luther.


Rose tampak bersemangat hendak menemui sang ibu mertua dan tentu saja ayah mertuanya yang kocak. Dengan cepat dia mengganti pakaiannya dan mengenakan sebuah gaun yang indah berwarna Cokelat tua dengan perpaduan bunga bunga indah di ujung pakaiannya. Berlengan tanggung dengan ikat pinggang bunga yang indah. Rambutnya dikuncir setengah dan dia memakai flat shoes.


Sangat cantik dan menawan. Dia tersenyum di depan cermin, sudah sangat rindu hatinya ingin bertemu dengan Nyonya Park yang menurutnya dapat mengerti dirinya dengan baik.


Roseanne keluar dari dalam kamar dengan aura yang sangat berbeda dengan citranya sebagai perempuan badas. Dia berjalan dengan anggun, tak lupa membawa tas selempang miliknya.


Dengan langkah cepat gadis itu berjalan menuju ruang utama di mana Luther dan yang lain sedang berbincang .


“ Aku sudah siap, kita pergi sekarang bukan?”tanya Rose. Mendengar suara gadis itu, semua orang di ruangan itu menoleh ke arah Rose. Mereka semua tampak terpukau dengan penampilan Rose yang benar benar menawan. Cantik dan elegan sangat menarik hati.


Eric yang sudah selesai boker saja dibuat menganga menatap penampilan feminim gadis gembulnya itu,” Ya ampun Rose gembul kamu cantik banget. Watrhhhhhh keren habis...” teriak Eric penuh semangat sambil menghampiri Rose mesikpun wajahnya kusut karena diare tak berkesudahan.

__ADS_1


Thunder dan Jay pun sama halnya dengan Eric, mereka mengakui aura dan keanggunan seorang Rose yang tidak bisa dianggap remeh.


“ Kenapa kau pakai pakaian seperti itu? Apa kau mau menggoda para pria di luar sana? Dasar perempuan aneh!” ejek Luter tanpa menoleh sama sekali.


Tetapi jangan sebut dia sebagai si master Jane yang badas kalau dia tidak bisa membalas Luther,” mungkin saja akan ada yang tertarik padaku, pria tampan , kaya raya bahkan penuh perhatian tidak seperti orang yang dinikahkan denganku, hanya seorang pria bertopeng yang munafik,” celetuk Rose sambil berjalan menuju ke luar.


“ Kau beraninya kau mengatak..


“ Ayolah cepat, aku masih punya banyak urusan, kau juga harus bekerja bukan? Jangan buang buang waktu dan mari kita pergi, aku akan bawa mobilku sendiri,” ucap Rose dengan angkuh sama seperti cara Luther memperlakukan dia.


“ Mobil? Kau bawa mobil ke sini?” tanya Thunder.


“ tentu saja, aku tidak semiskin itu sampai harus menumpang dengan mobil si topeng monyet itu,” ucap Rose.


Baru kali ini ada perempuan yang tidak menempel dan terhanyut dengan kekuasaan dan pesona Luther sang pangeran bertopeng itu. Biasanya jika dia bertemu perempuan dia akan digoda hanya untuk mendapatkan uang nya. Tetapi Rose sama sekali berbeda, dia sangat badas dan menyeramkan.


Luther yang merasa harga dirinya terluka langsung berjalan dengan cepat dan mengejar gadis itu. Dengan tatapan tajam dan harga diri yang tinggi, Luther menarik tangan Rose dan membawa paksa gadis itu menuju mobilnya sendiri.


“ kau harus ikut denganku,” ucap Luther dengan nada kasar.


“ lepaskan aku, biar aku bawa mobilku sendiri, apa masalahmu?” kesal Rose sambil menarik tangannya dari Luther begitu saja seolah tenaga besar si Luther tidak ada apa apanya bagi Rose.


“Dia bisa melepaskan tanganku begitu saja? Siapa gadis ini?” batin Luther tak percaya.


Luther tak mau mengalah, sekali lagi dia menarik Rose sampai gadis itu terhuyung dan..


Brukkk...


Dia jatuh ke pangkuan Luther. Tangan pria itu tepat berada di pinggang Rose, kedua netra mereka saling bertatapan, beradu pandang satu sama lain sama persis seperti ketika pertama kali Rose tiba di rumah iru.


“ kau harus ikut denganku, di mobil yang sama denganku , ada yang harus kita bicarakan, dan aku tidak ingin berdebat dneganmu roseanne Lart...” tegas Luther.


Glekkkk...


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2