
Suasananya tampak menegangkan, Rose duduk berhadapan dengan Luther dan Yu Jin. tatapan mata Rose semakin dingin dan datar, tanpa gentar dia menatap ke arah kedua manusia yang duduk di hadapannya itu.
Kelima pria penjaga Rose duduk tak jauh dari mereka sampai keduanya tidak sadar kalau benyak pasang mata yang sedang mengawasi mereka. Rose bersedekap dada sambil menatap jijik ke arah Yu Jin yang terlihat sangat nyaman duduk di dekat suami orang tanpa tau malu.
"Langsung saja, jangan berlama-lama, aku tidak tahan dengan bau busuk dari tempat sampah yang ternyata bisa berjalan," celetuk Rose seraya menatap Yu Jin dari ujung kepala sampai ujung kakinya pertanda dia meremehkan wanita itu.
Yu Jin mengeraskan rahangnya, untuk pertama kali dia mendapat lawan yang kuat, tetapi jangan sebut dia manusia paling serakah jika dia tidak bisa mengendalikan semua dalam genggamannya.
" nona Rose, anda sangat tidak sopan, jelas sekali orang orang dari dunia bawah selalu bersikap kasar seperti anda, sangat rendahan!" Ucap Yujin sambil menatap remeh pada Rose.
"Bagaimana tuan Muda Kim, apa masih ada yang perlu dibicarakan!? " Rose mengeluarkan sebuah dokumen lalu...
Tak!
"Saya, Roseanne LART!" Rose menekan kata-katanya.
"MENGAJUKAN PERCERAIAN DENGAN LUTHER KIM!" ucapnya lagi.
"Silahkan ditandatangani!" Ucap Rose .
Luther dan Yu Jin terkejut, sejak kapan gadis itu menyiapkan surat perceraian yang seharusnya diberikan oleh Luther pada dirinya.
"Hah... Kau benar benar perempuan rendahan, sudah menipu kami, kau sekarang berlagak jadi korban, apa yang terjadi pada Jay dan adikku semua itu adalah ide kalian, bahkan aku curiga kau terlibat dengan kejadian ini!!!" Ucap Luther sambil bangkit berdiri.
" Sekalinya manusia sampah, kau akan tetap jadi sampah Rose, aku sangat menantikan kau dan organisasi gelap mu itu ditangkap dan dihancurkan, saat itu aku akan tertawa melihat pembohong besar seperti mu!" Ucap Luther tanpa perasaan sedikit pun.
Luka yang dia dan keluarganya torehkan di hati Rose semakin besar dan berbekas. Hati gadis itu bak ditusuk dengan pisau sampai dia hancur tak bersisa.
Di samping Luther, Yu Jin tersenyum sinis menatap Rose. Tidak sia-sia semua usahanya saat dia menggoda Luther bahkan memperburuk image Rose di mata pria bodoh itu. Dan kini nyatalah hasilnya, pria itu hanya menilai dari satu sisi, bahkan sahabatnya pun demikian dan juga kedua orangtuanya tidak konsisten.
Luther mengambil kertas itu, lalu menandatangani dokumen perceraian itu tanpa ragu sedikitpun. Jantung Rose berdetak kencang, di sisi ini dia sadar betapa hancurnya dia sekarang.
Tangannya bergetar, rahangnya mengeras dan tatapannya semakin dingin. Luther barang sedetik pun tak merasa bersalah pada Rose.
"Apa kau tidak merasa bersalah saat menadatangani dokumen itu!? Apa tidak ada perasaan sedikitpun di hatimu Luther!? Kau yang berjanji untuk memulai semua dari awal tetapi kau malah mengakhirinya begitu saja!?" Ucap Rose dengan suara gemetar.
Dadanya terasa sesak, pernikahan yang bahkan tak sampai seumur jagung sudah berakhir ketika mereka hendak memulai.
__ADS_1
Tangan Luther berhenti sejenak, dia menatap kertas itu, ada rasa bersalah di hatinya,"Aku memang bersalah memilih menikahimu, tetapi aku akan lebih merasa bersalah jika aku mempertahankan pernikahan yang tidak seharusnya terjadi ini, seharusnya sejak awal aku menikahi Alexa!" Ucap Luther.
Plakkk!!
"apa apaan kau!!" Teriak Yu Jin saat Rose dengan berani menampar wajah pria berengsek itu.
"Dasar perempuan hina!" Ucap Yu Jin hendak menampar wajah Rose tetapi...
Grep!
"JANGAN COBA MENYENTUH WAJAHNYA DENGAN TANGAN KOTORMU JAL4NG SIALAN!" Harley mencengkram erat tangan gadis itu dan menatapnya dengan tatapan marah.
"Si...sialan!? Dasar manusia sampah!" Ucap Yu Jin sambil menarik paksa tangannya dari genggaman Harley yang sedang marah.
"puas!?" Luther menatap Rose dengan mata penuh amarah. Dia benar benar telah berubah, topengnya benar benar telah dua lepas dan tampaklah wajah aslinya yang mengerikan dan menjijikkan di mata Rose.
"Belum," Rose tersenyum.
"Aku tidak akan puas sampai melihatmu menderita, seumur hidupmu bajingan!" Hardiknya.
Keluarga Lart dan keluarga Kim musuh yang sangat ingin dihancurkan berkeping-keping oleh Rose. Tak disangka ketika dia menikahi pria bertopeng itu, ternyata yang bertopeng bukan hanya wajahnya tetapi juga hatinya. Bukan hanya dia yang mengenakan topeng, tapi semua yang terlibat dengannya juga memiliki topeng transparan yang tidak tahu kapan itu akan dibuka.
Fraud, Riftan, Yoshi dan Mike langsung berdiri dari tempat mereka dan menghampiri Rose, merangkul dan memeluk gadis itu untuk menguatkan hatinya yang telah terluka karena perbuatan Luther.
Harley menatap sinis ke arah Luther,"Tunggu saja sampai tiba saatnya kau membutuhkan Rose, di saat itu aku akan jadi orang pertama yang menghancurkan mu dan keluargamu bajingan!" Ucap Harley saat dia melewati Luther.
Yu Jin menatap Rose dan teman-temannya dengan tatapan sinis. Dia tidak peduli apakah gadis itu merasa kesal atau marah, atau bahkan terluka. Satu satunya yang dia pikirkan adalah naik jabatan dengan cara instan.
"Luther, ini saatnya menangkap organisasi hitam mereka, aku dan Thunder akan berusaha menangkap dia dan saudara laki-lakinya itu, termasuk orang orang di keluarga Lart." Ucap Yu Jin.
"Yotan Lart, aku ingin dia segera ditemukan, aku tidak peduli dengan wanita itu, karena dia hanya seorang mantan istri," ucap Luther sambil beranjak dari sana.
Dia menggenggam dokumen perceraian itu. Mereka berpisah dan memilih jalan mereka masing-masing. Luther tidak tahu apa yang akan dia hadapi setelah memutuskan hubungan dengan Rose.
Sedangkan Rose akan memulai lembar baru di hidupnya dengan kakak laki-lakinya yang akan dia bawa keluar dari negara itu.
Rose duduk melamun di dalam mobil. Dia menatap suasana luar yang diguyur hujan deras. Tanpa sadar air mata gadis itu mengalir dari kedua pelupuk matanya. Dia bersedih, dia kecewa dan dia sakit hati karena kejadian ini.
__ADS_1
Rose tidak pernah menyangka kalau pernikahannya akan hancur begitu saja karena pria yang membuatnya jatuh hati ternyata tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.
Tangan kekar seorang pria tampan mengusap lembut wajah Rose dengan jemarinya yang indah. Jemari yang sering dia gunakan menjahit bagian yang terluka dan menutup bagian yang hancur, kini dia gunakan untuk mengusap air mata kesedihan.
"Hey girl, don't cry, "ucap Fraud sambil menarik bahu Rose dan membuatnya menatap Fraud.
"Kami di sini bersamamu,"
"Tak kan ada yang membuatmu terluka lagi,"
ucap Fraud.
Rose menatap pria itu, dokter muda yang masuk organisasi mereka karena kagum dengan sosok Roseanne yang kuat dan tabah.
Air mata gadis itu semakin deras, dia menangis sesenggukan di depan kelima kakak laki laki yang selalu menjaga dan memperhatikan nya. Mereka juga terluka melihat Rose seperti itu, mereka juga sakit hati saat melihat Rose hancur seperti itu.
"Kemarilah," ucap Fraud sambil menarik Rose dengan lembut dan memeluknya dengan erat.
"Kak... Hiks hiks hiks... "
" Kenapa aku dibuang lagi huaaa......"
" Kenapa... Kenapa ini terjadi lagi kak!? " teriaknya lagi.
"Aku sakit hati kak... Apa aku nggak layak disayangi, kak... Beri tahu aku alasannya!!! Arkhhhhh......" Rose menangis sesenggukan sambil berteriak histeris melampiaskan rasa sakit di hatinya.
Riftan, Fraud, Yoshi, Mike dan Harley hanya bisa terdiam dan menemani Rose, mendengarkan tangisannya yang pilu dan menyedihkan.
"Luther Kim!!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1