
Roseanne membuka kedua matanya, dia mengamati ruangan itu, tidak ada kamera keamanan di dalam ruangan, hanya saja ada satu kamera yang mengarah ke ruangan mereka, tetapi kamera ini jenis kamera yang otomatis bergerak mengikuti pola tertentu untuk merekam ruangan .
Para gadis yang ada di sana duduk rapat, sambil meringkuk, ada yang menangis tetapi dalam diam, ada yang gemetar ketakutan ada yang melamun dan pasrah pada keadaannya.
Rose menatap mereka semua, sakit hatinya saat melihat para gadis itu duduk diam seolah tidak bisa melakukan apapun lagi.
"Sudah berapa lama kalian di sini?" bisik Rose seraya melirik ke luar.
Mendengar pertanyaan itu, para gadis terlihat ketakutan, mereka melirik ke sana kemari, tak berani bicara, takut dan trauma karena yang para penjahat lakukan itu sangat mengerikan.
"Tidak apa-apa, jawab saja," ucap Rose.
"Ka..kami sudah tiga bulan di sini," jawab salah satu gadis sambil mencengkram gaunnya dan menunduk ke bawah. Jelas terlihat lebam lebam di tubuh mereka.
Rose terkejut, selama tiga bulan para gadis itu diperlakukan seperti seekor binatang, dikurung dan tidak diberi kebebasan menghirup udara segar di ruangan sempit ini.
Rose menatap ruangan itu, ada ruangan lain juga yang diisi para gadis dan anak anak yang terpilih untuk dijual.
"Kami manusia bukan ikan asin yang sesuka hatimu bisa kau jual, dasar manusia sampah!!" umpat Rose dengan suara lantang.
Tentu saja teriakan Rose ini membuat para tawanan menjadi takut. Mereka semua terdiam dan meringkuk di tempat mereka masing-masing.
" Hey kalau kau mau mati, mati sendiri, jangan membahayakan kami, peraturan di tempat ini tidak boleh berisik!!"
Rose disenggak salah satu tawanan di ruangan yang sama dengannya. Perempuan itu tampak kesal dengan Rose.
Tetapi Rose paham kenapa dia menjadi kesal. Gadis itu hanya menutup mulutnya, lalu mengeluarkan kunci yang dia pegang. Betapa beruntungnya dia karena dirinya berhasil mendapatkan kunci cadangan setiap ruangan di lorong itu.
Semua yang melihat gadis itu terkejut saat ada kunci di tangannya. Mereka tidak menyangka kalau baru saja para penjahat itu salah sasaran.
" Bagaimana bisa kau mendapatkan kunci kunci itu!?" tanya mereka dengan tatapan terkejut.
Rose tersenyum tipis," hal kecil untukku!" ucapnya .
Dia menatap ke sana ke mari, lalu kamera yang berputar itu dia amati pergerakan nya.
"Ada yang punya batu kecil atau semacam kelereng!?"tanya Rose.
"Kau mau apa!?" tanya mereka.
" Aku mau pulang, suamiku pasti mencariku, aku tidak mau tetap di tempat bau ini,apa kalian mau terus di sini!?" ucap Rose sambil menguncir rambutnya .
"Kami juga mau pulang,"
__ADS_1
" Kalau begitu bekerja samalah, maka kalian akan selamat, akan kupastikan itu!" ucap Rose.
" Bagaimana kau bisa yakin!?" tanya mereka.
" Aku hanya sangat yakin nona, sekarang bagaimana? mau bekerja sama dengan ku!?' tanya Rose sekali lagi dengan senyuman licik di wajahnya.
Mereka semua terhenyak, baru kali ini ada korban yang benar benar berani melawan. Para wanita dalam ruangan Rose mengangguk perlahan meskipun ragu jika mereka akan berhasil.
"Kami mau," ucap mereka.
Rose tersenyum," Baiklah kita mulai rencananya!"
Rose berunding dengan para gadis di sana, membagi kunci ruangan sesuai dengan ruangan pada lorong itu, untuk kemudian mereka buka pintunya dan membebaskan korban lainnya.
Rose sengaja mengulur waktu, karena dia juga butuh bantuan tenaga dari anak buahnya untuk menghadapi organisasi hitam itu.
Dia mungkin bisa melumpuhkan puluhan orang. Tetapi, Organisasi ini dia tidak tahu seperti apa kemampuan dan jumlah mereka.
Sembari berdiskusi, Rose terus mengukur waktu hingga satu jam berlalu.
" Baiklah ini waktunya!" ucap Rose pada semua perempuan yang ada dalam ruangannya, totalnya ada 13 orang kecuali dirinya.
"Ingat, ini adalah pertarungan hidup dan mati, berjuanglah untuk selamat, jangan sampai kalian di tangkap!" ucap Rose.
Rose menatap mereka, pintu ruangan mereka masih terkunci, dan berada di urutan paling ujung jauh terpisah dari yang lain serta memiliki dekat penutup tidak seperti tahanan lain yang berada di balik pembatas berupa jeruji besi.
Semuanya bersiap di posisi mereka masing-masing, Rose akan memulai aksinya.
Para petugas itu berjalan bersama membagikan makanan, hanya mereka yang diperbolehkan masuk untuk membagi makanan, selainnya tidak boleh.
Mereka juga adalah bagian organisasi hitam itu dan sama jahatnya dengan pimpinan mereka.
" Hei kita harus cepat, ada hal darurat di luar, sepertinya terjadi serangan mendadak!" ucap salah satu dari mereka.
" Serangan!? bukankah tempat ini terpencil!? bagaimana bisa!"
" Cepatlah, kita harus memberi mereka makan lalu keluar memeriksa keadaan!" ucap yang lainnya.
Rose mendengar percakapan mereka dengan jelas, segurat senyum tipis terlukis di wajah cantik wanita licik itu.
Duarr....
Di saat yang sama Suara ledakan yang begitu keras terdengar. Semua tahanan panik bajakan ketiga penjaga itu pun ikut terkejut.
__ADS_1
Rose menatap lewat ventilasi udara, Asap Merah darah membumbung tinggi ke langit, pertanda kedatangan Bloody Rose.
"Mereka tiba, " ucap Rose yang sudah bersiap di dekat pintu. Gadis lain juga siap untuk melakukan sisanya.
Suara pintu besi yang dibuka terdengar menggema di sepanjang lorong tahanan itu. Suara yang akan menentukan selamat atau tidaknya para tawanan.
Kunci penutup dibuka, perlahan pintu itu di dorong, ketiga wanita tadi masuk ke dalam dan mulai melakukan pekerjaan mereka tanpa sadar kalau rantai pengikat di kaki para tawanan sudah lepas.
Rose berdiri di belakang dengan senyuman menyeringai.
"Selamat datang di neraka!" ucap gadis itu dan...
Bughh... bughh... bughh....
Rose memukul bagian tengkuk mereka yang tepat berada di titik vital saraf menuju otak mereka. Hingga ketiganya pingsan tak sadarkan diri.
"Ayo cepat lakukan rencana kita, aku akan mengurus para penjaga di depan pintu!" ucap Rose.
Sontak mereka semua melakukan tugas masing-masing. Ketiga petugas itu diikat dengan pakaian mereka sendiri dan mulut mereka di sumbat dengan pakaian bekas dari ruangan itu.
Para tahanan berlari dan membuka pintu sel sesuai kunci masing-masing. Rose berlari menuju ke arah pintu masuk.
Di saat yang sama dua orang penjaga pria masuk dan terkejut melihat apa yang terjadi,
"Para tawanan lepas, sialan apa yang sebenarnya terjadi!!" Teriak mereka berlari memasuki ruangan itu tanpa sadar kalau singa liar sedang menunggu mereka.
" Mau ke mana kau bajingan!!" teriak Rose sambil menerjang mereka dan menghajar mereka dengan tendangan mautnya.
Bughhh...Bagghhh...
" Perempuan sialan!!!"
"Serang dia!!" teriak orang itu sambil mengeluarkan pisau belati sebagai senjatanya.
Rose menatap mereka dengan tatapan lapar, dia bersiap dengan kuda kudanya, siap untuk menerkam para penjaga itu dengan keahliannya.
" Mati Kau!!!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗