Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 21


__ADS_3

Rose menatap Luther dengan seksama . Perlahan lahan topeng yang menutupi wajahnya itu terbuka dengan sempurna, semua orang di dalam ruangan itu terdiam. Teman teman dan keluarga Luther bahkan terkejut saat melihat apa yang sedang di lakukan oleh pria itu.


Mereka sama sekali tidak tahu kalau Luther akan menunjukkan dirinya yang sebenarnya pada Rose hari ini. Semuanya jelas di luar nalar orang orang itu. Tidak ada yang tahu seperti apa isi otak seorang Luther yang mengejutkan bagi semua yang ada di sana.


Topeng hitam itu dibuka dengan pelan, lalu tampaklah selaput cokelat di baliknya yang menutupi wajah tampan pemilik surai hitam pekat itu.


Srakkkk.... srakkkk srakkk...


Perlahan namun pasti selaput cokelat mirip kulit terbakar ditarik dari kulit wajah Luter yang tertutupi. Jelas kulit yang sempurna tanpa cacat muncul dibalik selaput cokelat itu. Wajah asli Luther akhirnya terlihat oleh Rose.


“ Wa.. wajahmu?” Rose tercengang melihat wajah asli Luther dibalik topeng yang sudah dilepas dari wajahnya. Keluarga dan teman temannya sudah tahu hal ini.


Di masa lalu wajah Luther terbakar karena sebuah insiden saat dia duduk di bangku SMP. Wajahnya disiram dengan cairan spiritus lalu terkena bakaran api oleh seseorang yang sampai saat ini jadi orang yang paling dia benci dan orang itu adalah Yotan.


“ Luther kau...


“ benar wajahku baik baik saja, teknologi sekarang sudah sangat canggih, wajahku di rekonstruksi dengan baik,” jelas Luther.


Rose tidak menyangka kalau pria yang ada di depannya sangat tampan dan dia adalah suaminya sendiri.


“ Kemarilah, “ ajak Luther agar Rose mendekat pada Yuna yang sejak tadi hanya duduk menunduk dengan wajah murung.


Nyonya Park dan Tuan Kim juga ada di sana. Mereka tak lagi terkejut melihat penampilan Rose yang sudah berubah, karena setiap hari Rose berkomunikasi dengan nyonya Park.


“ Tuan Nyonya kalian baik baik saja?” tanya Rose.


Nyonya Park menoleh pada Rose, dia tersenyum sambil mengangguk lalu merangkul menantunya dengan erat,” jangan panggil tuan nyonya sayang, panggil papa dan mama, kamu bagian keluarga kami , jangan Buat Mama memaksa kamu untuk mengubah panggilan kamu,” ucap Nyonya Park.


Rose tersipu,” tapi...”


“ Rose kau istriku, mari kita mulai semuanya dengan awal yang baik, ubah panggilanmu, kami keluargamu,” ucap Luther.


Rose menatap mereka, kali ini dia benar benar memiliki keluarga yang menjaga dan melindunginya serta tidak akan membuangnya lagi.

__ADS_1


“ Baiklah, terimakasih,” ucap Rose sambil tersenyum manis.


Di depan merkea kini ada Yuna yang masih diam seperti patung yang tidak bernyawa. Gadis itu sama sekali tidak bersemangat untuk hidup. Setelah kejadian terakhir ketika dia mencoba untuk bunuh diri, Yuna sekarang lebih banyak bengong dan menjadi dirinya. Halusinasinya menghilang dan sadar kalau Luther bukan suami tapi kakaknya, namun sejak saat itu pula dia tidak pernah berbicara dan hanya duduk diam sambil menatap kosong ke arah jendela luar seolah hidup ini tak ada artinya lagi bagi gadis malang itu.


“ Ini adikku, Yuna Kim, dia sudah begini sejak kejadian itu, emosinya tidak stabil dan dia sangat terpukul karena kehilangan anaknya,” terang Luther sambil duduk menatpa Yuna.


“ Na, ini kakak sayang,” Luther menggenggam tangan gadis itu dengan erat dan menatapnya dengan penuh perhatian.


Yuna menoleh dan menatap sang kakak lalu kembali menunduk dengan wajah sedih. Berapa sakit hati dan pikiran mereka saat melihat Yuna seperti itu.


“ Ini istri kakak, kakak iparmu Roseanne, dia keluarga kita,” ucap Luther.


Rose tampak penasaran dnegan Yuna, jelas jika dilihat dari wajahnya dia seharusnya menjadi gadis yang ceria dan hidup bahagia dengan masa depan yang cerah tetapi semuanya berakhir setelah Yotan merenggut semua yang berharga bagi Yuna.


“ halo Yuna, seang bertemu denganmu,” sapa Rose sambil duduk di samping Yuna hingga posisinya dengan Luther berhadapan.


Yuna menoleh dan menatap wajah Rose yang sangat lembut dan menawan,” Ro... Se?” ucapnya mulai berbicara.


Semua keluarga terkejut saat melihat dan mendengar Yuna mau membuka suaranya dan malah menatap Rose dengan tatapan yang lebih bersemangat dibanding tatapan yang tadi.


Yuna menatap kukunya, seketika dia tersenyum lembut,” hu um.. Yuna lukis sendiri, apa ini cantik?” tanya gadis itu.


Rose mengangguk dengan penuh semangat. Hal ini malah membuat semuanya tercengang, Yuna yang sulit didekati begitu mudah diluluhkan oleh seorang Rose yang jelas baru pertama kali ditemui oleh gadis malang itu.


“ apa kakak mau dilukis juga?”tanya Yuna.


Rose terkejut, dia awalanya melakukan pendekatan ini karena melihat kuku Yuna yang berwarna dan menggunakan itu untuk mendekati Yuna. Dari yang gadis itu amati di kamar Yuna di rumah keluarga Kim, Yuna sangat menyukai dunia seni melukis, melihat betapa uniknya lukisan di kamar dan juga kuku itu, Rose menyimpulkan kalau Yuna adalah seorang pelukis yang hebat.


“ Boleh kah?” tanya Rose. Yuna mengangguk dengan senyuman lembut lagi.


Nyonya Park tak kuasa menahan tangisannya begitu juga tuan Kim, mereka berdua langsung cepat cepat keluar dari sana sebelum merusak suasana yang mulai membaik setelah Rose mendekati Yuna.


“ Wah ini akan seru, aku mau, kamu pasti pelukis yang hebat!!” ucap Rose.

__ADS_1


“ kalau begitu bagaimana kalau Yuna melukis semua kuku orang di ruangan ini?” usul Rose sambil menatap para pria yang ada di sana.


“ Bolehkah?” tanya Yuna dnegan mata berbinar binar.


“ boleh, tentu saja, apa yang tidak untuk tuan putri Yuna yang cantik dan menawan,” celetuk Eric sambil tersenyum ramah.


Senyuman indah menghiasi wajah gadis itu Yuna melukis kuku mereka semua di mulai dari Rose yang terus menerus mengajak Yuna berbicara. Melihat aura lembut dan penuh kasih sayang dari Rose, berhasil melelehkan hati seorang Luter yang terpana dengan kecantikan luar dan dalam istrinya sendiri.


Dia tidak berharap lebih saat membawa Rose ke rumah sakit, justru dia khawatir kalau Yuna akan marah, tetapi yang dia hadapi justru lebih dari apa yang diharapkan, Yuna merespon dengan baik dan membuat hati semua orang lega.


Mereka bergiliran dilukis oleh Yuna. Gadis itu tampak stabil dan teralihkan sejenak dari masalahnya.


“ Yuna, kamu mau punya teman baru tidak?” tanay rose.


Yuan yang sedang melukis kuku Luther menatap ke arah akak iparnya itu.


“ teman? Apa ada yang mau berteman dnegan Yuna? Yuna kan..


“ tentu saja ada, banyak sekali yang mau berteman dengan kamu, jangan kehilangan percaya dirimu kamu itu cantik dan berbakat, kakak akan mengenalkan mu pada orang baik, pertama dimulai dari seseorang yang sangat kakak kenal,” ucap rose.


Mendengar hal itu jelas saja Luther penasaran dnegan siapa yang dimaksud oleh Rose.


“ Siapa Rose? “


“ Seorang pria yang tampan, baik , setia, mapan, dewasa dan penuh perhatian, dia juga punya masa lalu yang menyedihkan tetapi berhasil melewatinya dengan baik, kurasa dia bisa menjaga Yuna mengingat kemampuan bela dirinya sanga baik,” ucap rose.


“ Tapi Yuna tidak bisa dekat dengan orang lain,” ucap Eric yang merasa hal ini tidak baik.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2