
Eric terus gelisah di depan ruangan Jay, dia belum tahu hubungan seperti apa yang dimiliki oleh Rose dengan Jay. Hubungan yang sangat erat yang bahkan melebihi hubungan persahabatan mereka.
Kakak beradik yang saling menyayangi, harus terpisah karena keserakahan keluarga Lart.Dan kini mereka bertemu kembali meski dalam situasi yang kurang mengenakkan.
"Eric sedang apa kau di sana!? Kenapa berputar-putar begitu di depan ruangan Jay!? " Luther tiba bersama perempuan yang tidak seharusnya dia bawa ke tempat itu. Dia membawa Yu jin ke rumah sakit.
Mendengar suara Luther, langsung saja Eric berbalik dan menghampiri pria itu dengan wajah terkejut," Luther, me..mereka memasuki ruangan Jay, perempuan sialan itu orang yang membuat Jay dalam keadaan seperti ini, dia masuk ke ruangan Jay!" Ucap Eric panik.
"Cepat keluarkan mereka, jangan sampai Jay jadi korban lagi!" Tambahnya.
Luther cukup terkejut saat mendengar kalau Rose datang ke rumah sakit. Dia juga belum tahu siapa Rose sebenarnya dan apa hubungannya dengan Jay. Namun kedatangan gadis itu kali ini benar benar hal yang aneh bagi Luther.
"Tuan Luther, sebaiknya anda mengusir mereka! " Ucap Yu Jin.
"Jangan sampai teman anda jadi korban lagi!"
"Dia itu perempuan jahat," tambah Yu Jin.
Rencana busuk dan jahat selalu tersemat di otak perempuan itu.
Luther mengeraskan rahangnya, dia berjalan dengan cepat menuju ruangan itu dan berusaha untuk membuka pintu ruangan itu hingga tiba-tiba.
Klak....
Srukkkk... Bruk!!
Karena tak sigap, pintu itu ternyata sudah di buka Riftan dari dalam. Alhasil Luther kehilangan keseimbangan dan terjauh ke atas lantai dengan wajahnya menghantam lantai ruangan itu.
"Hah apa apaan ini!?" Ucap Riftan seraya menghindari Luther seolah dia sedang melihat kotoran di dekat sepatunya.
"Pfthh.... Hihihih makan tuh lantai, kasihan deh," Mike tertawa terbahak-bahak namun dengan suara pelan. Rose tidak peduli sama sekali demikian Yoshi dan Fraud.
"Ya ampun tuan Luther, anda baik-baik saja!?" Yu Jin langsung menghampiri Luther dan menarik lengan pria itu sambil mengecek apakah Luther terluka atau tidak.
"Tck... Sial!" Umpat Luther.
"Dasar sampah tidak berguna!" Ucapnya lagi sambil bangkit berdiri.
"aku tidak apa-apa Yu Jin, tenanglah!" Ucap Luther.
Yu Jin mengangguk, dia tersenyum tipis di wajahnya, namun ekspresi jahatnya itu jelas bisa di baca oleh Riftan dan yang lainnya.
"Munafik!' ucap Yoshi.
Tiba-tiba Rose berdiri," kita pulang!" Ucap gadis itu dengan wajah datar. Tak menoleh pada Luther maupun Eric barang sekalipun. Dia mulai menganggap keberadaan mereka tak ada sama sekali.
Fraud dan yang lainnya paham. Mereka mengiyakan dan langsung membawa gadis itu dari sana tanpa mengatakan apa pun kepada ketiga manusia yang menatap mereka di sana.
__ADS_1
"Hey kau, kenapa kau sembarangan masuk ke kamar ini!?" Tanya Luther tak terima.Dia menahan tangan Rose dan menatapnya tajam.
"Apa aku harus menjawab sampah tak beradab seperti mu!?" Ucap Rose sambil melepas paksa tangannya dari Luther.
"Lancang kau sekarang, dasar kurang....
bughh...
"DIAMLAH ATAU KU BUNUH KAU SEKARANG BAJINGAN!" ucap Fraud tepat setelah dia memukul kuat perut Luther.
Luther terjatuh lagi ke lantai, wajahnya memerah karena marah dan giginya menggertak keras saking kesalnya karena dia benar benar telah dipermalukan oleh mereka semua.
"ARKHH SIALAN!!" Umpat pria itu.
"Awas kalian nanti!" Geram Luther.
Rose dan yang lainnya pergi dari sana. Tak ada lagi hubungan yang mengikat mereka karena keduanya memilih untuk berpisah.
Luther tak habis habisnya mengumpat marah pada mereka. Kesal dan jengkel bercampur menjadi satu. Padahal dia yang bodoh karena bermain main dengan orang yang jelas jelas dia sebut berbahaya.
Eric sendiri termangu melihat betapa kuat aura Rose dan kelima pria yang ikut bersamanya. Dia sampai tak bisa berkata-kata. Orang orang itu memiliki aura yang dingin dan kejam tetapi tampaknya sangat menjaga dan melindungi Rose.
"Mereka mengerikan!"
"Eric, apa yang mereka lakukan tadi, kenapa sampai masuk ke kamar Jay!?" Tanya Luther.
"Mungkin dia merasa bersalah atas kejadian itu!" Ucap Eric.
Luther hanya terdiam, Yu Jin yang ada di sana mengambil kesempatan untuk lebih dekat dengan Luther.
"Ya ampun anda pasti terluka, wajahmu juga lecet, sebaiknya segera diobati agar tidak meninggalkan bekas," ucap Yu Jin dengan suara lembutnya yang penuh perhatian.
Dia menggenggam tangan Luther dan dengan berani mengusap wajahnya. Dan orang yang diperlakukan demikian malah diam saja dan menerima semuanya, padahal putusan perceraiannya dengan Rose masih dalam proses.
"Terimakasih Yu Jin, aku baik baik saja!" Ucap Luther.
"Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan Luther!? Si keparat Yotan itu hilang entah ke mana, bagaiman dengan rencanamu?" Tanya Eric.
"Aku akan kembali ke rencana awal, dia tidak akan mungkin rela membiarkan adiknya Alexa menderita bukan? Akan ku tarik dia dengan menggunakan Alexa!" Ucap Luther.
"Maksud mu?"
"Aku akan menikahi Alexa!" Ucap Luther dengan senyuman licik di wajahnya.
Yu Jin yang mendengar itu sampai terkejut," Tidak Boleh!" Teriak wanita itu saking terkejutnya. Luther dan Eric langsung menatapnya dengan tatapan heran.
Yu Jin terdiam, dia tidak boleh membiarkan pria incarannya menikahi gadis lain. Harus dirinya yang berakhir bersama Luther, apa pun caranya dia akan melakukan segalanya untuk mendapat Luther yang dimulai dengan mencegah pria itu menikahi orang lain.
__ADS_1
Sedangkan Luther, yang ada di otaknya kini hanya balas dendam tak berujung yang harus segera dia lakukan. Dia tidak mau menundanya lagi dan membiarkan Yotan berkeliaran dengan bebas di luaran sana.
"ada apa!? Kenapa kau melarang!?" Tanya Luther tak suka. Sekalipun Yu Jin banyak membantunya, Luther masih tetap menjaga jarak.
"Be..begini, kalau kau menikahi orang itu, bukankah akan sangat berbahaya, bagaiman kalau Yotan Lart sudah berkomunikasi dengan dia dan merencanakan hal yang lebih besar, selain itu kita tidak tahu bisa saja Rose mantan istrimu sengaja membuat kalian panas untuk memancing kalian masuk perangkapnya!" Jelas Yu Jin.
"Sebaiknya kita pikirkan cara lain!" Ucap Yu Jin sembari berusaha menutupi rasa gugupnya.
"benar juga ucapan detektif ini, bisa saja Rose melakukan ini untuk menjebak Kita Luther, sebaiknya kita cari cara lain!" Ucap Eric.
Luther terdiam sejenak, dia merasa hal itu ada benarnya.
"Sedang apa kalian!?" Suara bariton Thunder menggelegar di sepanjang lorong itu. Thunder baru saja tiba setelah berhari-hari melacak keberadaan Yotan.
Dia melirik yu Jin dan menatapnya dengan tatapan tak suka, pria itu memutuskan keluar dari kelompok Yu Jin dan bergabung dengan tim lain.
"Kenapa dia di sini!? Dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini!" Ucap Thunder tak suka.
"Detektif ini banyak membantu saat kami butuh bantuanmu, ke mana saja kau!?" Tanya Luther.
"Masalah pribadi," ucapnya singkat.
"Ada yang harus kita bicarakan!" Ucap Thunder.
Yu Jin masih berdiri di sana seolah dia salah satu bagian mereka.
" Kenapa masih di sini!?" Thunder menatap kesal ke arah Yu Jin.
"Eh... Tapi.... " Yu Jin melirik mereka. Tampaknya situasi cukup serius.
"Kenapa juga kau ke sini, kau bukan bagian kami! Kantor sudah mencari mu dan kau berkeliaran di sini seharian, apa yang kau incar Yu Jin!" Kecam Thunder .
Perempuan itu disudutkan oleh Thunder yang tiba tiba tidak percaya padanya. Entah apa yang dia dapat tapi kelihatannya dia tahu sesuatu.
"Eh.. baiklah aku akan pergi, sampai jumpa Luther!" Ucapnya lalu pergi dari sana.
Thunder mendengus kesal, memicingkan matanya menatap Yu Jin dan memberikan tatapan permusuhan pada gadis itu.
"Sialan, bagaimana aku lupa kalau ada Thunder di pihak mereka!?" Geram Yu Jin.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1