
Thunder berdiri sambil berkancah pinggang menatap Luther dengan tatapan kesal dan marah. Dia tiba ke rumah namun yang dia dengar adalah berita buruk tentang perceraian pria itu dengan Rose.
"Apa kau bodoh!? Kenapa kau melepaskan Rose!?" Thunder mendengus kesal.
"Dia akan membahayakan semua orang yang ada dekatnya, lagi pula dia jelas berbahaya dan aku tidak punya perasaan apa pun pada perempuan itu!" Ketus Luther.
Thunder sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Hanya karena alasan klise yang bahkan belum terbukti akan terjadi itu, Luther melepaskan Rose yang memiliki hati yang begitu baik menurut Thunder.
"Jadi kau benar benar memutuskan hubunganmu dengan dia!?' tanya Thunder sekali lagi.
"Bukannya sudah jelas!?" Ucap Luther yang bahkan tidak merasa bersalah barang sekalipun.
Thunder mengacak-acak rambutnya. Kesal dan marah bercampur menjadi satu. Dia pikir Luther berpikir normal, tak taunya pria itu malah melakukan hal di luar dugaan seperti saat ini.
"Bodoh kau!" Umpat Thunder.
"Kau benar benar telah membuka seluruh topeng yang menutupi wajah, otak, pikiran bahkan hatimu!" Ketus Thunder.
Dia jelas tahu kalau berkat Rose dan anak buahnya lah organisasi hitam yang dipimpin oleh Yotan terungkap ke publik. Banyak detektif yang mengejar kasus ini, bahkan Thunder jelas sadar kalau Rose mempertaruhkan nyawanya untuk menangkap Yotan demi membantu Luther membalaskan dendam nya.
Rose rela mengorbankan dirinya bahkan menaruh dirinya dalam posisi membahayakan. Dan karena kejadian ini, organisasi Bloody Rose jadi konsumsi publik.
Banyak rumor beredar yang harus membuat mereka bergerak diam-diam. Dan Thunder jelas tahu siapa penyebar rumor itu, yang tak lain berasal dari divisi yang sama dengan dirinya.
"Aku tidak merasa dirugikan atau bahkan menyesali pilihanku Thunder!" Kecam Luther.
"Aku tahu apa yang terbaik untukku, adikku dan keluargaku, kami tidak akan menerima manusia sampah seperti Rose di keluarga kami!" Tegas Luther sekali lagi sambil menatap tajam Thunder.
"Kau tahu pilihanmu!? Hahah... Yang benar saja!" Thunder tertawa.
"Lalu kenapa kau dekat dengan detektif rakus tadi!? Kau dimanfaatkan tolol, pakai otakmu sedikit kalau mau memilih orang!" Kesal Thunder.
Luther dan Eric sangat terkejut dengan ucapan Thunder. Belum pernah mereka lihat Thunder dengan tatapan sekecewa ini. Ini kali pertama Thunder benar benar marah pada mereka.
"Rakus!? Jelas dia membantuku Thunder, dia bahkan mencari semuan bukti betapa buruknya perilaku Rose!"
"Aku bahkan sangat yakin kalau dia sudah dijadikan tempat tidur para pria yang bersamanya, menjijikkan dan tidak pantas!" Hina Luther .
"Jangan karena dia kau menjelekkan Yu Jin, dia itu perempuan baik!" Ucap Luther bersikukuh membela Yu jin.
"Dari yang aku lihat juga demikian, dia membantu kami!" Tambah Eric.
__ADS_1
Thunder tak habis pikir dengan pikiran sederhana tapi tolol dari kedua temannya. Dia berkancah pinggang sambil menatap ke sana kemari dan mendengus kesal berkali-kali.
"hahahha... Bodoh, tunggu saja saat kau butuh dia nanti, aku sangat menantikan waktunya kau menyesal Bajingan!" Thunder kesal dia tak segan segan menghina Luther sekalipun pria bodoh itu adalah sahabatnya.
"Thunder!"
"Kau... Kenapa kau begitu membela perempuan sialan penipu itu!' kesal Luther.
Thunder tertawa sinis, dia menatap Luther dengan tatapan jijik seolah Luther bukan manusia yang layak untuk ada di dunia ini.
"Untuk apa aku memberitahu urusan pribadiku, lagipula Rose bukan istrimu lagi, cukup dan jangan ikut campur kehidupan gadis malang itu!" Ucap Thunder.
"Ahhh sialan..." Thunder benar benar telah kehabisan kesabarannya.
Bughh...
Satu pukulan telak melayang di wajah Luther dan untuk kesekian kali dia nyungsep ke lantai. Sepertinya hari ini adalah hari paling sial baginya terkhususnya bagian wajahnya yang selalu kena benturan.
"Thunder kau kenapa!? Hanya karena perempuan itu kau sampai memukul Luther, apa apaan kau!" Teriak Eric tak suka dengan sifat Thunder yang dingin dan kasar seperti saat ini.
"Ahhh hanya melampiaskan amarahku, aku pergi, semoga sukses dengan balas dendamnya!" Ucap Thunder.
Luther dan Eric menatap heran pada pria itu. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Thunder, tetapi jelas sekali Thunder menunjukkan sikat tak suka pada mereka.
"Apa dia juga berubah jadi gila!?" Ucap Eric heran.
Sementara itu, Thunder berjalan dengan cepat melewati lorong itu, di saat yang sama kedua netranya menangkap sosok Rose dan seorang pria yang tengah berdiri di ujung lorong tak jauh dari posisi dia dan kedua pria tadi berbicara.
"Ro..Rose!?" Thunder terkejut saat melihat Rose berdiri di sana dengan mata sembab. Wajah merah karena murka dan naganya jelas naik turun.
Tanpa sadar ketika mereka bicara, Rose mendengar semua ucapan dari bibir Luther.Pria itu menghina dan menjelekkannya bahan di belakangnya .
"Kita pergi kak," ucap Rose dengan nada datar.
"Baiklah, biar nanti pengawal yang mengambilkannya untuk mu!" Ucap Fraud.
Thunder melihat kedua sosok ini. Dua manusia dengan aura mahal yang sangat memikat dan membuat semua orang sukses menoleh pada mereka.
"Rose bisa kita bicara sebentar!?" Panggil Thunder.
Rose mengeluarkan sesuatu dari kantongnya lalu berbalik dan mendekati Thunder," datang ke sini jika kau ingin bicara, segera!" Ucap Rose.
__ADS_1
Thunder mengangguk paham. Sebuah kertas nama berwarna emas hitam dengan tulisan indah berisi nama Rose diukir di sana.
"Bloody Rose, jadi kau benar ketuanya, aku tidak menyangka ini akan terjadi!" Batin Thunder.
Rose selalu dikuatkan oleh para pria yang ada di dekatnya dan senantiasa menjaganya.
"Kak Riftan, krim anak buah untuk berjaga selama dua hari sebelum kita membawa kak Jay ke luar kota. Persiapkan semuanya dengan baik, jangan sampai ada celah, " ucap Rose.
"Baiklah, tapi apa kau baik baik saja!? Bagaimana perasaanmu saat ini?" Tanya Riftan dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Aku baik-baik saja," jawabnya singkat sambil masuk ke dalam mobil.
Fraud menatap gadis itu, rasanya hati pria itu sangat pedih saat melihat Rose begitu terpukul begitu dia mendengar ucapan Luther tadi. Ternyata Luther sangat membenci Rose dan alasannya karena latar belakang gadis itu.
"Rose, aku akan tinggal di sini untuk mengecek kondisinya secara langsung, selama dua hari ini aku akan menjaganya, kau beristirahat lah dengan baik sebelum kita berangkat!" Ucap Fraud.
"Itu ide bagus, kau tetaplah di sini, mereka tidak akan berani mengusik mu !" Ucap Yoshi yang dibalas dengan anggukan setuju oleh yang lainnya.
Rose menatap Fraud," apa Kakak yakin? Apa tidak masalah? Aku lagi lagi merepotkan kalian." Ucap Rose merasa bersalah.
Fraud menepuk pucuk kepala Rose sambil tersenyum lembut," nggak masalah, sudah sana pulang dan beristirahat, serahkan semuanya pada kami," ucap pria itu menenangkan Rose.
"Aku juga akan tinggal di sini, ada beberapa hal yang harus ku cari tahu," ucap Yoshi.
Pada akhirnya Rose pergi bersama Mike, Riftan dan Harley. Sedangkan kedua pria itu tetap tinggal di rumah sakit.
Mereka berdua menatap kepergian Rose. Di saat yang sama tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang perempuan yang berlari dari rumah sakit.
"Kak Rose!!!!!!!"
Fraud dan Yoshi sontak menoleh ke belakang. Seorang perempuan berpakaian pasien keluar dari rumah sakit sambil berteriak histeris seperti orang gila memanggil nama Rose.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
.
__ADS_1