Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 20


__ADS_3

Rose dan Luther tiba di sebuah rumah sakit di mana Yuna di rawat selama ini. Rose menatap gedung itu. Tempat di mana dia mendengar ucapan menyakitkan dari Luther tetapi sekarang rasanya kata kata itu tak semenyakitkan yang dia pikir karena Luther meminta maaf terlebih dahulu.


“ bagaimana kau bisa menemukan tempat ini dan mendengar pembicaraan kami waktu itu?” tanya Luther tiba tiba ketika dia teringat perdebatannya dengan Rose beberapa hari lalu.


Rose menoleh,” aku bisa menemukan tempat seperti ini dalam waktu sekejap, aku sedikit kecewa saat mendengar ucapan itu keluar dari mulutmu,” ucap Rose .


“ahhh maaf, aku memang ingin memanfaatkan mu dengan cara seperti itu, aku sangat ingin menghancurkan Yotan dengan mengambil semua yang ada padanya,”jelas Luther.


Rose paham dnegan hal itu,” aku tahu, tapi jangan bermain main dengan mengikat ku menggunakan anak Luter, jiak itu benar benar terjadi, bagaimana nasib anak itu nanti jika kau menghancurkan ku, kau tidak tahu rasa sakit kehilangan orangtua dan kasih sayang, untuk masalah balas dendam pada Yotan aku akan membantumu, jangan melakukan hal bodoh yang akan kau sesali,” Ucap Rose.


“ Baik, maaf dan terimakasih mau membantuku,"


Rose mengangguk sambil berjalan keluar dari mobil itu.


Mereka berdua menatap tempat itu. Insting rose mengatakan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka di sana. Dia melirik dengan ekor matanya, “ siapa itu?” pikir Rose sambil menatap ke arah gedung rumah sakit yang besar dan mewah. Jelas sekali tempat itu adalah salah satu rumah sakit termahal di kota itu.


Jangan remehkan kemampuan analisis Rose yang cepat karena dia adalah ketua komplotan mafia yang disegani dan ditakuti orang orang.


Dari atas sana, terlihat seorang perempuan sedang mengawasi mereka berdua dari balik jendela, menatap Rose dan Luther dengan tatapan bingung.


“ Alexa?” ucap Rose sambil melirik ke atas. Mendengar nama Alexa, sontak Luther terkejut dan menatpa Rose,” ada apa? Apa kau melihat dia di sini?” tanya Luther.


Rose mengangguk,” Dia ada di lantai tiga, sedang menatap dari jendela bagian kanan, sedang apa dia di sini? Apa kalian bertemu?” tanya Rose.


“ aku tidak tahu, aku tidak punya urusan dengan dia, “ jelas Luther.

__ADS_1


“ Lalu apa dia tahu Yuna adalah adikmu?” tanya Rose .


“ Tidak dia tidak tahu, namun ada kemungkinan dia sudah mengetahuinya jika dia berada di rumah sakit ini,” jelas Luther.


Rose terdiam, jika di biarkan, Alexa dapat mengganggu Yuna apalagi kalau sampai tahu Yuna adalah perempuan yang bisa menghancurkan karir kakak laki lakinya.


“ Tidak bisa begini Luther, Yuna harus segera dipindahkan, Alexa adalah perempuan licik, dia dapat melakukan segalanya untuk menghancurkan adikmu, apalagi jika sampai si bajingan Yotan jelmaan setan itu tahu, aku takut Yuna akan semakin trauma,” jelas Rose.


“ Bagaimana kau tahu?”


“ aku sudah tinggal dengan mereka bertahun tahun lamanya, aku paham bagaimana sifat mereka bisa begitu keji dan jahat terhadap orang lain, mereka bukan manusia, sebaiknya pindahkan Yuna tetapi jangan sampai dia tahu kalau Yuna berhubungan dengan keluarga kalian,” ucap Rose dengan nada serius.


Karena dia dengan sangat jelas tahu bagaimana jalan pikiran jahat orang orang di rumah Lart.


Melihat reaksi Rose, jelas ini adalah hal yang darurat. Luther paham apa yang harus dia lakukan, namun di satu titik dia menyadari sesuatu tentang dirinya lagi. Dia terkejut karena dia malah menurut dan mendengarkan penjelasan seorang Rose yang awalnya hanya ingin dia manfaatkan.


Alexa tersenyum sinis,” pasti si Rose anak sialan itu sudah di buang karena tidak berguna bagi keluarga Kim, hahhaha kasihan sekali kamu Rose, kenapa hidupmu tidak seberuntung hidup kami anak anak papa, kasihan sekali, harus hidup menderita, entah di mana keberadaan mu sekarang tapi aku senang kau tidak akan bahagia selamanya , akan kupastikan kau mati di tangan kak Yotan supaya semau harta keluarga Lart jatuh ke tanganku setelah aku membunuh kalain hehehehe...” gumam Alexa yang tengah mengenakan pakaian pasien.


“ Nona kita sudha siap untuk operasinya,” ucap salah satu perawat yang mengurus Alexa. Perempuan itu berbalik. Dia tersenyum seraya mengusap perutnya,” jangan menyalahkan ku nak, kau yang hadir terlalu cepat saat aku tidak butuh kehadiranmu, salahkan saja ayahmu yang aku bahkan lupa dia siapa ihihihijh... maaf ya kau harus mati hari ini,” ucap Alexa seraya menatpa jijik ke arah perutnya yang sudah mulai membuncit .


Perempuan Itu sedang mengandung 4 bulan hasil hubungan satu malam yang dia lakukan dengan sembarang pria yang dia temui di bar, dan dia berakhir di rumah sakit ini untuk membuang janinnya dengan menggunakan pemalsuan dokumen atas bantuan ibunya.


Alexa akan membuang kandungannya tanpa hati, manusia manusia yang lahir dari Nyonya Lia berakhir menjadi psikopat mengerikan yang tidak punya hati dan tenggang rasa terhadap orang lain.


Alexa mengikuti semua prosedur, dia memalsukan dokumennya dengan mengganti dokumen dengan pasien yang seharusnya menjalani prosedur itu karena memiliki penyakit yang membahayakan nyawanya jika kehamilannya berlanjut. Alexa mengganti dokumen tersebut, tentu dia harus membayar mahal atas apa yang dia lakukan.

__ADS_1


Sementara itu, Rose dan Luther berjalan beriringan bersama Eric dan Jay yang mengikuti mereka dari belakang.


“ Eric, cari tahu apa yang dilakukan oleh Alexa di gedung ini, aku tidak mau dia mengganggu Yuna sebelum Yuna di pindahkan,” ucap Luther.


“ Apa? Dia di sini?” tanya Eric dengan mata membulat sempurna.


“ benar, dia di sini, cepat periksa apa dia sudha tahu atau belum, “ titah Luther.


Eric mengangguk dan langsung pergi dari sana menuju ke bagian administrasi. Rumah sakit itu ada di bawah naungan yayasan milik orangtua Eric tetapi dikelola oleh pihak kedua dan Eric terkadang bertugas di sana sehingga dia memiliki akses khusus untuk mengetahui pasien di rumah sakit itu.


Sementara Eric mencari tahu, Luther, Jay dan Rose tiba di kamar Yuna di mana tuan Kim dan nyonya Park menemani gadis itu di sana.


Mereka masuk dengan perlahan. Di saat yang sama, Luther melepaskan topengnya.


“ Ma, Pa kami datang,” ucap Luther seraya melepaskan topeng itu dari wajahnya, juga melepaskan selaput cokelat dibalik topeng itu hingga membuat rose terdiam membatu saat meliat wajah asli Luther.


“ lu.. Luther kau?” Rose tercengang saat melihat wajah Luther yang bersih, tampan dan berseri di balik topeng yang selama ini dipakai oleh pria itu.


“ Ini aku yang sebenarnya Rose, sudah saatnya kau tahu,”


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2