Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 31


__ADS_3

Pria bertopeng, Luther benar benar seorang pria bertopeng yang hatinya busuk dan jahat. Hanya karena Rose memiliki latar belakang dari dunia bawah, dia menganggap gadis itu sebagai orang rendahan.


" Luther mama nggak setuju dengan keputusan kamu ini, ada apa denganmu, kenapa jadi begini!" protes nyonya Park sambil menatap putranya dengan tatapan kecewa.


Luther menghela nafas berat," Ma.. Sudah Luther bilang kalau Rose itu bukan menantu yang cocok untuk keluarga ini!!" tegas Luther.


Lagi lagi kedua orangtuanya mendengar alasan Yang sama tanpa ada kejelasan.


" Yang benar saja, apa alasan mu Luther apa alasan terbesarmu mengajukan perceraian pada Rose!?" Kali ini tuan Kim yang angkat bicara.


Luther menatap kedua orangtuanya, dia digelapkan oleh pandangan skeptisnya serta bisikan bisikan dari Yu Jin bahkan Eric sahabatnya. Sedangkan Thunder sudah tidak kelihatan selama beberapa hari belakangan sejak kejadian yang menimpa Jay. Dan Jay dirawat dengan perawatan intensif di rumah sakit yang sama dengan Yuna.


"Roseanne adalah anggota mafia, dan dia berasal dari dunia yang sama dengan Yotan, pria bajingan yang merusak masa depan adikku dan membakar wajahku di masa lalu, aku tidak.mau kehidupan kita dibahayakan oleh Rose Ma, Pa!!"


" Jay sudah menjadi korban karena menyelamatkan Rose, aku tidak mau dia korban lain karena berhubungan dengan wanita itu, sebelum terlambat aku akan mengakhiri hubungan ini, selain itu aku akan terus memburu Yotan!!" tegas Luther.


"Tidak ada yang boleh melarangku melakukan ini!" ucapnya lagi sambil menggenggam dengan erat dokumen perceraian yang sudah dia siapkan dengan bantuan Yu Jin perempuan licik itu.


Tuan Kim dan Nyonya Park tidak habis pikir. Namun di sini lain, mereka juga terkejut dengan kenyataan bahwa Roseanne adalah seorang ketua kelompok mafia.


" Bagaimana bisa aku kecolongan informasi ini, Jika Rose ketua kelompok Mafia maka dia tidak boleh bersama Luther, kami tidak mau kehidupan kami yang damai justru rusak karena banyak musuh!" batin Nyonya Park.


" Tapi janjiku untuk membantu Rose, janjiku pada Ibunya, bagaimana ini!? apa yang harus kulakukan!? haruskah aku lepas tangan seperti dulu!?" batin nyonya Park serta menggigit ujung jarinya.


Mereka pun tak setuju dengan posisi Rose sebagai ketua komplotan mafia Yang selalu berkonotasi negatif di mata semua orang.


Tuan Kim dan Nyonya Park juga masih ingin menjaga kehormatan mereka. Di mata masyarakat orang orang dari kelompok Mafia adalah orang yang harus dijauhi dan ditinggalkan, Rose pun demikian, dia sudah masuk ke dunia itu dan hidup di dalam nya.


"Lalu kapan kau akan memberikan dokumen itu!?" tanya tuan Kim sambil menatap Luther.


Pria itu hanya diam, dia menatap dokumen itu dengan tatapan dalam.

__ADS_1


Masih tersisa di otak nya yang gila di mana ciuman pertama dengan Rose serta ungkapan perasaan untuk memulai lembar baru dengan gadis itu saat keduanya di dalam mobil.


Tetapi seolah tidak ada artinya, semua momen itu hanya menjadi bunga kehidupan masa lalu bagi Luther.


" Yang pernah menikahiku adalah Rose yang bukan ketua kelompok mafia, dan yang akan kuceraikan adalah perempuan berbahaya yang tidak seharusnya masuk ke keluarga kita!" ucap pria itu dengan sangat tegas.


Tanpa mereka sadari, semua ucapan mereka akan mengubah kepribadian seorang Rose menjadi lebih kejam dan dingin.


Luther berjalan keluar dari ruangan kerjanya dengan membawa dokumen itu. Tatapan matanya tajam bak elang liar, langkahnya besar bak Goliat.


Dia melangkah menuju lobi perusahaannya, dan di sana ada Yu Jin, si detektif yang tampak merubah penampilannya menjadi lebih feminim.


Berdiri di depan sana sambil tersenyum menatap Luther yang baru turun dari atas. Mengenakan kardigan merah merona dan jumpsuit hitam yang sangat pas untuknya.


Cantik dan menawan tidak seperti biasanya.


"Ahh detektif, ada apa ?" sambut Luther dengan senyuman di wajahnya. Sangat berbeda dengan dia yang berbicara pada Rose ketika pertama mereka bertemu.


"Janji makan siang, bukanlah anda yang mengatakannya, saya datang lebih awal ya?" ucap Yujin dengan wajah tersipu malu. Jelas saja wanita ini akan terpikat dengan pesona Luther, pria yang sudah melepas topeng wajahnya tetapi hatinya masih ditutupi kebodohan.


Yu Jin tersenyum sempurna, dia mendekat pada Luther. Baginya Luther adalah tangkapan besar yang sangat pas untuk menjadi pendampingnya.


"Wahhh hahahah aku memang hebat, semua keinginanku akan tercapai, menjadi kepala Divisi lalu mendapatkan seorang pria tampan, sangat menyenangkan!" batin Yu Jin.


Luther dan Yu Jin pergi dari tempat itu, tanpa disadari Rose berdiri di sisi lain bangunan itu sambil mengeraskan rahangnya. Dia didamping empat sekawan, Riftan, Yoshi, Mike dan dr. Fraud untuk datang memenuhi undangan Ibu mertua gadis itu.


"Dia..dia telah menyatakan bendera Perang padaku!!" Rose terpukul. Dia benar benar merasa dipermainkan oleh dunia. Bagaiman bisa Luther tersenyum segembira itu pada perempuan lain di saat dia punya istri yang bahkan tak dia tanyakan kabarnya barang sekalipun


Fraud menggenggam tangan Rose, Mike merangkulnya, Yoshi dan Riftan menatap Luther dengan tatapan tajam.


"Apa kau mau kita balas dia sekarang Rose!? aku siap menghajarnya kapan pun!?" tanya Riftan.

__ADS_1


Rose menghela nafas berat, sakit sekali hatinya melihat hal itu tepat di depan matanya. Padahal dia sudah membuka hatinya, dan tak bisa dipungkiri Rose jatuh hati pada pria itu. Namun yang dia hadapi adalah pengkhianatan hanya karena dirinya berasal dari dunia bawah.


" Tak perlu repot-repot, kita selesaikan urusan dengan Ibu mertuaku," ucap Rose.


Meski sakit, dia harus menghadapinya, meski sedih dia harus bertahan.


" Ingat Rose kami ada di sampingmu, menjagamu !" ucap Fraud untuk menenangkan Rose.


Mereka naik menuju lantai atas, pertemuan ini tidak diketahui oleh Luther sama sekali. Rose dengan orang orang kepercayaannya masuk ke perusahaan itu Dengan berbagai pertanyaan yang muncul di kepala Rose.


Mereka tiba sesuai dengan arahan sekretaris nyonya Park yang sudah menunggu mereka di lobi.


Gadis itu dan empat temannya masuk ke ruangan yang ditentukan.


" Rose kamu datang sayang, " nyonya Park langsung menyambut Rose dan memeluknya dengan hangat.


Wajah Rose datar dan dingin dia mundur dua langkah lalu membungkuk hormat pada Nyonya Park,"Selamat siang nyonya Park, tuan Kim , saya datang memenuhi panggilan kalian sekaligus membahas masalah penting dengan kalian!" ucap Rose dengan nada dingin.


Tuan Kim dan Nyonya Park saling melirik, mereka sedih melihat Rose berubah jadi lebih dingin seperti saat ini.


" Ba..baiklah, silahkan duduk," ucap Nyonya Park.


Kini mereka duduk di sana, Riftan dan yang lainnya duduk di samping Rose berhadapan dengan tuan Kim dan Nyonya Park.


" Bagaimana keadaanmu nak? kami mengkhawatirkan kamu," ucap Nyonya Park.


" Saya baik, kita langsung saja ke topik bahasannya nyonya, apa hubungan anda dengan mendiang Ibu saya!?" ucap Rose sambil menatap Nyonya Park dengan tatapan dinginnya.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2