Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 34


__ADS_3

Rose menangis sesenggukan dalam pelukan Fraud dokter tampan yang sudah mencintai Rose sejak pertama kali mereka bertemu, bahkan ketika penampilan Rose masih gemuk dan tidak semenawan saat ini, dia telah jatuh hati dengan gadis itu.


Namun, rasa sukanya selalu dia sembunyikan. Takut jika Rose mengetahuinya dia dan gadis itu akan memiliki hubungan yang canggung. Fraud rela menahan perasaannya tepatnya 8 tahun sejak mereka bertemu.


Selama delapan tahun, dia menjaga hubungannya tetap baik dengan Rose, tidak menunjukkan perasaannya secara terang-terangan agar Rose tetap merasa nyaman di dekatnya.


Tetapi kali ini, ketika dia melihat pujaan hatinya hancur berkeping-keping, dia tidak akan tinggal diam, dia akan maju dan mengambil resiko dengan perasaannya. Dia akan menjaga Rose sebagai seorang pria bukan lagi sebagai sosok kakak.


"Aku akan melindungi mu Rose, akan kulakukan segalanya untuk menjagamu, sekalipun aku tahu mungkin cinta ku tak akan berbalas,"batin Fraud sambil mengusap lembut wajah Rose dan memeluknya dalam pangkuannya sambil menatap wajah Rose yang terlelap karena lelah menangis.


Riftan dan yang lainnya jelas tahu betul kalau Fraud menaruh hati pada gadis itu. Hanya di depan Rose dia terlihat lembek dan seolah mudah di taklukkan, tetapi di depan Riftan dan yang lainnya bahkan di hadapan orang lain, dia adalah sosok kejam yang dingin dan mengerikan.


"Sejujurnya aku lebih setuju Rose bersama Fraud, sekalipun kejam dia adalah sosok yang sangat mencintai Rose bahan sejak pertama mereka bertemu," bisik Riftan pada Mike yang duduk di sampingnya.


Mike si tampan maskulin itu mengangguk pertanda dia setuju dengan pendapat Riftan. Fraud lebih cocok menjadi pendamping Rose, tetapi mereka tahu cinta tidak bisa dipaksakan. Tetapi diberi dukungan sedikit untuk membuat Rose sadar kalau ada pria yang benar benar mencintainya di sisinya selama bertahun-tahun.


Tak beberapa lama, mereka tiba di rumah sakit tempat Jay di rawat. Beberapa hari lagi, mereka akan membawa Jay ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan intensif sampai pria itu benar benar pulih.


Rose terbangun dari tidurnya, mengusap kedua matanya yang bengkak karena menangis terus. Dia menatap sekeliling, jelas dia dalam pelukan seorang pria saat ini.


"kak? Apa kita sudah sampai?" Tanya Rose sambil menatap sekitarnya. Dia digendong oleh Fraud karena tak tega membangunkan gadis itu.


"Ya iya dong neng, udah jelas juga masih aja nanya," cetuk Mike seraya mencolek pipi gadis itu. Mereka selalu memperlakukannya seperti gadis kecil.


"hishhh jangan colek colek, dasar kau ini!"


"Hahahahaha.... habisnya gemesin," ucap Mike sambil tertawa.


"Kak turun," ucapnya sambil menatap Fraud.


Deg deg deg...


Jantung pria itu malah berdetak tidak normal dan pipinya memerah saat melihat Rose begitu menggemaskan di dalam pangkuannya.


"Nggak!"


"Nggak boleh!" Tolak Fraud.


Rose menatap heran padanya, kenapa pria pria di dekatnya jadi lucu begini!?

__ADS_1


"Wahh," Rose menggelengkan kepalanya.


"Kenapa wajahmu merah, dan jantungmu berdetak kencang kak!? Ada apa denganmu!?" Celetuk Rose seraya menepuk dada Fraud.


"arkhh sialan, kenapa juga aku jadi salah tingkah begini!?" Gumam Fraud yang terhipnotis pesona seorang Rose.


Klakk.. klakk...


Rose menghentakkan jarinya di depan wajah Fraud sambil menatapnya heran,"Kak!?" Tanya Rose.


"ehh ekmmmm... Nggak apa-apa!" Ucap Fraud yang langsung menurunkan Rose dan berjalan mundur lima langkah dari gadis itu dengan wajah paniknya. Dia menahan nafasnya berkali kali dan menelan salivanya berulang kali.


Wajahnya merah Semerah tomat dan jantungnya bak genderang perang.


" pfthhh bwahahhahahaha..... Ada yang salah tingkah nih!" Mereka semu tertawa terbahak-bahak meledek Fraud yang sangat jelas kalau dia sedang gugup. Padahal sebelumnya juga dia menggendong Rose seperti itu, bahkan lebih dekat dari itu, tapi hari ini karena semakin sadar perasaannya, Fraud malah jadi gugup setiap melihat Rose.


Rose masih bingung, dia menatap mereka heran sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka berjalan memasuki rumah sakit itu, Yoshi si pria bertopeng itu merangkul Rose dengan hangat, sedangkan Mike memainkan rambut gadis itu dari samping.


Rftan dan Harley memimpin di depan sedangkan Fraud menjaga jarak untuk mengendalikan debaran keras di jantungnya.


Mereka berjalan menuju ruangan VVIP, ruangan Jay yang ditempatkan oleh Eric dan Luther. Riftan membuka pintu ruangan itu dan menatap ke dalam.


"Hey sedang apa kalian!?" Suara teriakan Eric terdengar dari lorong di sebelah mereka. tampaklah Eric berlar menghampiri mereka dengan wajah panik berusaha untuk menghalangi mereka.


Rose menatap dingin," ayo masuk!" Ucapnya pelan.


Mereka semua tidak menghiraukan Eric, keenamnya masuk begitu saja tanpa menunggu Eric.


Takk...


Riftan menutup pintu kamar itu dan menguncinya dari dalam kemudian berjaga di sana agar tak seorang pun bisa mengganggu mereka.


Brakk... Brakk... Brak!


Suadar gedoran pintu terdengar, Eric tampak sangat panik saat melihat anggota mafia itu malah masuk ke kamar sahabatnya.


" Keluar kalian,sedang apa kalian dia dalam, keluar sekarang juga!!" Teriak Eric sambil menggedor-gedor pintu itu.

__ADS_1


"Berisik!" Kesal Riftan.


Eric tampak sangat panik,dia menatap ke dalam dan berusaha melihat apa yang terjadi di sana namun tubuh tinggi dan besar milik Riftan menghalangi pandangannya.


Sejak kejadian besar itu, Eric berakhir membenci Rose karena menurutnya, Jay mengalami Koma karena perbuatan Rose.


"Sial... Bagaimana ini!? Kenapa ketua mafia itu malah masuk ke dalam ruangan Jay, seharusnya ku larang!!" Eric berjalan mondar-mandir ke sana kemari.


Sementara itu di dalam ruangan, Rose duduk di samping brankar Jay. Fraud telah menunjukkan hasil tes DNA yang dia lakukan dan hasilnya baru keluar dua hari yang lalu.


Jay adalah kakak kandung Rose yang dibuang oleh tuan Lart dan nyonya Lia Karena takut jika suatu saat anak itu akan menguasai seluruh harta yang ditinggalkan oleh mendiang ibu mereka dan menjadikan Jane grup sebagai miliknya.


rasa takut dan serakah itu berhasil menutup kemanusiaan mereka. Tuan Lart tega membuang putranya sendiri demi harta dan menghancurkan hidup anak-anaknya.


Rose menatap Jay," pantas saja aku merasa familiar dengannya, kakak... Sampai akhir kau terus menjagaku, sekalipun kau tidak ingat denganku," ucap Rose.


Dia tampak tegar dan kuat, tak ingin dia terlihat menyedihkan dan khawatirdi depan kakak laki-lakinya.


"Kak Fraud, kapan kakakku bisa bangun lagi?? "


"Aku punya banyak hal yang ingin diceritakan padanya" ucap Rose.


"Kita tidak tahu kapan Rose, tapi aku akan mengusahakan. Pengobatan terbaik untuk kakakmu, semua akan kulakukan, jadi ku mohon bertahanlah sampai semuanya berakhir dengan baik," ucap Fraud seraya menepuk pucuk kepala Rose.


"Benar ucapannya Rose, kau harus kuat!" Ucap Mike.


"Jangan biarkan pada berandal itu mengusik mu!'


"Ingat Rose kami ada di sisimu" ucap Mike dengan penuh keyakinan.


Rose mengangguk, lemah, dia masih sakit dan hancur karena pria gila yang nyatanya hanya seorang pria bertopeng.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2