
Rose tersadar dengan posisi mereka, tangannya tepat berada di depan dada pria itu dan berhasil membuatnya merasakan debaran jantung Luther yang tidak stabil bahkan dengan jelas melihat wajah Luther memerah bak tomat yang sudah matang.
“ ehhhmm... ba.. baiklah tapi jauh jauh dariku, kau mengesalkan,” ucap Rose yang langsung melepaskan dirinya dari pelukan Luther. Entah kenapa dia malah gugup dan rasanya panas di saat yang sama.
Sama dengan Luther, pria itu malah berdebar dan gugup saat menatap mata Rose tadi.
Akhirnya dua anak manusia dengan ego tinggi ini pergi bersama menuju tempat yang dimaksud oleh Luter. Eric dan Jay juga ikut sedangkan Thunder sejak dini hari tadi sudah berangkat menuju kantornya untuk menuntaskan pekerjaannya yang sangat banyak.
Luther mengemudi dengan tenang sedangkan Rose duduk sambil memainkan ponselnya. Dia sudah tahu siapa dalang di balik kejadian janggal yang menimpa para gadis dan anak anak yang jadi sasaran para penculik biadab itu. Hanya saja mereka sama sekali tidak bisa melacak lokasi organisasi hitam yang sangat menakutkan itu.
Luther sesekali melirik ke arah rose, dia penasaran dengan gadis itu dan apa yang membuatnya begitu serius membaca ponselnya sendiri.
Tiba-tiba ponsel gadis itu berdering,” harley?” ucapnya.
“ Ada apa?” tanya gadis itu menjawab panggilan tanpa meminta ijin pada Luther yang jelas bisa mendengar percakapannya dengan Harley.
“ master, kasus penculikan serentak terjadi lagi hari ini dan korbannya berada di lima titik kota ini master, apa yang harus kita perbuat, jika di biarkan maka dia akan semakin meraja lela, kali ini anak anak pun jadi korbannya master, kami harus bergerak sekarang, saya tidak tahan jika begini terus, kita harus..
“ hishhhh dasar cerewet, kau diam dulu, kau pikir dengan bergerak sekarang akan berhasil menemukan tempat para bajinagn itu? Dasar bodoh!!” umpat Rose dengan wajah kesal dan marah.
“ ta.. tapi master mereka sudah melakukan hal bejat, apa darahmu tidak mendidih melihat itu? Apa darah master tidak mendirih saat mendengar tangisan anak kecil yang merintih meminta tolong master ayolah perintahkan kami melakukannya perintahkan kami...” desak Harley.
“ arhkkk bisa diam tidak? Kau ini sangat cerewet, kau pikir aku tidak terbeban juga? Dasar Harley Gila!!" kesal Rose sampai meninggikan suaranya dan membuat Luther yang duduk di sebelahnya terkejut.
"Ekhmmm.. Maaf untuk itu, aku hanya sedang kesal," ucap Rose seraya melirik pria itu dari ekor matanya sambil mengakhiri panggilan.
"Tak apa, tetapi ada apa denganmu?" tanya Luther penasaran.
"Hanya masalah pekerjaan, bukan apa-apa," ucap Rose dengan cuek.
"Emm siapa Harley?" tanya Luther.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan pria itu sontak membuat Rose menatap ke arahnya dengan tatapan heran. Sejak kapan pria bertopeng yang gila itu penasaran dengan dirinya?
"Harley orang yang paling ku percayai di dunia ini, bahkan aku lebih percaya padanya dari pada dirimu tuan Luther," jawab Rose dengan gamblang.
"Ahh baiklah," ucap Luther lalu kembali menatap ke depan dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak. Justru karena dia bertingkah begini membuat Rose semakin penasaran, sebenarnya Luther itu seperti apa dan kenapa dia memiliki sifat yang labil seperti anak remaja.
Rose menatapnya terus menerus, memicingkan kedua matanya dan menaruh curiga pada Luther.
" Ada apa? kenapa kau menatapku begitu!?" tanya Luther.
"Tidak ada apa-apa!" jawab Rose lalu kembali duduk tegap dan menatap lurus ke depan.
Entah kenapa melihat tingkah Rose yang demikian malah membuat hati Luther senang. Segurat senyum tipis setipis tissue tergambar di wajahnya yang bertopeng itu.
"Rose, maaf karena mengacuhkanmu tiga Minggu belakangan, aku tahu aku salah tapi keadaan cukup darurat bagiku," ucap Luther tiba-tiba.
Mendengar suaminya meminta maaf berhasil membuat Rose menoleh sempurna pada Luther. Dia menatap Luther dengan tatapan terkejut karena tidak menyangka kalau Luther akan dengan berani meminta maaf pada dirinya yang bukan siapa siapa bagi kehidupan Luther.
Rose terdiam sejenak, dia jelas tahu apa yang terjadi pada Yuna. Karena dia memegang rahasia Yotan yang baru dia perjelas waktu itu.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Rose seolah dia tidak tahu apapun.
Luther terdiam, dia tiba memutar haluan mobilnya dan memarkirkan benda besi itu di pinggiran jalan. Dia mencengkram erat kemudi mobil sambil menatap penuh dendam lurus ke depan.
Jujur saja membicarakan hal tersebut seolah membuatnya harus mengulang kejadian yang dialami adik kesayangannya yang malang. Hidup menderita karena kejadian itu membuat Yuna tak bisa bersosialisasi dengan baik. Bahkan semua teman nya pergi menjauh dari dia.
Perlahan dia menoleh ke arah Rose yang mengamati ekspresi wajah Luther meski tak bisa melihat semuanya dengan jelas.
"Adikku diperkosa oleh seseorang yang sangat kejam, dia disiksa dan dipukuli sampai mengalami trauma berat, bahkan bayi yang dia kandung dibunuh oleh ayah bayi itu sendiri tanpa peduli masa depan Yuna akan gelap ," ucap Luther dengan nada penekanan penuh dendam.
"Awalnya Yuna hilang, kami mencarinya selama seminggu lebih. Keberadaan nya tidak bisa kami lacak seolah Yuna menghilang dari muka bumi ini, tetapi tiba-tiba Yuna pulang ke rumah dalam kondisi mengerikan, wajahnya lebam dan tubuhnya penuh luka," Jelas Luther.
__ADS_1
" Kami bertanya padanya tapi dia menyembunyikan semuanya sampai dia ketahuan hamil saat aku menemukan test kehamilan di tempat sampah kamarnya,"
"Seluruh keluarga terpukul mendengar kisahnya, saat Yuna ke rumah sakit sendirian untuk memeriksa kandungannya yang sudah berjalan tiga bulan, tak disangka dia ditabrak oleh ayah dari bayi itu sendiri, sejak saat itu Yuna menggila, dia melarang kami menemui pelakunya dan terus menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjaga bayinya," jelas Luther sampai dia sesak nafas.
Dadanya terasa sakit, tubuhnya terasa lemas dan hatinya begitu pedih saat mengingat Yuna dengan wajah pucat menangis memohon agar keluarganya jangan mengejar pelaku. Yuna menangis setiap hari, mengutuk dirinya bahkan menjadi gila dan sering berhalusinasi sejak kejadian itu.
Dendam di hati Luther sangat besar, dia benar benar ingin menghabisi pria sampah yang mencuri masa depan adiknya yang baik.
Luther gemetar, jelas Rose lihat kesedihan mendalam dalam diri pria itu. Seketika Rose teringat dengan seseorang yang dia kenal, yang juga memiliki masa lalu yang kelam bahkan hampir gila karena kehilangan istri dan Anaknya.
"Harley, kau memiliki rasa sakit yang sama dengan gadis itu," batin Rose.
"Siapa pelakunya?" tanya Rose.
Mendengar itu membuat Luther menatap Rose lagi, menatap dalam dalam netra gadis itu. Kedua matanya menahan air mata kesedihan dan jelas sekali Rose tahu perasaan Luther yang hancur karena perbuatan Yotan.
"Seseorang yang sangat kau kenali Rose, sangat dekat denganmu," ucap Luther.
"Hahh.....
Greepp....
"Maafkan aku...." Tiba-tiba Rose menarik Luther dan memeluk pria itu untuk menenangkannya.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1