
Rose berjalan di sepanjang lorong rumah itu. Nyonya Park dan Tuan Kim sedang keluar bersama, para pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka.
Rose terus berjalan tanpa peduli dengan tatapan menjengkelkan dari Pak Mus yang sejak tadi memelototinya dengan tatapan marah seolah dia mengamuk karena Rose datang ke rumah itu.
Rose berjalan dengan pelan sambil menatap ponselnya. Berita terbaru hari ini adalah pengesahan Alexa Lart sebagai kepala departemen Pemasaran Grup Jane.
" Hah... perusahaan itu akan hancur jika dia dipimpin oleh Alexa, dasar orang-orang bodoh ini, beraninya mereka menarik seorang kepala departemen baru tanpa persetujuan pemegang sahamnya," gumam Rose.
Gadis itu terus berjalan, dia memiliki ketertarikan besar terhadap dunia bisnis sehingga membuatnya tertarik dengan berbagai berita tentang bisnis.
Saat Rose sedang serius tiba-tiba bulu kuduknya merinding saat merasakan sesuatu lewat dari belakang tubuhnya.
Swohhhsss....
"A..apa apaan itu!?" Mata Rose membulat sempurna saat berbalik tetapi tak menemukan siapapun di sana.
"Tck apa hanya perasaanku!?" pikir Rose sambil menatap rumah itu dengan tatapan nanar.
Dia berjalan lagi, tetapi kali ini perasaannya semakin tidak enak, seolah ada seseorang yang berjalan mendekatinya dengan aura yang menyeramkan.
Srakk... srakk.. srakkk...
" Siapa itu!?" teriak Rose sambil berbalik ke belakang, tetapi lagi-lagi dia tidak menemukan siapa pun di sana.
Rose mengeraskan rahangnya," Sialan, siapa yang mencoba mengganggu ku!?" geram Rose mendengus kesal.
Gadis itu berjalan lagi dengan perlahan sampai beberapa langkah, dia melirik dengan ekor matanya, ada seseorang yang berjalan di belakangnya sambil mengendap-endap. Tidak jelas karena dia melihatnya dengan jarak pandang yang sedikit.
Orang itu berjalan mengendap-endap sambil menatap Rose dengan tatapan aneh. Dengan posisi kedua tangan terangkat seolah hendak mencengkram Rose.
"Hmm... kena kau!" batin Rose yang langsung berbalik dan...
Srettt....
Dia menarik tangan pria itu lalu mengangkat tubuh orang itu dengan kuat dan mengayunkannya ke atas hingga....
Bruukkkk....
__ADS_1
" Arrkhhhhhh.... pantat emasku!!!!" suara jeritan kesakitan dari Eric terdengar di seluruh penjuru saat hantaman keras dari Rose berhasil mengalahkan kejahilannya yang hakiki.
Pria gesrek itu di hantam ke atas lantai oleh seorang wanita tanpa aba-aba.
" Siapa kau!??" Geram Rose sambil menatap Eric dengan tangan Rose yang mencengkram kerah pakaian Eric begitu kuat sampai membuat Eric tercekik karena ulahnya.
" Arkhh.... maaf maaf, kau membuatku tidak bisa bernafas dasar perempuan gila, dasar Gorilla, lepaskan aku!!!" teriak Eric sambil menepuk nepuk lengan Rose Karena kehabisan nafas.
"Kau!?" Rose terkejut melihat Eric, pria yang mengerjainya semalam sampai membuat dia kehilangan ciuman pertamanya.
"Mwehehheheheh.... halo Nyonya besar Luther, senang bertemu denganmu, lepas dulu ya, akang tampan gak bisa gerak," celetuk Eric sambil tertawa cengengesan seraya melambaikan tangannya ke arah Rose.
"huhhh... dasar pria gila!!!" kesal Rose sambil bangkit dari sana dan langsung pergi meninggalkan Eric.
Eric tertawa geli, dia pikir Rose adalah sosok yang mudah ditindas, tau taunya dia yang terkena jurus sakti Rose di waktu mereka bertatapan secara langsung.
"Hahaha... aku menyukaimu nona!" seru Eric sambil berlari seperti anak kecil dengan celana pendeknya dan kaos oblong merahnya mengejar Rose yang berjalan dengan kesal.
"Hei tunggu aku cantik," ucap Eric.
Rose menatap Eric dengan tatapan berapi api," mau di banting lagi hmmm!??" tanya Rose sambil membulatkan kedua bola matanya.
Rose menatapnya sambil menaikkan sebelah alisnya dengan bibir yang ikut naik sebelah saking herannya dengan kelakuan jenaka pria bobrok itu.
" Orang ini benar-benar sinting, apa kepalanya terbentur karena ku banting tadi, ckckck padahal masih muda," Rose tak menghiraukan pria itu dan malah membuat Eric cemberut.
" Hei nona cantik lihat aku!!" seru Eric.
Rose menatap heran ke arah Eric" Hmm... apa!?" ketus Rose sambil menatapnya dengan tatapan kesal.
"Mau berteman?" tanya Eric sambil tersenyum manis seperti anak anak.
Rose menatap tangan Eric yang menggantung," Kenapa aku harus berteman denganmu?" tanya Rose.
"Emm begini, kau kan istrinya Luther dan aku temannya maka kita bisa berteman, aku tahu kau pasti benci pada pria pemarah itu Karena aku juga sama, aku benar benar ingin membuat dia melepas topeng monyetnya itu, kau juga pasti penasaran kan? selain itu aku tidak punya banyak teman, apa kau tidak mau berteman denganku!?" tanya Eric sambil mengerucutkan bibirnya dan memainkan jarinya seperti anak kecil yang memelas.
" Wahhh kau benar benar manusia aneh, apakah tidak sadar umur mu berapa!? kenapa seperti anak-anak!? sadarlah hei pak tua!" senggak Rose.
__ADS_1
Eric terkekeh," ya maaf, habisnya kau seperti ketakutan tadi, tangan dan kakimu gemetar tapi mulutmu penuh genderang, hahahha... aku hanya ingin berteman denganmu," ucap Eric sambil tertawa.
Rose menatap Eric. Intonasi pria itu langsung berubah seratus persen dari yang tadi.
"Wahhh Kau sangat hebat, kalau begitu...
Rose mengambil tangan Eric dan berjabat tangan dengan pria itu," Aku Roseanne Jane Mari kita berteman, karena sama-sama membenci si brengsek aneh itu!" ucap Rose sambil tersenyum manis.
Eric terdiam, dia menatap Rose sejenak selalu dia sedang melamun lalu tersadar kembali sambil membalas jabat tangan Rose.
" Baiklah berteman!" balas Eric sambil tersenyum lembut.
keduanya berjalan menuju ruangan gym sesuai arah yang ditunjuk Eric pada Rose. Pak Mus menatap Rose dengan penuh kebencian, " Aku tidak ingin perempuan lemah itu menggantikan posisi nona Yuna, cukup satu orang putri di rumah ini!!" geram Pak Mus.
Rose dan Eric masuk ke ruangan Gym sambil berceloteh ria. Tampaknya dua manusia beda gender ini sangat cocok satu sama lain.
"Apa kau biasa olahraga pagi?" tanya Eric.
Rose mengangguk," Sebelumnya sangat jarang, inilah kenapa tubuhku segendut ini," jawab Rose sambil tersenyum.
"Wahh kau pasti butuh usaha keras untuk me...menguruskan tubuhmu," ucap Eric seraya menatap Rose dengan tatapan Ragu.
Rose tersenyum," kita lihat saja, kau mungkin salah," ucap Rose yang memulai pemanasan nya.
Eric memiringkan kepalanya tak yakin," tubuh segemuk ini akan butuh waktu untuk bisa menjadi gitar spanyol yang aduhai, selain itu wajah gembulmu tidak akan terlihat lagi, " ucap Eric.
" Itu tujuanku Eric," balas Rose.
Mereka memulai olahraga pagi mereka . Luther menatap Rose dari balik pintu ruangan gym dengan tatapan sinis," Jika bukan karena aku membutuhkanmu, aku tidak akan membawa gadis di bawah rata-rata sepertimu ke dalam rumahku, memalukan, lihat gelambir lemaknya yang menjijikkan itu, akan butuh waktu lama untuk membuatnya kurus!!' kesal Luther.
"Hei Luther sedang apa!? kenapa menatap Rose dengan tatapan membunuhmu itu!" Suara Thunder menyadarkan lamunan Luther.
" Dia Juga bukan seseorang yang layak kau remehkan Luther, kau lihat sendiri dengan mata kepalamu apa yang tadi dia lakukan pada Eric, jangan memanfaatkannya lalu membuangnya!" ucap Thunder dengan nada dingin saat dia dengan jelas bisa membaca isi pikiran konyol sahabatnya itu.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗