Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 44


__ADS_3

Eric melangkahkan kakinya perlahan dan masuk dengan ragu-ragu. Jelas dia merasa bersalah terhadap Rose, tetapi tampak sekali kalau Rose tidak menaruh dendam padanya bahkan menyambutnya dengan senyuman hangat.


Dia masuk dengan ragu-ragu, Yuna yang sudah berada di ruangan itu langsung menghampiri Eric dan menggandeng tangan pria itu membawanya ke tempat yang lain.


" Kak Eric pasti khawatir kan?" tanya Yuna.


Eric mengangguk," Apa kau baik-baik saja? apa yang sebenarnya terjadi padamu? " tanya Eric seraya menatap Yuna dengan tatapan khawatir.


"Detektif itu yang melakukannya, dia bekerja sama dengan orang itu..." jelas Yuna dengan wajah sendu mengingat sampai saat ini, Yotan masih mengincarnya.


Eric menepuk punggung Yuna dengan lembut. Mereka berdua bergaung dengan Rose dan anak anak lain.


Yuna dibawa oleh anak buah Rose yang berjaga di markas Bloody Rose. Gadis itu langsung diboyong ke kediaman Fraud atas perintah Roseanne yang mengetahui kabar buruk ini.


Mereka duduk di sana bersama anak-anak lain, Rose berdiri sambil bercerita tentang banyak hal seperti sedang mendongeng sebelum tidur.


Hari semakin gelap, Luther dan Yu Jin tiba di markas Bloody Rose, tetapi sial seribu sial yang mereka temukan hanya bangunan kosong dan sepatu Yuna yang berlumpur di depan pintu masuk gedung markas Bloody Rose.


Tidak ada siapa pun di sana. Luther menatap gedung itu dengan wajah pias," Sialan, di mana mereka semua!!!!" geram Luther.


Yu Jin bahkan sampai kebingungan saat tak melihat satu pun anak buah Bloody Rose di tempat itu. Setahu dia hubungan Yuna dengan Rose itu baik, sehingga dengan mengirim Yuna ke tempat itu, dia bisa menjebak mereka karena hubungan baik, tapi tak tahunya Yuna benar benar hilang karena ulahnya.


"Bagaiman ini ke mana aku akan mencari adikku!!!" Luther berdecak kesal.


Yu Jin memijit pelipisnya, semuanya berada di luar kendalinya. Anak buah yang dia tempatkan sebagai penyusup pun tak bisa dihubungi.


Seluruh area markas itu di sisir, tapi yang mereka lihat hanya gedung bersih yang kosong, seolah hanya dipakai di siang hari.


Luther dan pasukannya pulang dengan tangan kosong. Yu Jin sendiri sangat kesal karena dia pikir hari ini, dia pasti akan berhasil menjebak organisasi yang dipimpin oleh Rose, tak tahunya Yuna malah tidak terlihat.


" Apa yang sebenarnya terjadi!? apa Yotan membawa gadis itu!? bagaimana bisa jadi kacau begini!!!" batin Yu Jin tidak terima.


" Yu Jin, sekarang apa yang harus kita lakukan!??" tanya Luther.

__ADS_1


Yu Jin menatap anggota kepolisian yang sudah menyisir area itu dan mencari jejak perlawanan, tapi tak ditemukan barang setitik pun.


" Sebaiknya kita lanjutkan pencarian besok, terus hubungi perempuan itu, dia pasti sudah membawa Yuna, jangan sampai dia menyakiti gadis tak bersalah itu!!" ucap Yu Jin.


Luther mengangguk paham. Mereka tidak punya petunjuk sama sekali tentang keberadaan Yuna kecuali Rose memberikan petunjuk pada mereka.


Mereka semua pulang dengan tangan kosong. Luther tampak sangat kecewa tak menemukan Yuna bahkan tak memiliki petunjuk tentang keberadaan adiknya. Yang mereka temukan hanya gedung kosong tak berpenghuni dan sepatu Yuna yang memang sengaja dilepas dan diletakkan di dekat pintu masuk gedung itu.


"Luther, aku akan kembali ke kantor, kau beristirahatlah, besok aku akan menghubungimu, kami akan berusaha melacak keberadaannya," ucap Yu Jin seraya menenangkan Luther yang terlihat sangat khawatir.


"Segera hubungi aku jika menemukan petunjuk," ucap Luther yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Yu Jin.


Mereka semua berangkat dengan tuhan mereka masing-masing. Yu Jin dengan tekad bulatnya kembali ke kantor polisi.


Brakk!


"Sialaannn!!!" pekik Yu Jin saat dia tengah mengemudikan mobilnya. Semuanya hancur, rencananya berantakan, entah apa yang terjadi, padahal dia sudah memastikan kalau gedung itu pasti selalu diisi dengan anak buah Rose.


Tetapi dia tidak tahu kalender wajib kelompok itu. Setelah kejadian meninggal nya salah satu anggota mereka di tangan Yotan, Rose memberikan libur panjang bagi anggotanya.


Yu Jin salah perkiraan, mata mata yang dia tempatkan sekarang sudah tak terlihat sama sekali. entah apa yang terjadi pada orang itu.


Perempuan itu mencoba menghubungi Yotan tapi entah sudah ke berapa kali, Yotan sama sekali tidak menjawab panggilannya.


"Sialan kemana semua orang, kenapa harus begini!!!" umpat Yu Jin.


Sementara itu di Hongkong, Yotan tengah menikmati keindahan surgawi dengan bermain bersama kupu-kupu malam favoritnya. Bermain sampai puas di ruangan karaoke yang dijaga ketat oleh anak buah ya tanpa tahu kalau dia sudah jadi target seseorang.


Dr. Fraud menatap gedung bar itu sambil menghisap cerutunya. Coat yang dia pakai terlihat sangat cocok untuk tubuh tegapnya. Kacamata hitam dan potongan rambut yang rapi membuatnya sangat tampan.


"Yoshi, Riftan bagaiman kabar di tempat Rose?" tanya Fraud.


" Mereka sudah membawa gadis itu ke rumah, selain itu adik dari detektif itu akan membuat pengumpan besar lusa, semua berjalan dengan lancar," jelas Riftan yang terus terhubung dengan Rose, Harley dan Mike.

__ADS_1


Fraud mengangguk paham. Dia menyeringai menatap gedung di mana Yotan berada. Gedung itu telah dikepung, dan disabotase oleh anak buahnya.


Di saa yang sama seseorang tiba-tiba berlari ke arah Fraud,"Brother!!!!" Suara teriakan pria yang terdengar seperti suara Roki membuat Fraud menoleh dengan tatapan sinis ke arah kedatangan pria bermasker hitam dan berjaket kulit tebal cokelat itu.


Fraud memutar malas kedua bola matanya," Apa kau masih menggunakan alat itu!? aku jijik mendengar suaramu berubah, lepas itu!!!" ketus Fraud seraya menatap sinis ke arah Timothy Kakak laki lakinya yang menyamar sebagai Roki untuk mengelabui Yotan.


Timothy tertawa, dia melepaskan maskernya dan tampaklah wajah Roki di sana. Fraud malah semakin kesal, karena Timothy sangat senang mengganggunya.


" Ahahahahaha apakah ini cocok denganku!? wajah ini? suara ini!?" celetuk Timothy sambil tertawa cekikikan.


Bughh...


"Akhhh sakit bangsat, yang sopan pada kakakmu!!!" teriak Timothy sambil mencapit kepala Fraud di bawah ketiaknya.


" Arkhhh lepaskan aku kampret, kau yang mulai, sakit woii!!!!" Fraud dan Timothy berdebat lagi. Hal Ini sudah jadi pemandangan biasa bagi Riftan dan Yoshi yang sedikit banyak kenal dengan keluarga Fraud.


"Tidak ada ketenangan satu hari saja, ARHHHH dasar dua manusia ini!" ketus Yoshi sambil melangkah masuk ke dalam bar itu sembari membuka topengnya. Wajahnya sebagai letnan di kepolisian pun tampak, Riftan mengikutinya dari belakang, keduanya berbaur dengan orang orang yang ada di sana, sambil terus berkomunikasi dengan mata mata mereka.


Fraud dan Timothy pun demikian, dia dan kakak laki-lakinya serta orang-orang nya menyebar ke segala penjuru untuk memastikan tak ada jalan keluar bagi Yotan untuk melarikan diri.


Tiba-tiba....


Duarr!!


Suara tembakan terdengar menggelegar di dalam bar tersebut. Musik berhenti!


Semua orang berteriak ketakutan dan langsung tiarap di tempat. Seorang gadis berlari tanpa busana dengan tubuh bersimbah darah dari dalam ruang karaoke di lantai dua.


"Hahahhaha.... kau pikir jal4ng busuk sepertimu bisa menjebak ku!? katakan!?? katakan organisasi Mana yang mencoba menangkap ku hah!? KATAKAN SIAPA SIALAN!!!!"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2