Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 30


__ADS_3

Luther duduk di dalam ruangannya sambil menatap beberapa foto dan dokumen yang dikirimkan oleh Detektif Yu Jin padanya.


Dia menatap layar komputernya yang berisi beberapa foto Rose yang tengah duduk diantara para petinggi kelompok mafia. Duduk di bagian paling tengah dengan segelas wine dan senyuman mempesona, hanya dirinya seorang perempuan di antara 30 pria berstatus pimpinan kelompok mafia itu.


Beberapa dokumen dikirim oleh Yu Jin terkait dengan identitas asli Rose. Beberapa foto saat gadis itu melakukan transaksi dan masuk ke beberapa bar. Foto foto itu sudah lama dia pegang karena sejak awal dia memang sudah menargetkan organisasi itu.


Yu Jin sangat nekat sampai berani mengirimkan benda benda itu pada Luther yang jelas adalah suami dari Rose.


"Perempuan berbahaya!" ucap Luther sambil menatap layar dengan tatapan kesal karena dia merasa dirinya, keluarganya dan seluruh temannya ditipu oleh Rose.


Hubungan antara Rose dengan Yotan adalah saudara tiri dan mereka sama sama berhubungan dengan dunia bawah.


"Apa jangan jangan dia menikah denganmu karena usulan Yotan!?" Eric dengan segala kecurigaannya masuk ke dalam ruangan itu sambil menatap Luther dengan tatapan penasaran. dia juga sudah melihat semua gambar dan dokumen itu.


Mendengar ucapan Eric sontak membuat Luther menyadari sesuatu. Pernyataan pria itu jelas masuk akal. Bisa saja Rose menjadi tangan kanan Yotan untuk melukai keluarga mereka.


atau bahkan Rose sendiri sama seperti Yotan, ingin menghancurkan dia dan keluarga nya sama seperti yang dilakukan Yotan pada adiknya.


Brakk...


Luther menggebrak meja kerjanya," Sialan!!!' umpat pria itu sambil mengeraskan rahangnya.


"Apa jangan jangan ini tujuan perempuan itu memintaku memindahkan Yuna!? ke tempat yang dia tahu!? arkhhh Roseanne beraninya kau!!!" geram Luther.


"Sialan, kalau begitu Lokasi Yuna sudah diketahui, kita sebaiknya segera membawa Yuna pergi!"ucap Eric yang menjadi panik.


Segala prasangka buruk mereka jatuhkan pada Rose, seolah Rose adalah dalang dibalik semua kejadian ini.


Sementara mereka pusing di sana, Roseanne sedang menatap layar komputernya sambil menyesap wine mahal kesukaannya sembari menatap wajah seorang perempuan licik yang telah membuat namanya rusak di luaran sana.


" Nona, dia mulai menyebarkan berita bohong, setidaknya itu yang saya dapatkan dari rekaman penyadap di ruangannya, dia ini orang sinting!" ucap Yoshi, pria tampan yang melepaskan topengnya, dia memakai penyamaran dan merupakan anggota kepolisian sekaligus menjadi ketua tim di kelompok divisi bagian Satres narkoba.


Jika di kepolisian dia ketua maka di organisasi ini dia adalah penyusun taktik yang licik dan gila, Yoshi menjadi tangan kanan Rose untuk masuk ke kepolisian terutama dalam masalah narkoba.

__ADS_1


Tidak munafik, kelompok Rose juga menjalankan pengedaran benda itu namun disebarkan kepada rumah sakit melalui lembaga berijin dan resmi yang jelas diketahui publik sebagai lembaga yang bekerja sama dengan Badan pengawas Narkotika untuk mengatur laju masuk dan keluar benda benda itu.


"Kak Yoshi, apa hanya itu yang kau dapat dari jal4ng sialan itu!? apa kemampuanmu sudah berkurang atau dia yang terlalu bodoh memilih lawan!?" ucap Rose sambil menatap foto Yu Jin yang sejak lama telah mengawasi organisasi mereka. Cukup nekad dan gila, tapi jelas tujuannya adalah menghancurkan mereka.


"Ayolah Roseanne, aku tidak sebodoh itu, dia memang hanya terpaku pada tujuannya tanpa sadar kalau dia diawasi," jelas Yoshi.


" Apanya yang tidak sadar!" dr. Fraud datang dan mengambil semua wine milik Rose lalu menatapnya dengan tatapan kesal..


" Kak Wine ku!!!' teriak Rose.


" Ckkk dasar bodoh, lukamu belum tertutup sempurna tapi kau langsung menyiraminya dengan alkohol, mengesalkan sekali!!" ketus Fraud sambil menenggak semua wine itu tanpa sisa.


Rose hanya bisa mendengus kesal, wine adalah minuman kesukaannya, tetapi jelas hanya dia tunjukkan di depan organisasi nya.


"Dengar aku ya, perempuan seperti detektif nekat ini, tidak mungkin tidak sadar kalau dirinya sedang diawasi!' ucap Fraud sambil menatap foto foto itu.


" Dia pasti menjadikan dirinya umpan, agar kita bertindak lengah dan sengaja melukainya karena terusik dengan kehadirannya, dengan melukainya maka aka ada celah bagi dia untuk menangkap anggota kita yang ujung-ujungnya akan membuat kasus lain dengan sengaja!" ucap Fraud.


"Wahhh tumben otak kau jalan, biasanya yang kau ingat hanya mutilasi dan bagian perkakas dalam manusia, kenapa sekarang sedikit encer!?" celetuk Riftan.


" Hmmm... kau tahu kampret, itu namanya kiasan!!" kesal Riftan.


Rose menganalisis ucapan Fraud. Tentu saja ucapan itu jelas sekali masuk akal, mungkin saja yang diucapkan oleh Fraud benar dan Yu Jin sedang memerangkap mereka dengan menggunakan berbagai cara licik.


" Sebaiknya langsung kita akhiri saja karirnya, dia sangat mengesalkan!" ucap Rose.


" Jangan begitu, lebih baik kita sedikit bermain main dengan orang bodoh itu!' ucap Riftan sambil tersenyum sinis.


Dia berjalan ke depan dan membuka saluran CCTV yang terhubung langsung ke tv digital di ruangan itu.


Masing masing mereka menatap ke arah rekaman CCTV saat ini. Ada Luther dan Yu Jin yang sedang duduk berdua di lobi rumah sakit sambil saling berhadapan dan tampak sangat dekat seolah sedang membicarakan sesuatu.


"What the H*ll!!" Teriak Mike terperangah dengan rahang terjatuh ke bawah sambil menatap rekaman itu dengan mata membulat sempurna.

__ADS_1


Rose bahkan sangat terkejut melihat betapa dekatnya dua anak manusia itu. Mereka berdua sedang berdiskusi, terkadang yu Jin menyentuh lengan Luther dan tertawa bersama pria itu.


Dan gilanya lagi, Eric yang sudah tidak waras duduk di sana sambil tersenyum menatap mereka sambil memotret keduanya .


Deghhh....


Ada rasa sakit di dada Rose ketika melihat itu. Luther tidak pernah tertawa padanya, tidak pernah tersenyum padanya padahal mereka jelas sudah menikah meski hanya baru dua bulan.


Rose sakit tapi Luther bahkan tidak sekalipun menanyakan kabar gadis itu. Luther jelas tidak peduli dengan keberadaan Rose dan malah tertawa bersama perempuan lain. Sungguh jalan cerita pernikahan yang menjijikkan.


"Bagaimana bisa bajingan itu tertawa dengan orang yang mengincar istrinya!!!" Yoshi sangat terkejut.


Mike dan Fraud juga sama, bahkan Riftan yang menerima laporan itu saja sampai dibalut kaget.


"Dia tak pernah menganggap ku," ucap rose pelan sambil mengepalkan kedua tangannya. Jelas sekali tatapan kecewa muncul dari kedua pelupuk mata gadis malang itu.


" Ahhhahahhahaa..... ahhhahahahahhaha......" Rose tiba-tiba tertawa terbahak-bahak sambil menengadah ke atas. Menahan air mata kesedihan dan kesepian di dalam dirinya.


Fraud menatap perempuan itu, hatinya sakit saat melihat Rose seperti itu, bahkan Riftan, Mike dan Yoshi juga sakit hati ketika melihat kekecewaan di diri Rose.


" Akhirnya aku dibuang lagi, kak Riftan, kak Yoshi, kak Fraud dan kak Mike, aku ini sampah ya, hiks hiks hiks... apa aku ini sampah sampai dibuang berkali-kali!? arkhhh manusia bajingan, tatapannya itu, membuatku sangat jijik padanya!!!" Rose menangis dalam kesedihan.


Hati istri mana yang tak sakit ketika melihat sang suami yang mulai masuk dan menempati hatinya malah membuatnya hancur seperti saat ini.


Rose mengusap bibirnya, dia ingat ciuman pertamanya dan ciuman keduanya dengan Luther, tidak dia sangka pria yang jadi suaminya itu hanyalah seorang bajingan tidak tahu diri.


Fraud menggenggam bahu Rose dari belakang dan menepuk pucuk kepala gadis itu," Apa kau mulai jatuh cinta Rose? kenapa harus pada pria bajingan itu!?" batin Fraud menatap Rose dengan tatapan sedih.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2