
Luther dan serta pasukannya dengan membawa Yu Jin dan anggota kepolisan akhirnya berangkat menuju markas Bloody Rose tanpa mengetahui kebenarannya.
Eric sendiri kesal, dia tidak ikut dengan pria bodoh itu karena merasa dikelabui oleh Yu Jin. Dia berangkat sendiri menuju tempat yang dimaksud oleh Thunder.
Sementara itu, Luther menghubungi nomor Rose berkali-kali. Tetapi gadis itu sama sekali tidak menjawab panggilannya.
" Sialan!" umpat Luther bersamaan dengan rahangnya yang mengeras saking kesalnya.
" Dia tidak menjawab panggilanku, mengesalkan sekali, dasar perempuan sialan ini!!!" Luther benar benar marah. Melihat situasi ini, Yu Jin yang duduk menempel di sampingnya mengambil kesempatan untuk menunjukkan betapa baik dirinya.
Dia menepuk punggung Luther dan menggenggam tangan pria itu. Sudah tidak ada lagi batas antara dia dengan Luther.
"Tenanglah, kita pasti akan menemukan Yuna, dia pasti akan baik-baik saja," ucapnya dengan suara lembut yang penuh dengan bujuk rayu mematikan bak racun ular.
Luther menghela nafas," Yu Jin, kau sangat baik padaku, terimakasih sudah membantuku," ucap Luther.
Yu Jin tersenyum saat melihat tangan Luther menggenggam tangan nya juga. Sambil mengangguk dia terus tersenyum menarik hati pria bodoh itu.
Sementara itu, Eric tiba di tempat yang dimaksud oleh Thunder. Kediaman sang dokter Fraud yang akses masuknya sangat sulit. Hanya orang yang sudah dikonfirmasi yang boleh masuk ke lingkungan itu.
Bahkan Eric harus melakukan scan wajah di bagian gerbang agar bisa masuk ke area perumahan mewah dan besar itu.
" Wahh siapa yang tinggal di daerah semewah ini? siapa yang Thunder kenali di sini? kenapa dia bisa masuk ke lokasi seperi ini?" ucap Eric takjub. Dia menemukan motornya ke dalam lingkungan yang terlihat seperti negeri asing itu.
Dia bagian depan terlihat banyak bunga mawar berbagai jenis yang di tanam di sana dihiasi dengan lampu taman, Harum dan sangat indah. Bunga bunga lainnya juga menghiasi area mewah itu.
Dr. Fraud adalah orang yang sangat kaya, sampai tidak ada yang sadar kalau mereka berpapasan dengan orang yang sudah bebas finansial di usia begitu muda.
Semakin dia masuk, semakin dia takjub. Konsep bangunan di tempat itu adalah konsep yang dirancang oleh dr. Fraud sendiri, sebagai ungkapan cinta yang hanya dia mengerti.
__ADS_1
Bunga mawar dan bunga lili adalah kesukaan Rose, dia menanam semuanya agar Rose selalu bahagia di sekitarnya. Warna bangunan dan gaya bangunan itu juga spesifik dengan kesenangan Rose.
Namun Fraud menyimpan semuanya di dalam hati, menjaga Rose berkali kali dan memastikan sang pujaan tidak tahu perasaannya.
Eric tiba di tempat yang dimaksud sesuai dengan arahan dari pengawal yang menjaga tempat itu. Dia menatap area itu, tampak seperti arena latihan dengan beberapa gazebo di sana.
Thunder tengah berdiskusi dengan dua orang pria yang dia ingat adalah anggota organisasi yang dipimpin oleh Rose.
"Thunder!" teriak Eric sambil berlari menuju pria itu. Thunder, Mike dan Harley menoleh ke sumber suara. Hari yang mulai gelap membuat mereka tak melihat dengan terlalu jelas hingga Eric mendekat pada mereka.
" Kau tiba, di mana Luther si bodoh itu!?" tanya Thunder.
" Dia pergi bersama Yu Jin, tapi... " Eric menatap Mike dan Harley dengan tatapan tidak senang," kenapa kau bersama orang-orang ini? bukannya mereka anggota perempuan itu!?" tanya Eric dengan nada sinis.
" ekhmm.. kalian bicara lah, kami ke tempat Rose dan yang lain dulu," ucap Harley seraya menepuk bahu Thunder. Dia dan pria itu sudah seperti sohib, karena masing-masing sudah tahu sifat satu sama lain.
Eric menatap tak suka pada keduanya. Dia menarik Thunder dan menatap pria itu heran," Kenapa Kau di sini? kita harus mencari Yuna, si detektif Yu Jin itu seperti nya melakukan sesuatu, dia sangat mencurigakan, aku takut dia menjebak Luther untuk kepentingannya!" bisik Eric.
Thunder hanya mengangguk angguk saja, dia sudah tahu lebih dahulu hal ini setelah bertemu dengan Harley.
"Kau benar, itu semua ulah Yu Jin, dia ingin naik jabatan dengan cara yang kotor, dia akan menjebak Rose dan mendapatkan Yotan sekaligus, ini adalah cara kotor nya dan kalian berdua percaya pada perempuan itu!" Thunder menatap kesal pada Eric.
"Kau bahkan sampai menghina Rose, padahal dia sudah banyak membantu kita, dia yang menyelamatkan Yuna dari tangan Yotan dan juga menyelamatkan Yuna dari rencana jahat Yu Jin, " jelas Thunder.
"Sebaiknya kau perbaiki pikiran burukmu tentang Rose, dia terlalu baik untuk kalian nilai sebelah mata!!" ucap Thunder.
Eric bak terkena Sambaran petir. Selama ini dia salah, dia telah menghakimi Rose dengan caranya sendiri. Membuat gadis itu menjadi pelampiasan karena latar belakangnya dari dunia bawah, padahal Rose begitu baik pada mereka.
Jika Rose mau, dia bisa menghancurkan orang-orang yang telah menghina dan memperlakukan nya bagai sampah, tetapi Rose tidak pernah melukai siapa pun.
__ADS_1
Rasa bersalah yang begitu besar di menyelimuti hati Eric. Dia teringat dengan ucapan jahatnya pada Rose bahan tatapan sinisnya saat gadis itu terluka ketika membantu mereka.
Kejadian yang menimpa Jay tidak bisa dihindari, Rose juga patut tidak mau gak serupa terjadi.
"Kalau kau menyesal, berubahlah dari sekarang, ikut aku kalau kau mau bertemu Rose dan Yuna, mereka ada di sini!" ucap Thunder sambil berjalan masuk ke dalam gedung itu.
Eric terdiam sejenak, dia memijit pelipisnya.
Orang yang terlihat buruk dari luar dengan latar belakang yang menyeramkan ternyata tidak memiliki hati yang busuk berbeda dengan Yu Jin yang jelas adalah sosok yang bersahaja karena dia membantu menyelesaikan masalah tetapi ternyata adalah seorang penipu bertopeng yang telah mengelabui mereka semua.
Eric menatap langit yang berubah menjadi gelap. Dia tertawa, menertawakan dirinya yang bodoh dan berpikiran sempit.
" Bodohnya aku, ahhh... aku salah besar, kupikir orang dengan figur yang kelihatan baik sudah pasti baik di dalamnya, tak taunya Rose yang berasal dari dunia bawah malah bersikap lebih baik dari orang yang dikenal ramah oleh publik," Eric mengumpat dirinya yang bodoh.
Dengan langkah ragu, dia masuk ke dalam gedung itu. Suara tawa mulai terdengar di sana. Ada beberapa orang di sana, suara anak kecil dan perempuan lainnya juga terdengar.
Eric berjalan perlahan. Kedua netranya menangkap sosok Rose yang sedang bermain bersama anak-anak korban penculikan Yotan dan juga beberapa remaja perempuan yang tak lagi punya keluarga.
Di antara mereka ada Yuna yang terlihat sangat bahagia sedang menatap Rose.
Gadis cantik itu berdiri dengan senyuman lebar di wajahnya, sedang bercerita di depan anak-anak dan para gadis untuk mengisi waktu mereka.
Rose menatap ke arah pintu masuk, dia melihat Eric yang kebingungan dan sedikit panik, segurat senyum dia lontarkan pada pria itu," Kak Eric, kau datang? kemarilah bergabung dengan kami,'" panggil Rose dengan senyuman lembut di wajahnya.
"Ro..Rose...dia... dia tidak terlihat marah, aku malah semakin gugup!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗