Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 40


__ADS_3

Rose berdiri di pinggir balkon sambil menatap langit. Dia menghirup udara segar di area rumah milik Fraud. Gadis itu dan rekan rekannya menginap di salah satu kediaman Fraud.


"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Fraud sambil menyodorkan Susu hangat kesukaan Rose.


"Tidak terlalu nyenyak kak, banyak yang sedang kupikirkan," ucap Rose singkat sambil menyeruput minuman itu.


"Terimakasih susunya," ucap Rose.


Fraud membalasnya dengan senyuman sembari menepuk pucuk kepala gadis itu. Dia masih belum bisa melangkahi batas Zona antara adik kakak dan mengubahnya menjadi zona antara Pria dan wanita.


Fraud takut, dia khawatir jika Rose akan pergi menjauh darinya. Jika itu terjadi, maka Fraud tidak tahu akan bagaimana hidupnya nanti.


Pria tampan yang kaya raya, punya pekerjaan bagus, memiliki pesona dan dikagumi banyak orang. Berasal dari keluarga terpandang dan namanya besar di telinga masyarakat.


Fraud William, putra bungsu pemilik bisnis William Grup. Dikenal sebagai dokter tampan tetapi memiliki tatapan sadis dan mematikan. Hanya satu kekurangannya, dia hanya bisa jatuh cinta sekali dan untuk selamanya.


Itu sebabnya Fraud sangat berhati-hati dengan hatinya dan juga menjaga hubungannya dengan Rose.


"Rose hari ini detektif pria itu akan datang ke markas, dia termasuk orang yang bisa diandalkan, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Suara Mike terdengar di balkon itu dan berhasil membuat keduanya menoleh.


"Aku akan melacak Yotan sampai ketemu dan mencari bukti kematian Ibu ku, dengan bukti itu aku bisa menghancurkan Keluarga Lart sialan itu!" ucap Rose.


Tujuan utama Rose adalah membalaskan dendam bertahun-tahun pada keluarga Lart. Dia harus menghancurkan mereka sampai berkeping-keping.


"Roseanne!" Yoshi berlari ke arah mereka bersama Harley.


Mereka tampaknya telah menemukan sesuatu yang sangat penting untuk misi balas dendam kali ini.


" Ada apa!?"


"Detektif gila itu terlihat melakukan transaksi dengan beberapa orang dari Shanghai, dia mengirim dokumen yang dialamatkan ke Shanghai, saat kami lacak dokumen itu membawa kita pada Yotan!" jelas Harley.


Semua yang mendengar itu terkejut. Akhirnya posisi Yotan ditemukan oleh anak buah Bloody Rose.


"Baiklah kita segera terbang Ke Shanghai, dia akan habis di tanganku!" ucap Rose sambil mencengkram erat gelas miliknya.


"Maaf Rose, tapi aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi!" ucap Fraud tiba-tiba sambil menyuntikkan obat bius ke tubuh gadis itu.


"Ka...kak Fraud!??" Rose terbelalak.


" Apa yang kau lakukan Fraud!?" senggak Mike dan yang lainnya. Mereka sampai panik saat melihat Rose kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


Fraud hanya menatap gadis itu dengan tatapan datar, hingga Rose pingsan tidak sadarkan diri dan terjatuh dalam pangkuannya.


"Fraud kau kenapa!?" tanya Harley heran.


Fraud mendengus kesal, "Apa kalian bodoh!? Apa kalian akan membiarkan dia terluka lagi dengan ikut dalam perang ini!?" kesal Fraud.


Dia menatap teman temannya sambil menggendong tubuh Rose .


Yang lain terdiam, tentu saja mereka tidak berencana untuk membuat Ros menghadapi pertarungan ini tanpa persiapan atau bahkan menghadapinya sendiri.


"Biar aku yang melakukan semuanya, aku tidak bisa melihatnya terluka lagi, terlalu sakit melihatnya berdiri tanpa ekspresi dan membunuh semua yang ada di depannya!" ucap Fraud.


"Kalian jaga dia dengan baik, aku akan membawa bajingan itu dengan kedua tanganku sendiri!" ucap Fraud yakin.


Dia membawa Rose menuju kamar gadis itu, menggendongnya dengan erat sambil menatap wajah cantik yang penuh dengan penderitaan itu.


Dia membaringkan tubuh Rose di atas kasur. Sebenarnya dia tidak ingin melakukan ini. Tetapi melihat banyak luka yang ditanggung Rose, dia tidak tega membiarkan Rose ikut dalam pertarungan lagi.


Fraud akan mengambil resiko besar, sekalipun Rose marah atau membencinya, dia tidak akan membiarkan perempuan yang dia cintai terluka di depan matanya.


Dia menatap wajah itu, duduk sebentar di dekat Rose sambil mengusap lembut wajahnya,"Aku takut Rose, aku takut perempuan yang ku cintai terluka, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi, biar aku yang maju," ucapnya sambil menyisir lembut anak rambut gadis itu.


" Biar aku yang berjuang Rose, Selma ini kau telah banyak terluka, para bajingan itu akan mati di tanganku, "


Dia mengecup kening Rose. Hal yang hanya bisa dia lakukan diam diam. Bergerak diam diam, mencintai dalam diam dan menjaga Rose dari jauh.


Dia menyelimuti gadis itu, lalu beranjak dari sana setelah memastikan Rose terlelap dengan obat bius itu.


Fraud keluar, tatapan mata dan raut wajahnya berubah 180 derajat.


Tanpa dia sadari, Rose masih mendengarkan semua ucapannya. Gadis itu belum terlelap sepenuhnya.


Jantung Rose berdebar, Fraud tidak pernah menunjukkan rasa suka padanya. Fraud justru terlihat sekali sedang menjaga jarak dengannya.


Jika demikian, selama bertahun tahun pria itu menahan perasaannya dan menahan hatinya agar tidak merusak hubungan mereka.


"Kak Fraud..." Lirih gadis itu sebelum dia benar benar kehilangan kesadarannya.


Rose terlelap di kamar itu, mungkin sampai Berjam jam ke depan dia tidak akan bangun.


Sementara itu Fraud tampak keluar dari rumah itu bersama Yoshi dan Riftan. Mike dan Harley tinggal di kediaman itu untuk menjaga Rose dan mengendalikan anak buah.

__ADS_1


Benda pipih berlayar hitam dia keluarkan dari kantongnya, Fraud tampak menghubungi seseorang di sana," Bagaimana apa kau sudah melakukannya!?" tanya Fraud dengan nada dingin.


"Sudah brother!!" Suara seorang pria terdengar dari seberang sana.


" Kau tuli ya!? berapa kali ku katakan aku sudah melakukan semuanya dengan sangat rapi lagi pula itu seminggu yang lalu tolol, sampai dia bahkan tidak tahu kalau aku bukan Riko hahahahahahahaha.... hahahahhahah..."


Fraud menatap ponselnya dengan tatapan kesal. Suara tawa pria itu benar benar membuat nya kesal.


" Diamlah bangsat, ini masih awalnya, jangan sampai kau terbunuh di sana bodoh!" ucap Fraud.


" Tenang saja wahai adikku yang tampan tapi bikin kesal, kakakmu ini tidak akan mengecewakan mu!" ucap orang misterius itu.


Fraud hanya mendengus sambil memutus panggilan telepon itu.


"Kita ke markas, Misi utama hari ini akan dilaksanakan!" jelas Fraud.


" Tapi tunggu dulu, apa yang kau lakukan sebenarnya!?" tanya Riftan heran. Belum lagi mengingat wajah Fraud yang tak terkejut sama sekali saat mereka mengatakan kalau sudah menemukan posisi Yotan.


"Sesuatu yang jelas ada di luar pikiranmu Riftan, " jawabnya singkat sambil naik ke motornya.


Mereka pergi dari rumah itu menuju ke markas Bloody Rose untuk kemudian akan berangkat menuju Shanghai sesuai rencana mereka.


Sementara itu, kediaman keluarga Kim tengah dibuat ketakutan saat melihat kamar Yuna begitu bermatakan dengan beberapa bercak darah di kamar gadis itu.


" Luther!!! toooloong!!!!" teriak nyonya Park histeris saat melihat kamar Yuna hancur.


Sontak semua orang dari ruangan mereka masing-masing langsung berlari menuju lantai dua dengan wajah panik.


" Ada apa... "Luther menatap ke dalam ruangan. Sontak dia terkejut, matanya membulat dan tangannya gemetar.


" Yuna hilang, bagaimana ini apa yang harus kita lakukan!!!" nyonya Park mulai berteriak sambil menangis histeri.


Putrinya masih remaja lembut yang baru bisa berbaur setelah sekian lama tetapi malah berakhir hilang seperti saat ini.


"Tante, Eric menemukan sesuatu!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2