
Di dalam kamar yang luas itu kini Rose dan Nyonya Park berada. Mereka berdua duduk di bibir kasur besar dengan posisi saling berhadapan.
Nyonya Park hanya diam saja, Rose sampai bingung menatap wanita yang adalah ibu mertuanya itu. Parasnya yang ayu dan menawan membuat Rose terpikat dengan kecantikan wanita berusia kepala lima itu. Awet muda dan sehat tetapi tampak sangat misterius dengan tampilannya yang bercadar tipis itu.
"Wah aku merasa insecure melihat penampilan nyonya ini, sangat cantik dan menawan, apa benar dia ibu dari si topeng monyet sialan itu!?" batin Rose sambil menatap Nyonya Park dengan seksama.
Nyonya Park perlahan membuka cadarnya, dia tersenyum dan menatap Rose sembari menggenggam tangan perempuan itu dengan penuh kelembutan. Sosok wanita keibuan dengan penampilan sederhananya dan wajah lembut nan cantik yang tak lekang di makan waktu.
Tampak sekali kalau dia adalah perempuan yang terlihat lembut tetapi memiliki sifat tegas dan kuat yang jelas terlihat dari sorot matanya.
Kedua netra Rose membulat sempurna saat menatap wajah nyonya Park. Dia tidak menyangka sama sekali kalau sosok di balik cadar itu adalah seorang perempuan yang sangat elegan.
" Wahhh Nyonya anda cantik," ucap Rose secara spontan.
Nyonya Park terkekeh, dia tidak bicara Sepertinya ada yang salah dengan wanita itu.
Nyonya Park jelas sekali sangat menyukai Rose terlihat dari cara dia memperlakukan dan memperhatikan Rose .
Wanita itu mengambil cincin berlian yang tersemat di jari manis tangan kanannya. Perlahan dia memasukkannya ke jari manis di tangan kanan Rose.
Dia terkejut Karena ukurannya sangat pas," Nyonya kenapa dipasang ke jari saya?" tanya Rose terkejut.
Nyonya Park hanya menatap jari itu sambil tersenyum seolah mengatakan kalau Rose harus menjaga benda itu.
"Nyonya bicaralah padaku," ucap Rose yang sangat penasaran dengan sosok Nyonya Park.
__ADS_1
Mendengar permintaan Rose, nyonya Park terdiam sejenak. Dia terus menatap gadis itu dengan tatapan sendu, perlahan kepalanya menunduk dan genggaman tangannya di tengah Rose semakin kuat seolah mengatakan jika dia belum siap untuk berbicara saat ini.
Nyonya Park menunduk sedih, tatapan sendu jelas tergambar di wajahnya. Melihat hal ini membuat Rose mengurungkan niatnya. Mungkin saja nyonya Park tidak mau berbicara karena masalah pribadi dan Rose tidak akan memaksakannya.
"Heheh... ini cantik sekali nyonya, terimakasih banyak!" seru Rose sambil menghamburkan pelukannya pada nyonya Park. Wanita itu tampak sangat terkejut, tetapi di saat yang sama dia merasa tenang di dekat Rose.
Nyonya Park menatap wajah Rose, dia mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di sana.
Rose dengan penuh perhatian menatap perempuan yang menerimanya dengan hangat.
"Kamu tidur di sini ya sayang, kalau Luther marah marah atau mengomel anggap saja dia kodok yang sedang mengamuk, jangan dimasukkan ke hati, kamu bebas melakukan apa pun di sini, Mama akan selalu mendukungmu," isi tulisan nyonya Park yang dia berikan pada Rose.
Betapa terharunya Rose saat membaca tulisan itu. Ini pertama kalinya dalam sejarah hidupnya, seseorang menerimanya dengan begitu lapang.
"Mama dan Papa Kim sekarang adalah orangtua kamu, Luka yang kamu terima di rumah keluarga Lart tak akan kamu dapatkan di sini, lakukan apa yang kamu mau sayang, Papa dan Mama akan mendukung mu, mungkin Luther akan keras kepala tapi Mama yakin seiring waktu berjalan semua akan baik-baik saja," tulis wanita itu lagi.
"Ke..kenapa nyonya begitu peduli padaku? kita kan baru bertemu, lagipula kita belum saling kenal," tanya Rose dengan udara tercekat seolah nafasnya tertahan karena rasa sedih dan sesak di dadanya.
Punya keluarga tapi serasa tak punya.
Nyonya Park menulis lagi," Karena itu kamu Rose, Mama peduli padamu dan sayang padamu sejak pertama melihatmu, Mama ingin kamu bahagia meski mungkin awalnya akan sulit tapi Mama Harap kamu bertahan dan menunggu sayang," ucap nyonya Park lagi.
Sontak Rose memeluk nyonya Park, seolah dia sedang memeluk ibu kandungnya sendiri. Gadis itu menangis sesenggukan. Inikah kebahagiaan yang selalu dinantikan oleh Rose, inikah rasa hangat dan tenang saat diterima oleh seseorang, jika iya, maka Rose tak ingin melepaskannya untuk selamanya.
Rose yang haus dan lapar akan kasih sayang, seolah dipenuhi dengan rasa dan kehidupan baru oleh nyonya Park. Meskipun Rose tidak tahu orang seperti apa yang dia sedang peluk saat ini, seperti apa masa lalunya dan bagaimana sosoknya di hadapan orang yang kenal dengannya.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak bisa bersikap kejam padamu Rose, Mama merasa sedih karena tahu kamu hanya dimanfaatkan oleh Luther untuk membalas Yotan, Mama merasa marah tetapi balas dendam itu harus dilakukan nak, bertahanlah jika ujiannya di mulai, mama harap kamu akan selalu kuat," batin nyonya Park sambil membalas pelukan Rose dengan sangat erat.
Keduanya bercerita sepanjang malam. Masih dengan cara yang sama di dalam ruangan itu.
Hingga keduanya lelah dan Rose terlelap lebih dahulu dalam pelukan Nyonya Park. Tanpa mereka sadari Luther menatap mereka dari balik pintu dengan wajah terkejut. Dia tidak menyangka ibunya akan sedekat itu dengan Rose.
Luther saja tidak tahu seperti apa ibunya saat ini, yang jelas kemisteriusan nyonya Park juga dirasakan oleh keluarga terdekatnya.
"Kenapa Ma? kenapa Mama bisa dekat dengan Rose? apa sebenarnya pemikat gadis gemuk itu ? Luther saja sulit mendekati Mama sejak kejadian itu, Tapi kenapa Mama begitu dekat dengan Rose?" batin Luther yang cemburu dengan kedekatan Rose dan Nyonya Park.
Hingga langit malam berkuasa atas bumi, pertanyaan itu muncul terus di kepala Luther yang berbaring dengan tenang di samping Yuna. Dia memiringkan tubuhnya sambil menatap Yuna dengan tatapan sendu.
Senyum tipis tergambar di wajah pria itu," Cepatlah sehat sayang, jangan terus begini, aku ingin menunjukkan mu pada dunia," batin Luther sambil mengusap lembut kening Yuna.
Tatapan mata penuh kasih sayang dan cinta dia berikan pada Yuna. Tetapi tatapan tajam penuh kebencian dia lemparkan pada Rose.
Luther sangat menyayangi perempuan yang berbaring di sampingnya itu. Apa pun akan dia lakukan untuk kebahagiaan Yuna, termasuk memanfaatkan Rose atau siapa pun itu untuk mencapai tujuannya.
"Aku akan melakukan apa pun, akan kumanfaatkan posisi Rose, akan kucari perhatiannya, akan ku buat dia percaya padaku lalu kugunakan dia untuk balas dendam, setelah itu terserah dia pergi ke mana aku tidak peduli, karena satu-satunya yang penting bagiku hanya Yuna dan keluarga ku!" batin Luther sambil memeluk Yuna dengan erat dan ikut terlelap di samping perempuan itu.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗