
" Kita coba, Yuna tidak boleh terus ada dalam kondisi ini, “ Rose menatap Yuna,” Na.. kamu harus bangkit dan tunjukkan pada dunia yang menolakmu kalau kamu lebih layak dari mereka, kakak akan pastikan kamu bahagia, berbaurlah dengan banyak orang, Kakak yakin kamu bisa melupakan apa yang sudah terjadi,” ucp Rose.
Yuna terdiam sambil menunduk, tangannya yang memegang kuas gemetar, melihat hal ini jelas Luther sadar kalau Yuna akan kembali kambuh.
“ Rose jangan bahas sekarang , tunggu sampai Yuna stabil, aku tidak mau dia sakit lagi,”
Tetapi Rose bukanlah seseorang yang bisa di cegah seperti ini,” Yuna kau harus sadar, banyak yang menyayangimu, kau harus bangkit, kau pasti bisa, lupakan semuanya dan mulai hidup baru, kakak akan pastikan pria berengsek itu menderita seumur hidupnya, akan ku hancurkan dia untukmu, kau harus berjanji agar kau bangkit,” ucap Rose dengan serius.
Tiba tiba Yuna mencengkram benda benda di tangannya,,” Pergi.. pergi kalian semua arkhhh akau tidak mau!!!” teriak Yuna . gadis itu berbalik lalu menutup tubuhnya dengan selimut tak mau berbicara pada mereka.
“ keluar.. keluar dari ruanganku...” teriak gadis itu histeris.
“ Yuna, sadarlah, hanya kamu yang bisa memperbaiki hidupmu, pikirkan itu baik baik Yuna, ada Papa ,mama dan kakakmu yang berharap kamu sembuh, bayimu pasti akan bahagia di sana jika melihat ibunya hidup dengan penuh kebanggan,” teriak Rose.
“ rose berhenti! semuanya keluar sekarang, jangan dilanjut lagi, Yuna sudah tertekan tolong jangan lakukan ini lagi,” Luther mengusir Rose. Dia kesal dan marah tetapi apa yang diucapkan oleh Rose benar adanya. Yuna harus bangkit dari traumanya jika dia ingin melanjutkan hidupnya dengan baik dan bersinar di dunia ini.
Semua orang keluar dari ruangan itu. Rose menatap sedih pada Yuna yang terlihat menolaknya. Dia sama sekali tidak ingin melukai gadis itu tetapi dia ingin Yuna bangkit dan melawan segala hinaan yang dilontarkan oleh orang orang pada dirinya.
Kini tinggal Yuna dan Luther yang ada di dalam ruangan itu. Luther mendampingi adiknya dengan setia. Sementara itu Rose pergi keluar sambil menerima panggilan dari harley terkait kasus yang sedang mereka selidiki.
“ Eric, katakan pada Luther kalau aku pamit terlebih dahulu aku ada pekerjaan mendesak, nanti aku akan datang lagi ke sini,” ucap Rose.
“ mau ke mana?” tanya Jay .
Jay yang jarang berbicara membuat Rose terkejut saat pria itu menanyakan ke mana dia pergi,” ahhh ada pekerjaan yang harus ku selesaikan tuan, kalau begitu saya permisi,” ucap Rose lalu berjalan terburu buru setelah berpamitan terlebih dahulu pada mertuanya juga teman teman suaminya.
Rose berjalan dengan cepat sambil menerima panggilan Harley dengan wajah panik,” sebaiknya kita lakukan hari ini, aku tidak bisa melihat mereka terus menerus beraksi, dasar manusia sialan, merepotkan saja,” umpat Rose.
“ apa Anda yakin master, itu akan sangat berbahaya, nyawa Anda bisa terancam,” ucap harley dnegan nada khawatir.
__ADS_1
“ Ayolah Harley jangan anggap remeh aku, aku masih punya banyak stok nyawa jangan takut dan lakukan saja semuanya sesuai dnegan rencana, bawa detektif itu bersamamu, dia pria gila yang bisa kita andalkan,” ucap Rose.
“ Baiklah Roseanne, kau harus berhati hati, kakak tidak bisa melihatmu terluka, jangan sampai kau kenapa-kenapa, aku bisa mati. memikirkannya saja sudah membuatku gila,” protes Harley.
Rose tersenyum,” baiklah kak Harley yang cerewet, aku akan berhati hati,” ucap Rose.
Panggilan telepon itu berakhir dan kini saatnya rencana mereka dilakukan. Rose berjalan keluar dari lingkungan rumah sakit itu seraya melirik ke kiri dan kanan. Gadis itu berjalan kaki menuju jalanan yang jarang dilewati oleh orang pada umumnya untuk mengambil motornya yang diparkirkan oleh anak buahnya secara diam diam di sana.
Tanpa Rose sadari tiba tiba seseorang berlari ke arahnya dan..
Bughhh..
Kepala gadis itu dipukul dengan pemukul kayu dari belakang hingga dia terhuyung dan jatuh ke atas jalan yang keras dan dingin.
“ Kita dapat bos, wah kali ini yang dapat gadis cantik, tuan akan sangat senang nanti,” ucap pria itu dengan senyuman menyeringai sambil menatap wajah cantik Rose yang tak sadarkan diri setelah di pukul dengan memukul kayu di bagian kepalanya.
“ Bawa saja, selagi bos belum tahu, kita bisa menikmatinya. Lumayan juga, dia sangat cantik hiihih...” ucap pria itu sambil menatap Rose dengan penuh hasrat.
Akhirnya tubuh Rose dibawa dari sana menuju markas dimana semua anak dan wanita yang mereka culik berada dan siap untuk diselundupkan untuk mendapatkan uang dari orang orang kaya yang butuh manusia utuh untuk urusan mereka masing-masing.
Tanpa mereka sadari, Pak Mus yang sangat membenci Rose melihat kejadian itu dan menjadi panik saat melihat Rose dibawa begitu saja dari rumah sakit. Pak Mus datang ke rumah sakit mengikuti mereka secara diam diam. Jelas dia lihat apa yang dilakukan Rose tadi pada Yuna dan hal itu berhasil membuat Pak Mus merasa bersalah pada rose yang dia pikir akan menyingkirkan Yuna.
“ Ya Tuhan Nyonya muda dibawa pergi oleh penculik, Tidak boleh begini, tuan muda harus tahu...” dengan langkah tertatih tatih dan wajah panik Pak mus berlari menuju rumah sakit. Sebelumnya dia hendak mengejar Rose untuk meminta maaf padanya tetapi kakinya malah membawa dia melihat apa yang terjadi pada rose di dekat rumah sakit itu.
Pak Mus berlari sekuat tenaga. Usianya sudah renta tetapi semangatnya tak memudar. Dengan wajah pucat pasi dia berlari menuju bangsal perawatan Yuna.
“ tuan muda.. Tuan muda ada masalah besar,...” teriak pak Mus saat melihat Luther keluar dari kamar Yuna. Pak Mus sampai terengah engah karena terlalu lelah berlari ke lantai dua dengan usianya itu.
“ Ada apa pak?” Tanya Luther dengan wajah khawatir. Pak Mus adalah orang penting bagi keluarga mereka, karena sosok itu yang menemani mereka bahkan sejak sebelum Luther dan Yuna lahir di keluarga itu.
__ADS_1
“ Tuan.. ga.. gawat tuan, nyonya muda... nyonya muda dalam masalah besar,” ucap Pak mus sambil menggenggam tangan Luther dengan tangan gemetaran dan menatapnya dengan tatapan sendu.
Semua yang ada di sana tentu saja heran dnegan apa maksud pak Mus, mereka berkumpul dan menatap pria itu.
“ Pak mus tenanglah dan katakan dengan benar, apa yang membuatmu seperti ini? Nyonya muda maksudmu Rose?” tanya Tuan Kim.
Pak Mus mengangguk dengan wajah khawatir,” benar tuan, di depan mata kepala saya sendiri, nyonya muda dipukul dengan kayu lalu diculik oleh Tiga orang pria bertopeng saya tidak tahu siapa mereka, badan mereka besar besar, dan nyonya muda sudah dibawa saat saya hendak meminta bantuan, bagaimana ini...”ucap Pak Mus .
“ bagaimana bisa?” Mereka semua terkejut saat mendengar kalau rose diculik .
Luther sampai terdiam dengan tubuh membeku saat mendengar istrinya diculik. Belum lagi berita yang sedang marak belakangan ini membuat pria itu semakin panik .
“ ya ampun Pa bagaimana menantu kita, siapa yang melakukan ini pada Rose...” nyonya park mulai panik, dia sangat terkejut mendengar hal ini.
Semuanya juga sama, “ Sialan, apa yang sebenarnya terjadi,” umpat Eric.
“ sebaiknya kita bergegas mencari dia, Tante apa Rose memakai cincin itu?” tanay Jay.
Nyonya Park teringat cincin yang dia berikan pada Rose atas usul dari Jay mengingat Rose berasal dari keluarga Lart. Jika terjadi sesuatu padanya, mereka dapat dengan mudah melacak keberadaan gadis itu melalui cincin yang diberi pelacak itu.
“ Dia... dia tidak memakai cincin apa pun tadi.. tangan Rose tidak diisi dengan cincin,” ucap Luther saat dia mengingat dengan jelas kalau rose tak memakai cin cin.
“ Sial.. akan sulit melacaknya jiak begini,,,”
“ aku akan menghubungi Thunder!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen