Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 27


__ADS_3

Yotan terjatuh dengan lengan yang berdarah, dia menatap kesal ke arah Thunder.Tetapi di bawah sana pertempuran baru sudah dimulai.


Anak buah Yotan dan Riko menghadang lawan mereka dengan cara yang mengerikan. Benda tajam jadi alat mereka untuk membalas.


Rose tidak habis pikir, dia menatap kelompok itu dengan tatapan kesal sama halnya dengan Thunder yang juga berada pada ambang batas kemarahannya.


" Sialan, ini terlalu banyak!" Umpat Thunder.


Di saat Yang sama Luther datang bersama teman temannya dan anak buah Rose yang lain.


" Kami akan membantu!!" teriak Luther


Di atas Sana, Yotan mengeraskan rahangnya, dia memaksa nahkoda mengemudikan kapalnya. Dan benar saja, mereka berangkat dari tempat itu.


Yotan berlari menuju bagian paling atas kapal besar itu, dengan nafas terengah engah dia terus menatap ke atas, sambil mencengkram lengannya yang terluka dia menatap lagi ke arah mereka dengan tatapan tajam.


Semuanya dihalau oleh anak buah Yotan dan Riko, tetapi lawan mereka sangat kuat.


" Sialan, jika begini tidak akan sempat!" kesal Yotan.


Dia mengambil pistol dari anak buah yang ikut dengannya lalu berlari menuju ke arah sisi samping kapal dan bersembunyi di balik tangki besar dengan Pistol yang mengarah kepada mereka.


Sementara itu di bawah sana Rose dan semua yang ada di tempat itu berusaha melewati jalan agar mereka bisa mendapatkan Yotan, otak dari semua kejahatan yang terjadi ini.


"Sialan mereka sudah berangkat!!"kesal Rose ketika kapal itu sudah melaju perlahan dari pelabuhan.


Yotan di atas sana tertawa terbahak-bahak melihat kekalahan mereka. Sebelum berjuang mereka sudah kehabisan tenaga melawan anak buah Yotan.


Pria itu berdiri di ujung sana sambil membidik ke arah kerumunan itu.


"Gadis itu, akan ku habisi dia terlebih dahulu!" geram Yotan sambil membidik ke arah Rose dan...


Shuuttt.... Duarr...


Timah panas melesat dari posisi Yotan dan...


" Awas!!" Jay berlari ke arah Rose dan menarik gadis itu dari sana secepat yang dia bisa hingga....

__ADS_1


Jleb...


Timah panas itu mendarat tepat di pelipis Jay. Darahnya mencuat keluar begitu saja, Tubuhnya terjatuh ke atas jalanan yang keras.


" Tuan!!!" Rose yang terjatuh ke sisi lain cepat cepat berdiri saat melihat Jay jatuh ke atas jalanan.


Air mata Rose tidak terbendung, jantungnya berdebar begitu kencang, dia melihat Jay yang menatapnya dengan tatapan sendu, tergeletak di jalan begitu saja.


" Ro...se... arkhhh ... adikku.....


Gumam Jay sambil menatap ke arah Rose. Perlahan pandangannya kabur, dia jelas melihat Rose berlari ke arahnya dan memeluk dia sambil menangis sesenggukan. Memori lama berputar begitu cepat di kepalanya.


" Bangun!!!!!" teriak Rose histeris sambil memeluk Jay, tangannya gemetaran,air matanya mengalir begitu deras.


Luther, Eric dan Thunder mengakhiri pertempuran itu, mereka menghampiri Jay dengan wajah panik.


Di saat yang sama, Riko dan anak buahnya langsung berlari meninggalkan tempat itu setelah menyelesaikan misi mereka.Yotan sudah pergi dan tidak bisa ditangkap untuk sementara waktu.


Harley menjaga ketat area itu, semua anak buah Riko dan Yotan pergi dari sana. Satu anggota penting tumbang karena peluru dari Yotan.


" Arhkkkkkk sialan, bangun tuan!!!" teriak Rose sambil menangis sesenggukan, dia menatap wajah itu, jelas sekali dia ingat wajah kakak laki-lakinya. Tangan Rose bergetar, dia menatapnya dengan penuh kekhawatiran.


" Sebaiknya kita cepat membawa Jay, ku harap kita masih sempat, arrhhh kenapa ini semua terjadi!!!!" Kesal Eric.


Pria itu mengecek kondisi Jay. Denyut nadinya melemah, dia masih bernafas, jika dibiarkan begitu saja maka Jay akan mati.


"Awas kau, ini semua gara gara ulahmu!!!" Eric mendorong Rose begitu saja, dia marah kesal dan kecewa karena temannya menjadi korban.


Eric bahkan tak segan menatap tajam ke arah Rose.


Rose terdiam, sekujur tubuhnya gemetaran. Di saat yang sama mobil Van milik Bloody Rose datang dengan Harley sebagai supir nya," Cepat, kita harus membawanya ke rumah sakit!" teriak Harley.


Dengan secepat dan semana mungkin Eric dan teman-temannya membawa Jay menuju rumah sakit. Luther juga ikut, dia terlalu mengkhawatirkan Jay sampai tidak sadar kalau Rose tengah terguncang saat ini.


Mereka semua pergi, hanya Rose yang tertinggal di sana, menangis sendirian menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Jay.


Dia mengeraskan rahangnya, menatap jauh ke arah kapal yang sudah melaju dari pelabuhan itu.

__ADS_1


" Aku akan mengejarmu Yotan, aku akan buat kau datang sendiri padaku, lihat saja!!!!" geram Rose penuh dendam.


Dia terluka, dia sangat terluka baik fisik maupun mentalnya. Gadis itu berdiri sendiri, anak buahnya menatap sedih dengan keadaan Rose.


Di saat yang sama, Yu jin mendatangi Rose dengan tatapan penuh curiga," Kau harus ikut dengan kami!" ucap Yu Jin sambil mengambil tangan Rose.


Rose hendak dibawa ke kepolisian bersama anak buahnya yang setia. Bloody Rose sudah lama jadi incaran pihak kepolisian karena tidak ada satu celah pun yang bisa memberatkan mereka, namun kali ini Yu Jin punya alasan untuk membawa Rose ke kantor polisi, dan jika beruntung dia bisa memenjarakan organisasi hitam itu.


Rose masih terluka, wajahnya pucat pasi, tetapi seolah itu bukan masalah dia malah diseret ke kantor polisi. Inilah alasan Rose sangat benci berhubungan dengan polisi, karena latar belakang mereka, segala sesuatu yang mereka lakukan akan selalu mencurigakan.


Sekalipun mereka menjadi pahlawan dunia, pihak pihak sok taat aturan itu akan selalu menjadikan mereka sasaran.


Tentu saja imbalan yang mereka terima akan sangat besar, jika berhasil membuktikan kalau organisasi yang Rose pimpin terjerat kasus.


Rose berjalan tertatih tatih, melihat master mereka begitu, para anak buah menjadi geram dan marah. Padahal Rose adalah panutan.


" Hei detektif sialan, bisakah kau memperlakukan bos kami dengan cara yang baik!? dia bukan tersangka atau tawanan, pakai otak dan matamu jal4ng sialan!!" protes anak buah Rose.


"Kami bisa membalikkan keadaan dan menjatuhkanmu hanya dalam semalam, kau pikir kau siapa berani melakukan hal itu pada bos kami, detektif sialan yang tidak tahu apa-apa!" umpat yang lain..


Seketika keadaan menjadi ribut, Yu jin pikir dia telah membuat takut para komplotan mafia itu. Tak taunya mereka bukan organisasi yang bisa sembarang di ancam.


Yu Jin segera melepas tangan Rose, perempuan itu tersenyum kikuk," Sialan karena terlalu bersemangat aku jadi lupa kalau mereka bahkan tidak bersalah!" batin Yu Jin.


"tcihh... ditawari apa kau oleh bosmu sampai menarik orang tanpa surat perintah, aku akan pastikan karirmu hancur detektif kurang ajar, " Rose menatap tajam kedua mata Yu jin.


"Aku tidak ada urusan denganmu, kalau kau butuh tangkapan besar maka carilah di kediaman Lart, yang tadi itu anak tuan besar Lart, dia akan jadi tangkapan besar untuk kenaikan jabatanmu dasar manusia rakus!" ucap Rose sambil berjalan tertatih-tatih menjauh dari Yu jin.


Anak buah Rose langsung memapah dia dan membawa bos mereka ke tempat aman.


yu Jin menatap perempuan itu dengan tatapan sinis," heh kau pikir aku bodoh!? jika bisa menangkap kalian berdua kenapa tidak!?" gumamnya dengan senyuman licik .


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2