
Eric berlari keluar dari kamar perawatan Jay dengan wajah panik. Dia berlari dengan kencang menyusuri setiap isi rumah sakit itu dengan wajah pucat pasi.
Dia baru saja akan mengunjungi Jay, tetapi tubuh sahabatnya tak lagi ada di sana. Eric tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebab dia hari yang lalu Yuna sudah kembali ke kediaman keluarga Kim dan mereka menginap di sana.
Eric dan yang lainnya tidak tahu kalau kamar Jay dijaga. Fraud dan Yoshi juga tidak menampakkan diri mereka di depan orang-orang serta berkomunikasi seperlunya saja dengan para pengawal yang ditempatkan di sana.
Sore ini Eric ingin mengunjungi Jay, tetapi betapa terkejutnya dia saat tak melihat tubuh Jay di sana. Tuan Kim dan Nyonya Park juga tidak menjelaskan apa pun perihal hubungan Jay dengan Rose yang sebenarnya.
Cepat-cepat pria itu menghubungi Luther.
"Luther, Jay hilang!!" Teriak Eric panik.
" apa!? Apa maksud mu dia hilang, mana mungkin!" Balas Luther dari seberang sana. Dia sedang makan siang berdua dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Yu Jin.
"Cepatlah ke rumah sakit, Jay tidak ada di sini, kata perawat dia dipindahkan tapi tidak ada yang tahu dia dibawa ke mana!!" Ucap Eric dengan suara khawatir.
Di seberang sana Luther terdiam membatu, tak melanjutkan makan siangnya dan syok Karena berita buruk itu.
" Sialan, sejak kehadiran perempuan itu, Semuanya jadi kacau, arhkkk apa yang sebenarnya terjadi!!!" Geram Luther sambil beranjak dari sana begitu saja tanpa berpamitan pada Yu Jin yang dibuat termangu saat mendengar amukan pria itu.
" Luther ada apa!?" Panggil Yu Jin, tapi sayang Luther adalah pria gila yang memperlakukan orang secara semena-mena. Dia pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Yu Jin padanya.
Yu Jin memiringkan kepalanya seraya menaikkan sebelah alisnya. Dia tidak terlalu peduli dengan urusan pria itu selama dia bisa makan enak dan bergaul dengan calon pewaris grup Kim itu.
Yu Jin mengayunkan jari telunjuknya seolah memberi kode. Di saat yang sama seorang wartawan datang ke dekat Yu Jin sambil celingak-celinguk ke sana kemari memastikan tidak ada yang mengenalnya di sana.
" Bagaimana, bukankah ini berita yang sangat bagus?" Ucap Yu Jin dengan senyuman bangga di wajahnya seolah dia telah berhasil mengendalikan Luther dalam genggamannya.
"Ini akan jadi berita besar whahahahahha seorang detektif berkencan dengan seorang tuan muda yang patah hati karena skandal istri nya, wahhhh akan sangat panas Yu Jin!" Ucap pria itu sambil tertawa.
"Hmmm tentu saja Ivan, kau tulis saja artikel yang bagus dengan bahan foto itu, aku yakin akan membuat semua orang penasaran!" Ucap Yu Jin dengan senyuman sempurna.
Sementara itu di sisi lain, Luther telah tiba di rumah sakit sama halnya dengan kedua orangtuanya yang dihubungi oleh Eric.
__ADS_1
Thunder sendiri tidak datang sama sekali dan bahan tidak mengangkat panggilan telepon mereka karena kecewa berat dengan keputusan Luther menceraikan Rose.
"Apa yang terjadi sebenarnya!?" Tanya Luther yang datang bersamaan dengan kedua orangtuanya.
"Benar nak, siapa yang memindahkan Jay? Dia belum pulih, kenapa bisa begini!?" Tanya Nyonya Park dengan hati bergetar lemah.
"Kami juga tidak tau Tante, para perawat bilang orang orang itu adalah orang penting, dan semua urusan pemindahan diurus langsung oleh direktur," jelas Eric singkat.
Tuan Kim dan Nyonya Park saling menatap. Mereka hanya terpikir pada satu orang yang sangat mampu dan punya hak untuk melakukan ini.
"Rose, dia pasti yang melakukan ini!" Ucap Tuan Kim dengan wajah sedih. Waktunya telah tiba untuk berpisah dari Jay, karena Rose telah membawa pria itu jauh dari mereka.
" APA!" Luther dan Eric berteriak dengan wajah syok saat mendengar kalaunini adalah ulah Rose.
" Perempuan sialan itu bermain main dengan nyawa Jay!? Sialan!!!!" Umpat Luther.
"Kenapa dia melakukan ini!? Apa dia juga mau melukai Jay setelah apa yang dia lakukan padanya!? Berhubungan dengan orang dunia bawah selalu mendatangkan kerugian!" Tambah Eric.
"Kita harus mencarinya!" Ucap Luther.
Luther dan Eric menjadi bingung. Kenapa orangtuanya mengatakan bahwa percuma mereka mencari Jay.
Sejenak suasana hening. Tuan Kim dan istrinya masih belum siap memberitahu kebenarannya tetapi apa boleh buat, Rose sudah bertindak dan mereka harus jujur pada Luther dan teman-temannya.
"Rose lebih berhak menjaga Jay, karena mereka adalah saudara kandung yang terpisah!" Jelas Nyonya Park.
Seketika itu juga Luther dan Eric terkejut bukan main dengan penjelasan singkat itu.
Rose dan Jay memiliki hubungan darah yang kuat. Luther jelas tahu kalau Rose mencari kakaknya selama ini, tetapi tidak dia sangka kalau Jay sahabatnya adalah kakak dari perempuan itu.
Jika demikian, maka Luther sadar kalau dia telah membuang kunci balas dendamnya. Pewaris sesungguhnya dari kerajaan bisnis Lart telah dibawa oleh saudarinya.
"Bagaimana bisa!?? Jadi selama ini Mama dan Papa tahu semuanya!?" Tanya Luther tak percaya.
__ADS_1
" Kami yang membawa Jay tepat setelah anak itu kecelakaan dan lupa ingatan, lalu untuk masalah pernikahan, semua Mama yang atur karena Ibu mereka adalah sahabat Mama," jelas Nyonya Park sambil menunduk kecewa.
"Dia pasti akan membalaskan dendamnya Luther, Rose bukan seseorang yang bisa kau anggap remeh, arhhhhh... bagaimana jika terjadi hal yang tidak diinginkan!' ucap nyonya Park.
"Tenang Ma!" Ucap Luther.
"Aku akan memastikan semuanya aman," tambah pria itu.
Sementara itu, di sisi lain negeri itu, Jay telah dibawa ke sebuah rumah sakit yang akan menjadi tempatnya sampai dia sadar kembali.
Rumah sakit terbesar di negeri itu, dengan fasilitas terbaik dan terlengkap. Segala upaya akan diusahakan untuk membuat pria itu sadar kembali.
Fraud mengambil tanggung jawab penuh untuk memastikan agar Jay tetap terjaga dan stabil.
Atas nasihat Fraud, Rose mengubah keputusannya untuk membawa tubuh Jay ke luar negeri. Kondisinya tidak memungkinkan dan tidak stabil. Mereka takut terjadi serangan dadakan saat mereka membawanya ke luar negeri.
Jay ditempatkan di ruang dengan akses terbatas, bahkan mungkin tak banyak yang tahu kalau ruangan dibalik gudang rumah sakit itu adalah sebuah kamar pasien dengan fasilitas terlengkap.
"Dia akan baik-baik, jangan takut, aku akan menjaganya," Fraud meyakinkan Rose sembari memegang kedua bahu gadis itu dan menatapnya dengan tatapan hangat.
"Ku harap dia cepat bangun kak," ucap Rose sambil memeluk Fraud. Dia menangis lagi, keadaan kakaknya saat ini membuat hati gadis malang itu hancur.
Tetapi rekan rekannya dan anggota organisasi nya sangat perhatian dan terus mendukung gadis itu bahkan di masa terpuruknya.
"Rose kami menemukan posisi Bajingan sialan itu!!!'' Riftan masuk ke dalam ruangan itu dengan tergesa gesa sambil membawa lokasi Yotan saat ini.
"Dia sepertinya akan melakukan sesuatu yang sangat buruk, dan detektif sialan itu juga melakukan gerakan mencurigakan!!" Ucap Riftan.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗