Menikahi Pria Bertopeng

Menikahi Pria Bertopeng
MPB 45


__ADS_3

Yotan menatap perempuan itu dengan tatapan tajam sambil menodongkan pistolnya ke kepala perempuan itu. Beberapa saat lalu dia menemukan alat penyadap suara di pakaian perempuan yang merupakan pelayan bar itu.


Mereka ketahuan, perempuan itu menatap Yotan dengan tatapan sinis tak gentar dengan penyamarannya yang terbongkar karena alat pelacak itu.


"Kau mau tahu?" ucapnya sambil menaikkan sebelah alisnya.


Pere itu terlihat garang, ekspedisi wajahnya berubah dalam satu detik. Dia menatap Yotan dengan senyuman sinis, "RO..SE..AN..NE.. LARTHHHH...." ucapnya mengeja dan menekankan nama itu dengan sengaja untuk membuat Yotan panas.


Di bawah sana, Fraud menatap kinerja gadis pemberani itu sambil mengacungkan jari jempolnya pada Timothy sang kakak," kuakui, aktris kalian memang hebat," ucap Fraud.


" Wahhh siapa dia!? berani sekali!" celetuk Yoshi yang terpukau dengan perempuan bar bar pemberani di atas sana.


"Mau apa? dia itu Lili, mantan Anggita Badan Inteligen Negara, otaknya licik dan kau tak akan tahu isi kepalanya, jangan tertarik padanya atau kau akan dipermainkan!" ucap Fraud.


Yoshi angguk-angguk paham tapi matanya masih terus menatap Lili.


Di atas sana, Yotan mulai menggila. Dia berjalan dengan pistolnya yang menempel di dahi gadis itu.


" Kau mau mati hah!? jadi kau mata mata jal4ng itu!? berani sekali kau menginjakkan kakimu di depanku jal4ng sialan!!!" geram Yotan sambil berjalan mendesak Lili.


Tetapi dia tidak tau anak buah siapa yang sedang dia hadapi saat ini. Dia mencari lawan yang salah dan malah terjebak dalam permainan gadis itu.


Seperti ucapan Fraud, Lili adalah orang yang licik, dia dengan sengaja membuat harga diri Yotan terluka dan menggiring pria itu mengikuti jalan yang dia mau sampai posisi mereka terbalik.


Lili tersenyum menatap anak tangga yang berada di belakang Yotan, dia berhasil mengubah posisi mereka dan membuat Yotan dalam kerugian besar.


Dengan senyuman licik, Lili menarik pistol yang dipegang Yotan dan menekannya ke kepalanya sendiri


"Tembaklah, ayo tembak sekarang Yotan Lart!!" ucap Lili sambil tertawa seperti seorang psikopat yang mempermainkan mangsa nya yang akan melarikan diri.


"Kau, sialan kau !!! mati saja kau!" pekik Yotan dan...


Bugh! Bagh! Bugh!


Srujkk!


"Tidak secepat kematian mu bangsat!" umpat Lili sambil menarik tangan Yotan dan mengambil alih pistol itu lalu dalam sekali tendangan... Bagh!


Yotan terjun bebas melalui anak tangga itu menuju ke lantai satu sampai tulang tulangnya berbunyi renyah.


Semua orang terkejut melihat kejadian itu, tetapi Lili tidak peduli. Dia tersenyum menatap pria itu seolah barusan tidak terjadi apa apa. Dia memutar mutar pistol itu di tangannya dan berjalan menuruni anak tangga.Yotan bukan tandingannya.


Anak buah Yotan langsung panik, mereka menolong Yotan tapi di saat yang sama Fraud dan teman-temannya mengambil alih keadaan.


"Siapa kau!" teriak anak buah Yotan.

__ADS_1


"Manusia!" jawab Lili dengan tatapan sinis.


Mereka tercengang, Seluruh anak buah Yotan mengepung gadis itu, tapi siapa sangka mereka kini malah dikepung oleh sebagian besar orang di dalam bar itu.


Anggota Fraud yang menyamar keluar dari penyamaran mereka.


"Mau menyentuhku? lihat dulu kanan dan kirinya," celetuk Lili.


Yotan dan anak buahnya terkejut, tidak pernah menyangka kalau mereka akan dijebak seperti.ini.


" Arrkhhh sialan, mau apa kau!? mau apa kalian!!!!!" pekik Yotan sambil menahan rasa sakit di kaki dan tangannya yang mungkin sudah patah.


Fraud mendekati mereka, tangan kekarnya yang kuat menarik kepala Yotan dan memaksa prianitu menatapnya.


Jleb!


Dia menancapkan belati di bagian bahu pria itu lalu mencairnya dengan brutal sampai darah memuncrat tepat dari luka itu.


"Arrkhhhhhh!!!!"


Fraud tersenyum, tusukannya tepat sasaran, dia memotong pembuluh darah pria itu.


"Kau tidak akan lepas jika sudah sampai di tanganku, bisa bisanya kau tertipu, dan betapa hebatnya kau jadi buronan pun," Fraud menusuk bagian pusaka Yotan.


"sialan, kenapa kalian melakukan ini bangsat!!"


"Karena kau bukan manusia!!!" geram Fraud terbawa emosi hingga...


Jleb! Jleb! Jleb!


Dia menusuk Yotan lagi di depan semua orang, kaki dan tangannya, titik vitalnya sampai membuat pria itu lemas tak berdaya di tangan Fraud.


"Sialan, ini definisi psikopat sejati, benar benar gila!" ucap Riftan yang dibalas anggukan kepala.oleh Timothy dan Yoshi.


Yotan meraung raung kesakitan, mereka sudah terjebak, tidak ada yang bisa dilakukan untuk selamat dari tempat itu.


Fraud berdiri sambil menyeringai,"Tak akan kubiarkan siapa pun yang menyakiti Rose hidup tenang, akan ku basmi mereka semua!" ucap Fraud.


"Seret dia!" ucap Fraud.


"Baik bos!!"


Yotan diseret oleh anak buah Fraud, dibawa begitu saja dari bar besar itu dalam kondisi berlumuran darah. Tidak ada yang berani melakukan apa pun atau bahkan berusaha menolong Yotan.


Pria itu diseret begitu saja dengan tubuh berlumuran darah. Serigala berdarah dingin, itulah sebutan Fraud yang tak segan menusuk targetnya di depan umum.

__ADS_1


Mereka berangkat dari sana, membawa Yotan menuju markas Bloody Rose di negara tempat tinggal mereka.


"Kapan kau akan kembali Fraud?" tanya Timothy sembari duduk di dalam mobil Van besar yang mereka kendarai.


Fraud menoleh dan menatap kakak laki-lakinya," Setelah dia menemukan tambatan hatinya, aku akan pulang setelah memastikan Rose bahagia bersama orang yang dia pilih," ucap Fraud.


Mereka yang mendengar itu menatap Fraud dengan tatapan terkejut. Apa pria ini tidak mau berjuang untuk mendapatkan Rose? mereka serasi dan saling melengkapi satu sama lain.


"Apa yah kau takutkan? kenapa kau tidak mencoba mendapatkan hati Rose?" tanya Riftan heran.


"Kau aneh Fraud, sudah jelas kau bisa mendapatkan dia, kenapa kau malah menyerah? " tanya Yoshi juga.


Fraud menunduk, sembari mengepal kedua tangannya dia menghela nafas berat," Jujur saja aku takut !" ucap Fraud.


Bertahun tahun berada dalam hubungan kakak adik membuat dia ragu dan takut menjalin hubungan yang lebih serius dengan Rose. Dia takut akan kehilangan Rose, dia takut Rose marah dan dia takut ditolak oleh Rose.


Lebih baik dia menahan perasaannya bertahun-tahun daripada kehilangan perempuan yang sangat dia cintai. Apa pun akan dia lakukan untuk membuat Rose bahagia.


Jika gadis itu memintanya pergi maka dia akan pergi, jika Rose ingin menikahi pria lain maka dia akan siap.


Mereka tercengang dengan penjelasan Fraud, jika cinta seharusnya di kejar, tapi Fraud takut kehilangan.


"Dasar bodoh, kalau dia direbut mantan suaminya itu lagi kau akan membiarkannya!? berjuanglah untuk mendapatkan hatinya!" ucap Yoshi.


Fraud menggelengkan kepalanya," Rose mencintai pria itu Yoshi, aku tidak bisa memaksakan cintaku padanya, Jika pria itu bisa berubah maka aku akan merelakan dia bersama Rose selama dia bahagia," jelas Fraud.


"Ahhh dasar manusia konyol!"


"Kalau kau cinta ya kau rebut cintanya, dasar tolol, aku malu punya adik sepertimu!!;" kesal Timothy seraya memukul kepala pria itu.


"Tckk jangan sentuh kepalaku bangsat!!"


"Nyenyenyenyeny......


Riftan menatap Fraud sambil tersenyum seraya menatap ponselnya juga," Kau sudah dengar kan Rose? ada pria yang sangat mencintaimu di sini, dia bisa gila kalau kau bersedih, sekarang semuanya ada di tanganmu,"


Riftan tersenyum sambil mengirimkan pesan pada Rose. Beberapa saat lalu, dia terhubung dengan Rose melalui sambungan telepon, tak taunya Fraud malah mengungkapkan perasaannya.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2