
Rose berdiri sambil membersihkan pakaiannya. Dia berdecak kesal karena penampilannya yang apik dikacaukan.
“ Siapa yang menabrak ku,” kesal Rose sambil menatap ke depan.
Pria di depannya juga sama sama kesal. Dia bangkit berdiri sambil membersihkan pakaiannya dan menatap ke arah Rose.
“ Siapa kau dan sedang apa kau di rumahku? Aku tidak pernah melihatmu..” Ucap pria yang tak lain dan tak bukan adalah Luther yang baru saja pulang entah dari mana untuk mengambil pakaian dan barang keperluan Yuna.
Rencananya hari ini dia dan keluarganya akan berangkat menuju London untuk membawa Yuna pergi dari negara itu dan menghibur gadis muda yang masih saja terpukul itu.
Tetapi dia melupakan satu manusia yang sangat penting bagi rencana balas dendamnya yaitu Roseanne Lart istrinya sendiri yang tidak ia pedulikan bahkan tak beri kabar sekalipun tentang apa yang ia lakukan di luar sana
Hanya nyonya Park yang terus menghubungi Rose dan menghibur gadis itu. Selebihnya Luther sama sekali tidak melakukan apa pun bahkan tak membahas Rose seolah dia lupa kalau dia adalah pria beristri saat ini.
Luther tidak mengenali Rose yang benar benar berubah total. Tiga minggu lebih tidak mempedulikan Rose bahkan tidak peduli apakah gadis itu masih ada atau tidak di rumah itu membuatnya sama sekali tidak mengenali Rose yang berubah drastis dari seorang gadis gemuk yang aneh menjadi perempuan badas yang cantik dan menawan luar dan dalam.
“ Siapa kau?” tanya Luther sekali lagi.
Rose terdiam, suaminya sendiri tidak kenal dengan dia. Akan sangat aneh kalau dia memperkenalkan dirinya pada Luther sekarang. Rose hanya menatap datar sedangkan Luther terdiam sejenak melihat wajah Rose yang sangat indah dan menawan.
Tanpa basa-basi gadis itu langsung pergi dari sana tanpa menanggapi ucapan Luther.
" Suami macam apa yang tidak mengenal istrinya sendiri, bajingan !!" umpat Rose di dalam hati sambil berjalan melewati Luther begitu saja.
Luther sangat heran, kenapa di rumah mereka ada perempuan yang tidak dia kenali.
" Apa dia suruhan Papa atau Mama? atau mungkinkah dia teman Rose?" pikir Luther menebak siapa gerangan wanita yang baru saja melewatinya begitu saja.
Luther berjalan sambil mengusap kepalanya bingung. Dia terlalu lelah untuk meladeni perempuan itu.
Sementara itu, Rose berjalan dengan cepat sambil terus mendumel. Di parkiran dia menyimpan motornya dan bersiap pergi dengan benda roda dua itu.
" Loh Kamu, Rose si gendut embul!??" Suara Sarkas Eric terdengar menusuk di telinga Rose. Sontak gadis itu menoleh ke arah sumber suara. di sana ada Eric dan Seorang pria yang belum pernah lihat sebelumnya. Eric dan Jay berdiri di sana, mereka baru saja tiba menyusul kepulangan Luther.
__ADS_1
"Wah kupikir kau tidak akan mengenaliku, ternyata kau tidak sama seperti si topeng monyet bajingan itu, salut padamu Eric!" seru Rose dengan senyum tipis di wajahnya.
Jay yang baru pertama kali melihat Rose hanya diam dengan tatapan dinginnya.Tangannya dia selipkan di kantong celananya sedangkan matanya menatap Rose dengan tatapan menyeramkan.
Rose juga punya karakter yang sama, dia tidak peduli dan tidak mau tau dengan keberadaan Jay.
"Wahhh kau ternyata tidak main-main dengan ucapanmu, aku salut kau bisa berubah sedrastis ini, wahhh kau luar biasa Rose!!" seru Eric sambil mengacungkan kedua jari jempolnya.
Rose mengangkat kedua bahunya," Sudah ku bilang aku bukan seseorang yang pantas diremehkan, terutama oleh manusia sampah yang bahkan tidak mengenali istrinya sendiri, bajingan tidak berperikemanusiaan, kau pikir aku tidak tahu kau di sana!??" Rose mengambil pulpen dari tasnya dannn..
syuuuttt... Ctallkkk...
benda itu tertancap tepat di celah dinding kayu bagian depan rumah itu.
Luther yang penasaran ternyata mengejar Rose sampai tiba di dekat parkiran dan terdiam saat mendengar percapakan gadis itu dengan Eric.
Dia sama sekali tidak menyangka kalau perempuan tadi adalah istrinya, perempuan yang tidak dia pedulikan sama sekali.
"Sial!"umpat Luther sambil menahan nafas saat pulpen tajam itu berhenti tepat di sebelah telinganya.
" Siapa dia!? kenapa auranya?" Jay terdiam dan terhanyut dalam pikirannya sendiri.
" Suami mana yang tidak mengenali isterinya!? hah apa yang ku harapkan, kau pergi keluar dari rumah tanpa bilang apa pun, bahkan menghubungiku pun tidak, apa kau layak disebut suami!? "sindir Rose sembari dia memakai helmnya.
" Mulutmu yang manis bilang aku harus patuh sebagai seorang istri, tetapi kau.. apa kau bahkan mengingatku ada di rumah ini!? manusia munafik, jangan mencampuri urusanku, dan untuk balas dendam pada Yotan serahkan semua padaku, aku akan jadi alat yang sempurna sesuai keinginanmu!" ucap Rose sambil memandang sinis ke arah Luther lalu beranjak dari sana dengan sepeda motornya.
" Sampai nanti Eric!" seru Rose seraya menatap Eric dan Jay yang terlihat melamun.
Rose melajukan motornya tetapi tiba-tiba gadis itu berhenti mendadak saat menyadari wajah Jay yang baru saja dia lihat.
Deghhhh....
Mata Rose membulat, detak jantungnya berdebar kencang, desiran darahnya mengalir begitu deras. Dia berhenti lalu perlahan menoleh ke belakang dan menatap Jay yang juga me atau ke arahnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
__ADS_1
" Ka...Kakak!??' ucap Rose spontan sambil menatap Jay dengan tatapan tidak percaya. Wajah Jay benar benar familiar baginya. Tetapi tampaknya Jay sama sekali tidak mengenalinya.
"Ada apa Rose?" tanya Eric sambil mengikuti arah pandang Rose yang menatap Jay dengan tatapan terkejut.
" Ahh ini Jay, dia salah satu teman kami, apa kau mengenalnya!??" tanya Eric.
" Jay apa kau mengenal Rose?" tanyanya pada pria itu.
" Tidak!" ucap Jay yang langsung pergi begitu saja dengan tatapan dingin dan nada ketus tak peduli pada mereka.
Mendengar itu membuat Rose menggelengkan kepalanya," tidak mungkin, kakak yang ku kenal pasti akan langsung mengenaliku, aku terlalu banyak berhalusinasi!" batin Rose sambil melakukan motornya tanpa melanjutkan pembicaraan.
Eric menatap mereka berdua dengan tatapan aneh. Tidak sangka hatinya kalau Rose dan Jay sangat dingin dan punya aura yang menyeramkan.
Sementara itu, Luther terdiam di tempatnya berisi sambil menatap kepergian Rose. Ada sedikit rasa bersalah di hati pria itu saat mendengar ucapan Rose.
Gadis itu memang sangat sarkas, selalu mengucapkan apa yang ada di hatinya tanpa peduli perasaan orang lain.
Mereka sama-sama korban di sini. Rose juga tidak memiliki hidup yang mudah di keluarga Lart, sedangkan Luther harus menderita melihat adiknya trauma karena kelakuan bejat dari Yotan.
"Perempuan ini sangat sulit ditebak, siapa dia dan kenapa dia memiliki aura tajam dan menyeramkan itu, di mana aku pernah melihat tatapan mata yang menyeramkan itu!?" batin Luther sambil terus menatap tajam ke arah kepergian Rose.
Semua yang terjadi di rumah itu, ada dalam kendali kedua orang tua yang sedang menatap layar komputernya, mengawasi segala pergerakan di rumah utama keluarga Kim sambil berdecak kesal karena kelakuan putra mereka.
" Luther bodoh, istrimu sendiri tidak kau kenal, jika begini bagaimana hubungan kalian semakin mendekat!" protes tuan Kim.
"Hanya Rose yang bisa mengubah kepribadian menjengkelkan manusia ini, aku harus melakukan berbagai cara untuk membuat mereka dekat!" geram Tuan Kim yang berdiri di samping istrinya.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗