Menikahi Putri Jin

Menikahi Putri Jin
Part 1: siapa gadis misterius itu?


__ADS_3

'cantik sekali,siapakah gadis ini' Amar berujar dalam hati, dia telah terhipnotis oleh pemandangan indah yang sekarang ada di hadapannya. Senyum manis yang terlukis di bibir gadis itu bagaikan setetes embun pagi yang menyejukkan hati Amar. Gadis itu telah berhasil membuat Amar bergulat dengan rasa di hatinya.


Amar kemudian membalas senyuman gadis cantik di hadapannya dengan senyuman yang tak kalah menawan. Amar berharap gadis itu akan menyukainya.


Amar bergerak maju dengan perlahan dengan maksud mendekatinya, ingin sekali dia berkenalan dengan gadis cantik yang baru saja mengambil tempat di hatinya. Tapi belum beberapa langkah kakinya berjalan, Amar merasa kakinya tersangkut rumput liar yang membuatnya jatuh tersungkur.


"Alamak, jelek nian takdirku. Baru saja melihat sesuatu yang indah malah sekarang jatuh tersungkur begini" Amar berujar lirih di dalam hati, terasa sakit menyerangnya. Sesaat kemudian, Amar berusaha bangkit betapa sakitnya lutut dan sikunya yang menjadi tumpuan tubuhnya ketika jatuh tadi.


"aduh, sakitnya...." Amar mengerang kesakitan.


Amar mengelus lutut dan sikunya yang sakit berusaha menyingkirkan rerumputan kering yang menempel. Setelah selesai, Amar menoleh ke depan ingin memandang gadis cantik itu lagi. Tapi, gadis cantik itu sekarang sudah menghilang dari hadapannya.


'kemana perginya bidadari cantik tadi, kenapa dia pergi tanpa sepengetahuanku' Amar membatin di dalam hati, kecewa sekarang memenuhi hatinya.


'sial aku kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengan gadis cantik bak bidadari tadi, kira-kira kemana perginya' Amar kembali bertanya dalam hati seraya menendang kaki ke depan, tak disadari tendangannya mengenai sebongkah batu yang berada di depannya.


"aduh Mak, sakit sekali kakiku" teriak Amar seraya memegang kakinya menahan rasa sakit yang dia rasakan.


"Berat kisah hidupku , aku belum sempat kenalan dengannya malah babak belur begini" Amar berkata sendiri, merasa keberuntungan tidak pernah berpihak kepadanya.


Amar memandang ke seluruh penjuru, tapi gadis cantik itu tidak kelihatan. Gadis cantik itu hilang tanpa jejak, dia bagai hilang ditelan bumi. Dia hilang secara misterius dalam sekejap tanpa bisa diterka kemana perginya.


Amar menyusuri daerah tepian sungai, anehnya dia tidak menemukan petunjuk apapun mengenai wanita yang barusan berjumpa dengannya. Dia juga merasa heran dari mana asal gadis itu karena dia melihat tidak satupun rumah di dekat daerah itu.

__ADS_1


'Aku benar-benar kehilangan jejaknya, Aku tidak mengerti kemana pergi. Tapi dari manakah gadis itu berasal?' Amar bertanya dalam hati dengan sedikit rasa heran.


'Andai tidak jatuh tadi, aku pasti sudah berkenalan dengan gadis cantik itu. Apa memang ini menjadi suratan takdirku, membujang seumur hidup? Amar bertanya sedih di dalam hatinya. Dia merasa sangat sedih mengenang semua yang baru saj terjadi.


Dengan wajah kecewa, Amar mengakhiri pencariannya dia merasa putus asa. Amar merasa tidak akan mungkin dapat menemukan gadis itu. Dia akhirnya membalikkan badan hendak melangkah pergi dari tempat tadi.


Sebelum benar-benar beranjak, Amar kembali menoleh ke belakang berharap dapat melihat gadis tadi. Namun harapannya hanyalah harapan kosong belaka. Amar tidak melihat keberadaan gadis tadi, akhirnya dia memutuskan untuk melangkah pergi.


Di perjalanan menuju rumahnya, Amar terus saja memikirkan tentang gadis cantik yang tadi barusan ia lihat. Gadis itu bagai mempermainkan pikirannya, terus menari di pelupuk matanya. Dia telah berhasil merasuki pikiran terdalam Amar.


Amar melangkah perlahan menuju rumahnya, hati dan pikirannya tidak sinkron dengan langkah kakinya. Amar begitu memikirkan gadis cantik itu hingga dia berjalan dengan pikiran yang melayang entah kemana-mana.


'aduh sakit,' Amar kembali mengaduh ketika kakinya terperosok ke dalam lubang bekas galian. Lubang itu memang tidak dalam cuma sebatas paha orang dewasa, tapi kakinya terasa sakit luar biasa.


Kemudian, Amar berusaha berjalan dengan menyeret kakinya tapi dia merasa susah sekali. Akhirnya, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sekedar mengurangi rasa sakit di kakinya.


"sekarang, bagaimana caranya aku pulang" Amar berkata sendiri mencari cara untuk bisa kembali kerumahnya. Dia melihat sekelilingnya sepi, tidak ada orang yang lewat yang bisa diminta bantuan.


Amar merasa bingung, dia tidak tahu bagaimana caranya dia kembali. kakinya terasa sangat sakit, Amar sekarang kebingungan. Dia melihat sekeliling, tak jauh dari tempat dia beristirahat ada sepotong kayu.


Amar berusaha meraih kayu tersebut dengan susah payah, dia kesulitan meraihnya tapi dia tetap berusaha. Dia akhirnya bisa meraihnya, Amar mengambil kayu tersebut dan menggunakannya sebagai tongkat.


Dengan berjalan tertatih, Amar akhirnya bisa kembali ke rumahnya. Dia bergegas masuk ke dalam rumah, kemudian Amar duduk mengistirahatkan dirinya. Dia merasa tubuhnya lelah sekali setelah menempuh perjalanan yang tak biasa tadi.

__ADS_1


Selagi duduk mengistirahatkan diri, Amar kembali larut dalam pikirannya. Amar terus membayangkan wanita cantik yang telah berhasil mengusik rasa di hatinya. Gadis itu serasa menari-nari di dalam pikirannya.


'apakah aku bisa bertemu dengan dia lagi? Amar bertanya dalam hati seraya terus membayangkan dan mengingat senyuman gadis itu, senyumnya sangat menawan. Tanpa sadar, Amar tersenyum membayangkannya.


Asik berpikir, akhirnya Amar tertidur. Amar tertidur dilantai dengan tubuh menyandar ke dinding. Dia terlelap dengan pikirannya yang dipenuhi segala bayangan gadis misterius, yang dia temui di tepian sungai tadi.


Dalam tidurnya, Amar juga tidak dibiarkan tidur dengan nyenyak gadis tadi. Amar memimpikan gadis cantik misterius itu, seakan dia sedang berada di dekat gadis itu. Dia sekarang telah tersihir oleh pesona gadis cantik yang telah berhasil menawan hatinya.


Di dalam mimpi, gadis cantik itu seakan mengajak Amar untuk berjalan-jalan. Tapi sayang, gadis itu hanya tersenyum tanpa mau mengucapkan sepatah kata. Dia begitu bersahabat seakan memberi kesempatan Amar untuk mendekatinya


Amar merasa senang dan bahagia sekali menemani gadis misterius itu jalan-jalan. Dia menatap terus ke arah si gadis tanpa mau memalingkan muka takut gadis itu menghilang lagi seperti sebelumnya.


Sedang asiknya berduaan, tiba-tiba Amar tersentak dari tidur dan mimpi indahnya. Amar dibangunkan oleh ibunya, karena ibunya merasa heran kenapa Amar tidur di lantai


"Amar, ayo bangun. Kenapa kamu tidur disini nak? dan kenapa tubuh dan bajumu kotor penuh lumpur begini? tanya ibunya heran. Ibu Amar merasa heran melihat anaknya tidur di lantai dengan kondisi tubuh dan pakaian yang kotor.


"aku tadi jatuh di dekat sungai pinggir desa kita bu? kata Amar menjelaskan kepada ibunya.


"ngapain kamu ke sana mar, tidak tahukah kamu tempat itu angker? tanya ibu Amar seraya memandang khawatir kearah putranya.


"Siapa bilang tempat itu angker Bu, aku malah bertemu wanita cantik di sana" Amar berkata kepada Amar yang membuat ibu ya bertambah heran.


Ibu Amar Mandang aneh kearah Amar, seketika ibu Amar merasa khawatir kepada Amar.

__ADS_1


"jangan-jangan Amar.........


__ADS_2