Menikahi Putri Jin

Menikahi Putri Jin
Part 5: Pemandangan Yang Indah, Menggugah Selera


__ADS_3

"semoga aku dapat bertemu dengan gadis misterius itu" Amar berdoa berharap di dalam hati, sebelum dia beranjak pergi meninggalkan rumah tuanya. Dia tersenyum manis membuat wajahnya semakin tampan.


Amar melangkahkan kakinya dengan mantap, dia melangkah menuju harapan masa depannya. Amar berharap besar bisa menemui gadis misterius pencuri hatinya, dia ingin berkenalan dengannya.


Sepanjang perjalanan Amar terus menebar senyum penuh harapan, dia melangkah cepat ingin segera sampai di tujuannya. Orang-orang melihat Amar dengan pandangan penuh kekaguman. Tidak bisa mereka pungkiri, Amar memang memiliki paras yang tampan.


'kemana Amar dengan pakaian dan penampilan dengan Serapi itu? tanya beberapa orang sesama mereka, mereka merasa heran dengan penampilan Amar.


'entahlah, mungkin ke kota kali' jawab yang lainnya. Menurut pikiran mereka, Amar pasti ke kota karena penampilannya super tampan, beda dari biasanya. Mereka berpendapat pastilah Amar pergi ke tempat yang ramai, melihat dari penampilannya.


Mereka tidak akan menyangka Amar akan pergi ke tepian sungai, karena tempat itu angker dan sepi. Penduduk desa tidak ada yang berani kesitu, karena menurut penuturan orang tua mereka setiap orang yang pergi ke sana tak lama setelah itu orang tersebut menghilang entah kemana


Mereka tidak pernah menyangkal dan menyangsikan perkataan orang tua mereka karena orang tua mereka bisa menunjukkan siapa saja yang telah mengalaminya. Ternyata setelah menanyakan langsung, keluarga yang kehilangan orang terdekat mereka membenarkan hal itu.


"kemana kamu Amar berpakaian rapi begini? tanya salah seorang tetangga Amar, merasa penasaran kepada Amar.


"aku mau pergi ke tepian sungai di luar desa" kata Amar cepat seraya pergi tanpa menoleh. Amar buru-buru pergi karena hampir jam dua belas, jam yang sama ketika dia bertemu gadis misterius itu kemaren.


Sontak saja, mereka terkejut mendengar jawaban dari Amar. Mereka mulai saling melemparkan pandangan, seolah-olah ada yang aneh mendengar jawaban Amar. mereka hanya melongo melihat kepergian Amar.


Sepergi Amar dari hadapan mereka barulah mereka menyadari apa yang dikatakan Amar. Mereka menggelengkan kepala, seraya menatap dengan tatapan penuh arti seakan mulai merasa kasihan.


"mengapa Amar pergi ke sungai angker itu dengan pakaian dan penampilan rapi seperti itu? tanya pak Arga kepada pak Ahmad

__ADS_1


" tidak tahu, apakah dia tidak mengetahui kalau tempat itu angker? tanya pak Ahmad lagi.


"kita harus melaporkan semua ini kepada ibunya, Bu Arta harus mengetahui perihal anaknya" kata pak Arki menimpali, ia turut merasa kasihan kepada Amar.


"iya, saya setuju sebaiknya kita beritahu ibunya sebelum semua terlambat." kata pak Arga mengiyakan kata-kata Arki, dia sekarang ikut menggelengkan kepala.


Sejurus kemudian mereka membubarkan diri, mereka segera menuju rumah bu Arta, ibunya Amar. Setiba di rumah Bu Arta, ternyata mereka tidak dapat menemui beliau karena beliau memang belum pulang.


" sebaiknya kita pulang dulu, tampaknya Bu Arta belum pulang dari ladang. Kita akan memberitahukan kepada beliau nanti saja." usul pak Arki kepada pak Ahmad dan yang lainnya.


"ya, baiklah kalau begitu. Pak Arki sajalah yang memberitahu Bu Arta, rumah bapak dengan rumah Bu Arta paling dekat jaraknya" kata pak Ahmad kembali kepada pak Arki.


"baiklah, kalau begitu saya pulang dulu. Saya sangat lapar dan sebentar lagi Zuhur" kata pak Arki kepada pak Ahmad.


Sementara itu, Amar dengan langkah cepatnya sudah berada di pinggir desa. Dari kejauhan, Amar bisa melihat sungai yang kemarin dilihatnya dengan sangat jelas. Dia memandang sekeliling tapi tak melihat dimana keberadaan gadis itu.


"di manakah dia, kok tidak ada" Amar berkata sendiri,sedangkan matanya terus memindai tempat itu.


Amar kemudian melangkah dengan sedikit perlahan mendekati sungai yang ada di hadapannya. Samar-samar, Amar mendengar bunyi gemericik air seakan ada orang yang sedang mandi.


Amar perlahan-lahan mendekati tepian sungai dan bersembunyi di balik semak belukar, ingin rasanya dia mengetahui siapa yang sedang mandi di sungai yang letaknya terpencil itu.


"astaga..." Amar ternganga melihat pemandangan indah yang sedang terpampang jelas di hadapannya. Dia melihat dengan jelas siapa yang mandi di sana karena jarak tempat Amar bersembunyi dengan orang yang sedang mandi begitu dekat.

__ADS_1


Amar melihat dengan tatapan tak berkedip orang yang sedang dia intip, dialah gadis misterius yang kemaren tersenyum kepadanya. Selain senyum yang manis ternyata gadis itu memiliki tubuh yang sangat indah.


Amar menyaksikan pemandangan yang sangat indah yang disuguhkan bebas di hadapannya. Dia memperhatikan setiap detil keindahan yang tersaji, membuat air ludahnya seakan sulit untuk ditelan.


Gadis itu begitu cantik dan mempesona, bagaikan lukisan alam yang menggugah selera. Dia memiliki kulit putih bersih, wajah yang cantik tanpa cela. Turun sedikit kebawah, Amar melihat pemandangan jauh lebih mempesona.


Disana, Amar melihat sepasang gunung kembar yang indah, sekal padat berisi. Gadis itu sedikit mengerakkan tubuhnya, membuat kedua gunung kembar itu bergerak mengikuti gerakan tubuh orang yang memilikinya. Amar merasa ada yang bergerak bangkit di bagian tubuh bawah Amar. Amar berusaha mati-matian menahan gejolak ***** birahinya.


Sesaat kemudian, Amar mengarahkan pandangan matanya kebahagian tubuh bawah gadis itu, Amar makin terbelalak melihatnya. Amar bisa melihat bagian berambut yang menonjol di balik kain yang sangat tipis, walau terlihat samar-samar begitu menggoda untuk disentuh.


'gila gadis ini memiliki tubuh yang sempurna, aku tak tahan melihatnya' Amar berusaha menelan air ludahnya.


Amar berusaha menahan sekuat mungkin nafsunya, dia memegangi adik kecilnya yang mulai menampakkan perilaku nakalnya. Amar terus berdiam diri dibalik semak belukar tempat dia bersembunyi, dia ternganga menyaksikan adegan-adegan aduhai yang sedang dipertontonkan oleh pemilik tubuh mengairahkan itu.


'aku harus mendapatkannya' Amar berkata lirih dalam hati dengan keadaan mulut menganga dan mata yang melotot. Saking nafsunya, Amar tanpa sadar menggosok-gosok adik kecilnya dengan mengunakan tangannya sendiri dengan lembut tanpa menimbulkan suara.


Beberapa menit berlalu, Amar menyaksikan gadis tadi telah selesai selesai mandi dan hendak mengganti pakaiannya. Amar melihat gadis tadi menanggalkan semua penutup tubuhnya, semakin membuat Amar membelalakkan mata tanpa berkedip. Tak ayal, Amar dapat menyaksikan setiap detil semua keindahan yang tak terhalang apapun.


'ya, ampun indahnya.....'amar berujar lirih di dalam hatinya. Amar tak menyangka dia akan seberuntung ini, dia dapat melihat tubuh gadis pujaannya hari ini. Dia bisa melihat pemandangan yang sangat menggugah kan selera itu, tanpa ada satupun yang menghalanginya.


Karena fokus memperhatikan pemandangan menggairahkan yang tengah disaksikan tanpa sadar, Amar memencet adik kecilnya dengan keras.


"alamak, sakitnya........! Amar berseru kecil menahan sakit sambil membekap mulutnya dengan tangannya sendiri, tidak ingin gadis cantik itu menyadari keberadaannya.

__ADS_1


"bagaimana ini? apakah dia menyadari kehadiranku? tanya Amar di dalam hati seraya mematung di balik semak belukar


__ADS_2