Menikahi Putri Jin

Menikahi Putri Jin
Part 6:Apakah Aku Telah Salah Tempat?


__ADS_3

"semoga dia tidak menyadarinya" Amar berharap dalam hati, tidak mau kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengannya untuk kedua kalinya.


Amar mematung bersembunyi di balik semak belukar, dia berusaha diam untuk tidak menimbulkan gerakan dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Dia menatap memperhatikan dengan seksama, setiap gerak gerik gadis cantik itu. sekarang Amar merasa lega, dia bisa memastikan kalau gadis itu tidak menyadari kehadirannya.


Selesai mengenakan pakaian gadis itupun terlihat merapikan rambutnya, kemudian melangkah hendak pergi. Amar melihat gadis itu pergi, segera keluar dari persembunyiannya. Dengan berpura-pura tersenyum kecil, Amar berjalan menuju tepi sungai tidak jauh dari gadis itu berada. Dia berpura-pura hendak mencuci muka.


Sebelum mencuci muka, Amar menoleh ke arah gadis itu. Dia melemparkan senyum seraya menganggukkan kepala. Gadis cantik itu membalas senyuman Amar dengan tersenyum pula. Amar segera berdiri menatap kearah gadis cantik yang sekarang ada di hadapannya.


"hai cantik, siapa kah nama kamu? bolehkah saya berkenalan denganmu? Amar bertanya kepada gadis cantik yang sekarang menjadi pujaan hatinya, dia sangat ingin memilikinya.


Gadis cantik itu mengangguk seraya tersenyum kearah Amar, dia memberikan isyarat memperbolehkan Amar untuk mengenalinya.


"perkenalkan namaku Amar, namamu siapa? tanya Amar hati-hati menampakkan kesopanannya kepada gadis cantik itu.


"namaku Alika" jawab gadis cantik itu kepada amar seraya tersenyum manis.


"Alika ya, nama yang cantik secantik orangnya" Amar berkata seraya memuji Alika, membuat wajah Alika merah merona tersipu malu membuat wajahnya tampak semakin cantik di mata Amar.


"kalau boleh tahu, Alika tinggal di mana? tanya Amar lagi ingin tahu. Amar ingin mengetahui di mana wanita cantik itu berasal karena bisa mencari gadis itu nanti bila ingin menemuinya.


" dekat dari sini kok mas Amar, tidak jauh dari sini" jawab gadis itu menjelaskan.


"dekat? dimana? tanya Amar lagi, seraya mengedarkan pandangan. Amar merasa heran sekali karena dia melihat tidak ada satupun rumah yang berdiri di dekat sungai itu.


"di balik pepohonan di sebelah sana mas" jawab Alika kepada amar seraya menunjuk ke balik rimbunan pohon tidak jauh dari sana.


"oh di sana, pantas tidak kelihatan tertutup pohon-pohon rupanya" kata Amar menanggapi penjelasan Alika.

__ADS_1


"bolehkah saya berkunjung ke rumah Alika" tanya Amar seraya menatap wajah cantik Alika, dia begitu mengagumi wajah sempurna yang ada di hadapannya.


"boleh mas, tapi kalau mau berkunjung ke rumah Alika sebaiknya nanti habis magrib mas" kata Alika memperbolehkan Amar untuk datang berkunjung kerumahnya.


"kenapa harus habis magrib Alika ,kenapa tidak sekarang saja? tanya Amar kepada gadis itu lagi.


"karena kalau habis magrib, orang tua dan saudara Alika sudah berada di rumah semuanya" jawab Alika kepada Amar memberikan alasan kepada Amar.


"oh begitu" jawab Amar singkat merasa jawaban Alika masuk akal.


"kalau begitu, bolehkah mas habis magrib nanti datang berkunjung ke rumah alika" tanya Amar kepada Alika berharap Alika akan memperbolehkannya.


"tentu saja mas, Alika akan menunggu kedatangan mas nanti malam" jawab Alika kepada amar, yang membuat Amar merasa sangat senang sekali. Ternyata Alika menyambut baik niat Amar untuk bisa berkunjung ke rumahnya.


Amar kemudian mengajak gadis itu berkenalan lebih jauh, dia mencoba mencairkan suasana. Amar terus mengajak Alika bercerita berusaha menghilangkan jarak dia diantara mereka. Sekarang, mereka saling bercanda dan saling melemparkan tawa seakan dunia milik mereka.


"apakah kamu menyukai aku, Alika? tanya Amar kepada Alika, Amar merasa semakin memiliki keberanian untuk menanyakan tentang perasaan gadis itu kepadanya. Dia berharap gadis itu juga memiliki perasaan yang sama kepadanya. Amar merasa sangat menginginkan gadis itu sekarang.


"entahlah, aku tidak bisa menjawabnya sekarang. aku merasa terlalu cepat untuk memberikan jawaban itu karena kita baru saja bertemu, kamu belum tahu siapa aku" kata Alika memberikan jawaban yang kurang memuaskan kepada amar, yang membuat Amar merasa sedikit kecewa.


'walaupun aku tidak begitu mengetahui persis sifat kamu tapi aku telah melihat betapa cantiknya kamu. Aku telah melihat seluruh bagian tubuhmu yang tidak tertutup sehelai benangpun dan sekarang aku menginginkan semua keindahan yang kamu miliki' Amar berkata sendiri di dalam hati seraya tersenyum memandang ke arah Alika.


"baiklah aku akan menunggu jawabanmu, aku akan menunggu sampai kamu mengetahui dan yakin apa yang menjadi jawabanmu." kata Amar sembari tersenyum manis kepada Alika


"ya, aku akan memberikan jawaban secepatnya kepadamu" kata Alika seraya meyakinkan Amar.


"oh ya Amar, aku harus segera pulang ke rumah karena sudah terlalu lama aku pergi. Aku takut orangtuaku cemas" kata Alika kepada amar, dia bermaksud hendak pergi.

__ADS_1


Alika berdiri seraya menjauh dari Amar tapi, Amar segera memegang dan menarik tangan Alika supaya tidak menjauh darinya. Amar merasa selalu ingin bersama gadis pujaan hatinya. Tapi Alika segera melepaskan pegangan tangan dan segera menjauh dari Amar.


"apa tawaranmu tadi masih berlaku untukku, Alika" tanya Amar kepada Alika yang telah berapa berada beberapa meter dari Amar, dia ingin memastikannya kembali.


"tentu saja, Aku menunggumu di rumahku selepas magrib nanti." kata Alika setengah berteriak ketika jarak antara mereka telah cukup jauh. Alika segera bergegas pergi, sedang Amar berbalik ke belakang bermaksud hendak kembali ke desanya.


Setelah beberapa langkah berjalan, Amar kembali menoleh kebelakang dia merasa ingin melihat gadis itu sekali lagi sebelum pergi. Amar merasa sangat terkejut ketika melihat ke belakang ternyata Alika telah hilang dari pandangan Amar, padahal baru detik berlalu.


'tapi sudahlah nanti aku juga akan datang kerumahnya, aku harus cepat pulang agar dapat bersiap-siap pergi ke rumah Alika sehabis magrib nanti' Amar berkata di dalam hati, seraya mempercepat langkahnya kembali ke desa tempat tinggalnya.


Setelah sampai di rumah Amar segera mengisi perutnya yang lapar, sejak pergi tadi dia belum makan sama sekali.


'ternyata perut tidak akan kenyang hanya karena cinta' Amar berkata dalam hati seraya tersenyum membayangkan wajah Alika.


Setelah selesai, Amar kemudian istirahat sebentar. Amar kemudian membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. setelah rapi, Amar kemudian menunggu ibunya pulang dari ladang. Tak berapa lama, ibu Amar pulang dari ladang.


Melihat Amar yang sudah rapi, ibunya merasa heran.


'Amar, kamu mau kemana?" tanya ibunya, mengutarakan rasa herannya kepada anaknya.


"Amar pamit bu, mau pergi menemui seorang teman," jawab Amar singkat bergegas menuju pintu.


"kalau begitu hati-hati ya, jangan pulang terlalu malam. Ibu takut sendirian di rumah" kata ibu Amar mengizinkan anaknya pergi. Beliau tidak menyangka kalau Amar akan pergi ke tepian sungai diluar desa yang terbilang angker itu.


Amar bergegas mempercepat langkahnya, dia ingin sampai tepat waktu di sana sesudah shalat magrib. Akhirnya Amar Sampai juga di daerah tujuannya, tapi alangkah terkejutnya dia melihat tempat itu.


Amar melihat tempat itu begitu ramai, tidak seperti ketika dia datang siang hari tadi. Dia melihat begitu banyak penduduk di sana, lebih ramai dari pada desanya.

__ADS_1


'apakah aku tidak salah tempat?' amar bertanya didalam hati. Dia merasa telah salah jalan, apakah dia akan dapat bertemu gadis itu lagi...........?"


__ADS_2