Menikahi Putri Jin

Menikahi Putri Jin
Part 7: Desa Yang Menakjubkan


__ADS_3

'tempat ini benar-benar luar biasa. kenapa selama ini, aku tak pernah mengetahui kalau ada tempat yang begitu indah di dekat desaku?' Amar bertanya pada dirinya sendiri.


Amar memandang takjub dengan apa yang sekarang dilihatnya. Dia melihat suatu perkampungan besar dengan segala keindahannya walaupun hari telah gelap. Amar melihat desa itu begitu ramai penduduknya, bahkan desa ini lebih besar dan lebih maju dari desa tempat tinggal Amar.


Amar terus berjalan menyusuri jalan desa, dia melihat ke kiri dan ke kanan. Dia tak henti-hentinya merasa takjub. Amar seakan berada di dunia baru, yang pernah belum dikenalnya.


'ini menakjubkan sekali.' Amar berkata di dalam hati seraya terus memindai seluruh tempat, berusaha menemukan apa yang sedang dicarinya.


'di mana sebenarnya letak rumah alika?' Amar berkata di dalam hati seraya melihat sekeliling, dia tidak bisa menemukan rumah Alika. Amar teringat tadi dia tidak menanyakan dengan jelas kepada Alika, di mana rumah Alika tepatnya berada.


'aku mengira cuma rumah Alika yang ada di sini, ternyata ada ratusan rumah lainnya disini. Bagaimana aku bisa menemukan rumahnya?' Amar bertanya sendiri di dalam hati, dia merasa kebingungan mencari rumah Alika.


'apakah aku dapat menemukan rumah alika? Bagaimana aku bisa menemukan rumahnya? Amar terus bertanya di dalam hati, dia berpikir keras bagaimana dapat menemukan rumah Alika.


Amar menoleh ke kiri dan ke kanan berharap ada orang yang lewat, semoga saja ada yang mau menunjukkan di mana rumah Alika kepadanya. Tidak berapa lama, Amar melihat ada seorang wanita setengah baya lewat di depannya.


"bu maaf mengganggu, apa ibu mengenali Alika?" Amar bertanya pada wanita separuh baya yang barusan lewat.


Wanita itu tidak menjawab pertanyaan Amar, dia pergi begitu saja. Amar heran sekali melihat sikap wanita tua tadi, begitu dingin dan tidak bersahabat sama sekali.


"bu jangan sombong dong, nanti lekas tua" Amar berkata dengan sedikit berteriak tapi wanita itu tetap saja berlalu tanpa menoleh kepada Amar.


Amar kemudian meneruskan pencariannya, dia terus berjalan menyusuri jalan desa. Amar merasa aneh dengan keadaan desa ini, dia melihat desa ini begitu ramai tapi orangnya jarang sekali berbicara malah terkesan tidak mau berbicara sama sekali. Amar menyimpulkan begitu karena sejak tadi berjalan dan berpapasan, tidak ada satu orangpun yang menyapanya.

__ADS_1


'kemana lagi aku harus mencari rumah Alika? Aku tidak bisa bertanya kepada siapapun karena orang di sini hemat sekali berbicara' Amar berkata dalam hati, dia mulai bingung dan merasa sedikit putus asa.


Amar akhirnya duduk untuk beristirahat sejenak, dia merasa kakinya lelah berjalan. Dia sudah mencari rumah Alika lebih dari satu jam, tapi Amar tetap tidak bisa menemukan rumah Alika. Setelah sedikit lama beristirahat, Amar berdiri bermaksud untuk kembali ke desanya.


"aku merasa lebih baik pulang dulu, aku akan kembali besok malam" Amar berkata di dalam hati,setelah berjalan beberapa langkah, Amar melihat sesosok bayangan yang sangat dia kenali berjalan tidak jauh darinya.


Amar merasa sangat senang sekali melihat Alika dan segera berlari menghampirinya. Amar bergegas mempercepat langkah kakinya, dia tidak ingin Alika hilang dari pandangannya.


"Alika." Amar berteriak keras menyebut nama Alika, supaya Alika mendengar panggilannya. Amar melihat Alika menoleh ke kanan dan ke kiri mencari di mana sumber suara yang memanggil namanya.


.


Alika tersenyum manis ketika matanya melihat Amar dari kejauhan. Dia segera menghampiri Amar, Alika merasa senang melihat kehadiran Amar.


"mas sudah berkeliling mencari, tapi mas tidak bisa menemukan rumah Alika. Mas sebenarnya mau pulang saja, tiba tiba mas tadi melihat Alika." Amar bercerita pada Alika dengan nada penuh semangat, dia merasa senang akhirnya bisa bertemu dengan Alika di sini.


"oh begitu. Mas kenapa tidak tanya sama orang-orang yang lewat, mereka semua mengenali Alika kok " kata Alika singkat seraya tersenyum menanggapi cerita Amar.


"mas sudah bertanya kepada mereka, tapi tidak ada yang mau berbicara dengan mas. Ternyata, tetangga Alika sombong-sombong tidak seperti Alika yang ramah dan baik" Amar berkata kepada Amar seraya memuji Alika langsung di hadapannya. Alika merasa senang sekaligus tersipu malu mendapat pujian dari Amar.


"mas kita ke rumah Alika yuk, nanti Alika perkenalkan mas pada orang tua dan saudara alika. Alika mengajak Amar ke rumahnya dan berencana memperkenalkan Amar kepada keluarganya.


Amar merasa senang mendengar ajakan Alika, dia tidak menyangka ternyata Alika serius dengan ajakannya siang tadi. Dia merasa sangat senang karena baru kali ini ada perempuan cantik yan mau mengajak ke rumahnya.

__ADS_1


"ayo alika, mas sangat ingin bertemu dengan keluarga Alika tapi, apakah keluarga Alika mau berkenalan dengan mas? Amar bertanya kepada Alika merasa perasaan ragu sedikit mengganggu pikirannya. Dia merasa ada ketakutan di dalam hatinya, Amar takut keluarga Alika akan menolak dan tidak menginginkan kehadirannya.


"apakah mas takut? Alika bertanya kepada Amar seraya memperlihatkan senyum manis walaupun Amar melihat senyum Alika seakan seperti sedang mengejeknya.


"mas merasa sedikit takut Alika, mas takut keluarga Alika nanti tidak menyukai dan mungkin saja mengusir mas." Amar menjawab perkataan Alika mengungkapkan ketakutan yang sekarang dia rasakan.


"kita masuk saja dulu mas, andai semua yang mas katakan benar tejadi, nanti biar Alika yang menjelaskan kepada keluarga Alika." Alika berkata berusaha membujuk Amar, akhirnya, Amar menyetujui ajakan Alika.


"mas ayo ikuti aku, aku akan tunjukkan tempat rumahku kepadamu." Alika berkata seraya menarik tangan Amar, dia mengajak Amar ke rumahnya.


Amar mengikuti langkah Alika yang terasa begitu cepat baginya, walau bagi Alika langkah kakinya begitu pelan dan lembut. Amar merasa perasaannya bergemuruh seakan ada sesuatu yang bergelut di hatinya. Tapi, dia tetap mengikuti langkah alika.


"mas ayo masuk, kita sudah sampai di rumah Alika." Alika berkata setelah sampai di rumahnya, Amar begitu takjub melihat betapa besar dan megahnya rumah Alika. Amar melihat rumah yang begitu besar penuh ukiran seperti istana kerajaan Jawa kuno.


"i-iya Alika" Amar menjawab dengan sedikit terbata karena rasa kagumnya melihat rumah megah Alika.


"mas silahkan duduk dulu, Alika akan panggil ayah dan ibu beserta seluruh keluarga Alika." Alika mempersilahkan Amar duduk, Amar merasa bertambah kagum melihat rumah Alika.


"baiklah" Amar menjawab dengan singkat, matanya terus memindai rumah Alika yang terlihat begitu megah.


"bapak perkenalkan ini mas Amar, pemuda yang Alika ceritakan tadi. Amar perkenalkan ayah Alika, beliau bernama Adiwijaya." Alika memperkenalkan Amar kepada ayahnya.


Amar begitu terkejut memandang pria yang diperkenalkan oleh Alika sebagai ayahnya. Pria itu begitu........

__ADS_1


__ADS_2