Menjadi Gundik Suami Sendiri

Menjadi Gundik Suami Sendiri
episode 28


__ADS_3

"Baguslah kalau kamu tau!


Sekarang berikan uang itu, dan kami akan pergi dari istana kamu ini!" sahut Bu Emi dengan wajah tanpa dosanya.


"Aku akan buat surat perjanjian lebih dulu.


Tunggulah sebentar!" balas pak Abdul yang langsung pergi meninggalkan Bu Emi dan Haris yang langsung tersenyum lebar, karena usahanya berhasil untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang sangat banyak.


Sedangkan pak Abdul tengah berpikir keras, agar tidak memberikan uang tiga milyar yang Emi minta.


"Mereka kan ceroboh dan bodoh kalau masalah uang. Apalagi Emi, cinta mati sama aku, sehingga sangat mudah dimanfaatkan selama ini.


Tapi semua itu juga karena ulahnya sendiri, kalau saja dia tidak suka selingkuh, mungkin aku tidak akan pernah membiarkan anak anaknya hidup apa adanya. Susi bukanlah anakku, Haris dan juga Vita.


Mereka anak anak dari selingkuhannya Emi.


Untung aku selalu melakukan test DNA pada mereka. Kalau saja, aku tidak melihat Emi yang tidur dengan laki laki lain waktu itu, mungkin sampai saat ini, aku tidak pernah tau kebenaran tentang anak anaknya." gumam pak Abdul yang kembali mengingat kejadian berpuluh tahun lalu.


Pak Abdul memang sering ke luar kota untuk mengurus pekerjaannya, dalam seminggu bisa dua hingga empat hari. Namun entah kenapa waktu itu, perasaannya gelisah, sampai akhirnya pak Abdul memutuskan pulang kerumah, padahal pekerjaannya belum selesai, Setelah sampai dirumah, pak Abdul dikejutkan ada sepeda motor dan sandal laki laki di depan rumahnya, karena curiga, pak Abdul hanya memarkirkan mobilnya di luar pagar saja, dan masuk ke dalam dengan cara mengendap endap lewat pintu belakang yang memang jarang di kunci.


Tanpa pak Abdul duga, ternyata istrinya tengah melakukan hubungan badan dengan laki laki lain, padahal kondisinya tengah hamil muda.


Pak Abdul tidak ingin ada keributan, dia memilih pergi begitu saja setelah berhasil mendapatkan bukti.


Sejak saat itulah pak Abdul selalu enggan pulang kerumah dan sangat pelit masalah keuangan.


"Ini, tanda tangani diatas materai.


Baca dulu isi perjanjiannya.


Disana aku menuliskan, kalau aku sudah tidak lagi menjadi suami kamu. Dan setelah menerima uang jangan pernah ganggu keluargaku.


Kalau kalian melanggar, maka penjara yang akan memberi hukuman pada kalian.


"Aku masih ada uang segini, terimalah!


Sisanya akan aku transfer!" pak Abdul menyodorkan kertas yang isinya tentu menguntungkan dirinya, dan memberikan amplop coklat yang berisi uang kepada Bu Emi.


Karena sangking bahagianya mendapatkan uang dan dalam jumlah yang fantastis, Bu Emi dan Haris tak lagi membaca isi perjanjian, mereka menandatanganinya begitu saja.


Melihat itu, pak Abdul tersenyum miring. Karena sangat mudah untuk mengelabuhi Emi dan anaknya.

__ADS_1


"Baiklah!


Kalau begitu, silahkan kalian pergi dari rumahku dan jangan pernah datang kesini lagi, karena itu ada di dalam surat perjanjian juga." pak Abdul bersikap tenang namun dengan wajah datar, mengusir secara halus, Emi dan Haris.


"Baik, aku akan pergi.


Karena setelah ini, aku juga akan membangun istana yang lebih bagus dari ini. Ingat janjimu, sepuluh juta selama tiga bulan. Lumayan, bisa buat beli perhiasan lagi." sahut Bu Emi dengan wajah pongahnya.


"Tenang saja, aku tidak akan pernah ingkar janji.


Akan aku pastikan setiap bulan, selama tiga bulan, kamu akan mendapatkan sepuluh juta dariku.


Aku sudah mengurus surat perceraian kita, mungkin sebentar lagi akan ada panggilan sidang, siap siaplah!" ucap pak Abdul yang masih bersikap tenang dan terkesan tak perduli.


"Ada atau tidak adanya kamu, bagiku sama saja.


Kamu tidak pernah menyentuh dan juga memberi nafkah. Jadi, lakukan yang kamu mau, Abdul!" tekan Bu Emi dengan wajah sinis dan benci di dalam dadanya.


"Apa kamu lupa, seperti apa kelakuan kamu kalau aku tidak dirumah, Emi?


Jangan kamu pikir aku bodoh dan tidak tau apa apa.


Aku tau semuanya, bahkan kebenaran tentang ketiga anak kamu itu." balas pak Abdul yang terlihat tersenyum miring seolah mencemooh orang yang kini berdiri di hadapannya.


Jangan memfitnah ku, hanya untuk menutupi perselingkuhan kamu!" geram Bu Emi yang hatinya sudah merasa khawatir dengan apa yang diucapkan pak Abdul.


"Jangan pura pura tidak tau, sejak kamu masih hamil muda Susi, aku sudah mengetahuinya, bahkan aku masih menyimpan buktinya.


Aku diam bukannya aku tidak tau apa apa, itulah kenapa aku tak lagi mau menyentuhmu, haram bagiku, menyentuh perempuan yang sering tidur dengan laki laki. Menjijikkan!" tekan pak Abdul dengan tatapan penuh cemooh, membuat Bu Emi kesal, karena boroknya dibuka di hadapan anak laki lakinya.


"Apa maksudnya ini?" tanya Haris yang mulai bingung dengan maksud obrolan orang tuanya.


"Tanyakan sama mama kamu. Dan juga tanyakan siapa laki laki yang jadi bapakmu, karena mama kamu, tidak cukup satu laki laki yang jadi selingkuhannya." sahut pak Abdul yang sengaja ingin membuka semua kebusukan Emi.


"Tutup mulutmu, mas!


Jangan menuduhku sekeji itu.


Mana buktinya kalau aku selingkuh?


Kamu yang selingkuh, tapi aku yang kamu kambing hitamkan!" sungut Bu Emi tidak terima, padahal di hatinya membenarkan semua ucapan pak Abdul.

__ADS_1


"Apa benar kamu meminta buktinya, Emi?


Siapkan jantungmu, karena aku memiliki begitu banyak bukti.


Apa kamu sadar, kalau aku sudah memasang cctv tersembunyi didalam rumah itu, bahkan di kamar kamu. Sudah sangat banyak bukti yang aku pegang, Emi!


Bahkan surat DNA ketiga anak kamu juga sudah aku genggam dari bertahun-tahun lalu. Harusnya kamu berpikir, kenapa aku tak Sudi memberikan nafkah pada mereka, karena mereka bukan darah dagingku?


Paham?" pak Abdul menatap tajam pada Bu Emi yang terlihat membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Kebenaran yang dikatakan pak Abdul membuatnya shock.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2