
"Haris mundur dan memintaku untuk menggantikannya!" sahut Edward santai namun otaknya masih terus berpikir dengan keputusan yang tiba tiba Haris putuskan.
"gak salah bos?
Serius?" Bandi langsung membulatkan kedua matanya tak percaya.
Tiba tiba hening, mereka larut dalam pikirannya masing masing, saling menerka nerka maksud dibalik mundurnya Haris.
"Lebih baik bos Edward kerumah bos besar saja, pastikan dan minta pendapatnya, sebelum bos besar berangkat keluar negri." sahut Bandi pada akhirnya setelah diam beberapa saat.
"Iya, aku juga mau akan kesana.
Sepertinya Haris memang takut berurusan dengan polisi, kamu yang ingatkan pas kita kejar kejaran sama polisi waktu itu, Haris bersembunyi dan terlihat gemetar." Edward mencoba mengingat waktu dimana Haris hampir pingsan karena ada polisi yang mengejarnya setelah mengadakan transaksi besar.
"Iya juga ya?
Tapi bukannya dia itu orang yang sombong dan gila harta. Biasanya orang seperti itu akan mau melakukan apapun asal mencapai tujuannya." sahut Bandi serius.
"Tadi dia sempat bilang mau buka swalayan, kalau memang benar dia tidak mempunyai rencana apapun dibalik mundurnya dan semua murni karena dia tidak mau berurusan dengan polisi, aku akan melupakan rencana untuk menghancurkannya, karena apa yang aku perjuangkan sudah aku dapatkan." sahut Edward dingin, lalu bergegas pergi meninggalkan markas menuju rumah ayah angkatnya, pak Suganda.
Satu jam perjalanan yang dibutuhkan Bandi untuk sampai di rumah pak Suganda.
Pagar besi menjulang langsung terbuka lebar saat tau yang datang adalah Bandi.
"Mas Edward!
Lama gak datang, kemana saja?" sambut pak Rudi salah satu penjaga rumah pak Suganda. Dan yang terlihat paling akrab dengan Edward.
"Eh kak Rudi, apa kabar pak, sehat?
Saya lagi sibuk, biasa lagi banyak barang datang!" sahut Edward menanggapi ramah pertanyaan pak Rudi.
"Oh kirain!" sahut pak Rudi cengengesan.
"Kirain apa pak?" balas Edward mengerutkan wajahnya.
"Kirain lagi mabuk cinta!" heheheee pak Rudi cengengesan dan membuat Edward geleng geleng kepala.
"Ayah dirumah kan?" sambung Edward mengedarkan pandangan, menelisik halaman rumah ayah tirinya.
"Iya, tuan ada di dalam.
Ada Nok April juga sama suami dan anaknya." sahut pak Rudi dan dijawab anggukan kepala oleh Edward, tak ingin memperpanjang obrolan lagi, Edward langsung berjalan menuju ke dalam rumahnya pak Suganda.
__ADS_1
"Bang Edward!" seru April terlonjak senang saat melihat kedatangan kakak angkatnya. Dari kecil April memang dekat dengan Edwar dan mereka berada di satu sekolah, Edward selalu menjaga dan melindungi April dari anak anak yang suka usil. Edward dan April memang memiliki hubungan yang dekat, Edward sudah menganggap April seperti adik kandungnya sendiri, itulah kenapa kadang April suka manja sama Edward, karena Edward selalu tidak pernah bisa menolak keinginan adik tirinya itu.
"April!
Kapan kamu datang?
Kok gak kasih tau Abang?" sahut Edward dengan wajah datarnya, April mencebik dengan sikap cuek abangnya itu.
"Pasang muka teduh Napa, bang?
Sama adik sendiri kok jutek amat, noh ada keponakan Abang, kasih hadiah kek!" seloroh April yang pura pura kesal dan memasang wajah masam.
"Dasar kamu!
Dari dulu cuma hadiah Mulu otaknya.
Aku mau ketemu ayah dulu, soal hadiah gampang.
Nanti Abang belikan berlian sepuluh biji, puas?" sahut Edward sambil berlalu menuju kamar ayah tirinya.
Sedangkan April memanyunkan bibirnya dan disambut tawa oleh suaminya, gemas melihat tingkah istrinya yang langsung berubah ajaib kalau sudah ketemu abangnya.
"Ayah!" sapa Edward sambil mengetuk pintu kamar kak Suganda pelan.
"Masuk saja, Ed!" sahut pak Suganda dari dalam kamarnya.
"Edward lagi kepikiran sesuatu, yah!
Makanya langsung kesini. Ayah sehat?" sahut Edward sambil meraih tangan ayahnya dan mencium punggung tangan lelaki penyelamat nya itu takzim.
"Ada apa?
Katakan sama ayah?
Apa itu soal Haris?" tebak pak Suganda santai dan Edward langsung mengangguk, membalas tatapan ayahnya lekat.
"Haris memang tidak mampu, dan sepertinya anak itu juga memang tidak punya bakat meneruskan Bisnisku. Dia sudah mengambil keputusan uang tepat, dan aku juga tidak keberatan. Ayah percaya sama kamu, Edward!" sahut pak Suganda tegas, dan menepuk pelan punggung Edward untuk membuat anak itu yakin.
"Bukannya ayah masih mampu memimpin sendiri?
Bukannya Edward tidak mau, tapi hanya Edward merasa tidak pantas, ayah!" sahut Edward, meskipun dia sangat menginginkan jabatan itu, tapi rasa hormat dan pengabdiannya pada pak suganda teramat besar, maka dari itu, saat Haris menggantikan posisi pak Suganda, Edward merasa tidak terima dan terabaikan, iri menyelimuti hatinya, hingga punya niat untuk mencelakai Haris.
"Kamu pantas, Edward.
__ADS_1
Kamu lebih paham dan berpengalaman dari pada Haris.
Kamu tau sendirikan, ayah tidak pernah memaksakan keinginan anak anak kandung ayah.
Ayah selalu membebaskan mereka memilih jalan hidupnya masing masing. Meskipun besar harapan ayah kalau Haris lah yang akan menggantikan posisiku, namun ternyata, anak itu tidak cukup punya nyali terjun dalam bisnis gelap yang sudah bertahun tahun aku bangun.
Kamu yang sudah menguasai dan paham sepak terjangku, lakukan tugas kamu dengan baik sebagai anakku, Edward.
Teruskan bisnis itu, dan jaga kepercayaan ku.
Bantulah anak anakku kalau mereka kesulitan nantinya, hanya itu permintaanku padamu, nak!" balas pak Suganda panjang lebar, membuat Edward sesak dan terharu oleh perlakuan ayah angkatnya, tidak membedakan dirinya dengan anak anak kandungnya.
Bahkan berani menyerahkan bisnis yang nilainya triliunan pada dirinya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️