Menjadi Gundik Suami Sendiri

Menjadi Gundik Suami Sendiri
episode 36


__ADS_3

"Tuh lihat, anak sama bapak sama saja.


Sombong!" cebik Bu Emi.


"Ayo masuk, ma!


Biarkan saja, biar nanti Haris buktikan kalau Haris lelaki baik dan bertanggung jawab di hadapan banyak orang. Haris punya rencana untuk membungkam mulut mereka!" Haris menyeringai, membayangkan kalau akan mempermalukan Dara dihadapan banyak orang nantinya.


Saat sidang berjalan dan hakim memutuskan perceraian mereka. Haris diminta untuk mengucapkan talak dan disitu Haris memanfaatkan keadaan, masih dihadapan banyak orang, dengan lantangnya Haris mengumumkan kalau akan bertanggung jawab pada Hilya putrinya, Haris akan memberi nafkah setiap bulan sepuluh juta, padahal di sidang sebelumnya, Haris menolak dan tidak mengakui Hilya anaknya.


"Kurang baik apa aku sebagai laki laki?


Sudah memberikan nafkah besar pada anak yang belum tentu dia darah dagingku.


Aku yakin, kamu pasti menyesal setelah bercerai dariku!" herdik Haris dengan angkuhnya.


"Aku dan Hilya tidak butuh uang sepuluh juta kamu itu, mas.


Toh selama ini, kamu juga tidak perduli dengan hidup dan kebutuhan kamu.


Kalau memang kamu laku laki baik, tentu mulutmu tidak akan berucap kata kata kotor seperti itu.


Hilya darah dagingmu, tapi kamu seolah tidak mau mengakuinya, apa perlu dibuktikan dengan test DNA?" balas Dara yang tak mau kalah dan tak mau diam saja saat Haris berusaha merendahkan harga dirinya di hadapan banyak orang.


"Baru dagang kue saja, kamu sudah sangat sombong!


Ngaca sana, lihat wajah dan bentuk badanmu itu, bikin laki laki muak. Untung aku bergerak cepat, pisah dari perempuan gak berguna kayak kamu sungguh hal yang paling tepat. Agar hidupku kembali indah, karena orang sepertiku pantas mendapatkan istri yang cantik dan juga kaya." Haris menatap sinis ke arah Dara yang memilih tak menghiraukan ocehan Haris, biarlah orang orang disana yang menilai, laki laki seperti apa dia.


"Dara, tidak usah kamu tanggapi omongan orang gila. Biarkan saja, nanti kalau sudah kesandung pasti dia akan menangis dan merengek meminta maafmu. Orang tak punya akhlak sepertinya tidak pantas di tanggapi." seru pak Husein dengan wajah datar dan tatapan tajam pada Haris.


Hakim akhirnya membubarkan dan sidang keputusan cerai sudah ditentukan.


Sah menjadi seorang janda, ada sedikit rasa sedih, namun lebih pada perasaan lega dan bersyukur karena terlepas dari laki laki seperti Haris.


Dara sengaja menolak nafkah yang diberikan pada Hilya, entah kenapa hatinya punya firasat tidak baik akan hal itu.


Lagi pula, Dara juga sudah tidak ingin punya hubungan dan ada komunikasi dengan mantan suaminya itu lagi.

__ADS_1


Urusan rejeki, insyaallah pasti ada untuk Hilya.


Setelah perceraian dengan Haris dan Dara menolak nafkah darinya, sejak saat itu Dara tak lagi mendengar kabar tentang mantan suaminya itu. Sudah enam bulan berlalu, Dara menjalani harinya dengan nyaman dan lebih bahagia, bahkan kini Dara terlihat sangat cantik, dengan kulit putihnya dan wajah yang kembali berseri, bahkan berat tubuhnya juga sudah kembali lagi seperti dulu.


"Mbak Dara gak ada niat untuk menikah lagi gitu?" tanya Riani yang kebetulan sedang main ke toko kue milik Dara dan kakaknya, Riani sangat mendukung perasaan kakaknya pada Dara, namun Rangga masih belum berani mengutarakan isi hatinya pada Dara, sehingga Riani gemas dan ingin menjadi jembatan buat hubungan kakaknya itu.


"Masih belum, dek!


Kamu tau sendirikan, baru enak bulan aku menyandang status janda, masak sudah mau nikah lagi, gimana gitu kesannya.


Tapi ya itu sih, aku juga masih belum bisa membuka hati lagi, ada trauma pada laki laki, apalagi ada Hilya yang juga harus aku pikirkan nasibnya.


Jaman sekarang, cari laki laki yang benar-benar baik itu sulit. Jadi ya gak mau terburu buru dulu.


Ingin menikmati kesendirian dan fokus sama Hilya saja dulu." jawab Dara panjang kali lebar.


"Tapi kalau umpama ada laki laki yang benar sayang dan mau terima mbak dan Hilya dengan tulus gimana?" sekali lagi Riani tak mau menyerah untuk membujuk Dara.


"Mana ada dek, aku ini janda, belum tentu loh, orang tua laki laki itu bisa terima aku dan anakku, meskipun dia bener sayang aku. Terus terang, aku trauma punya mertua kayak ibunya mas Haris, setiap hari makan hati yang ada." Dara menghembuskan nafasnya dalam, teringat bagaimana dirinya dulu diperlakukan oleh ibunya Haris, masih terasa sakitnya.


Contohnya orang tuaku, mereka akan selalu menghormati keputusan anak anaknya.


Setelah tau kisah keluarga mas Tomi, papa sama mamaku tetap menerima mas Tomi dengan sangat baik, mereka hanya melihat bagaimana sikap dan perlakuan mas Tomi ke aku.


Begitu juga jodoh kak Rangga nanti, orang tuaku juga gak terlalu banyak menuntut, asal wanita itu baik dan menyayangi kak Rangga dengan tulus, tak perduli dia janda apa gadis, orang tuaku akan menerimanya dengan baik." Riani sengaja memancing Dara dengan membawa orang tua dan kakaknya, Riani ingin tau tanggapan Dara.


"Alhamdulillah kalau begitu, pasti beruntung yang jadi menantu dirumah kamu.


Semoga mas Rangga segera bertemu jodohnya." sahut Riani santai yang sedikitpun tidak punya pikiran apa apa dengan maksud ucapan Riani.


"Mas Rangga menyukai mbak Dara!" lirih Riani memberanikan diri.


"Apa?


Aku gak salah dengar kan, dek?" sahut Riani kaget.


"Iya, mbak.

__ADS_1


Mas Rangga suka sama mbak Dara sejak pertama ketemu, tapi waktu itu mbak masih jadi istrinya Haris.


Dan setelah mbak Dara resmi cerai, mas Rangga berani jujur ke aku, tapi belum punya keberanian untuk mengutarakan sama mbak Dara, takut ditolak katanya." sahut Riani yang bicara apa adanya, Riani ingin Dara segera tau isi perasaan kakaknya, dan berharap mereka juga punya perasaan yang sama dan akhirnya saling menerima dan menikah.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2