Menjadi Gundik Suami Sendiri

Menjadi Gundik Suami Sendiri
episode 39


__ADS_3

"Pergilah, dan jangan ganggu kenyamanan kami." Riani ikut menimpali, sudah gak tahan mendengar nada angkuhnya Sherly.


"Aku akan disini, menunggu Haris, aku perlu tau, apa yang ingin dia berikan pada bayi itu!" sahut Sherly sinis, lalu mengambil tempat duduk dan menatap tajam ke arah Dara.


"Dasar perempuan sinting." sungut Dina kesal melihat kelakuan Sherly yang dinilainya berlebihan.


"Terserah!" balas Sherly yang pura pura cuek dan tak mau perduli dengan wajah wajah tak suka orang orang yang ada di dalam ruangan kusus ini.


Setelah sekian menit, akhirnya Haris datang, dia masuk dengan membawa begitu banyak paperbag di tangannya. Membuat Sherly melotot tak suka, dan Dara hanya bersikap datar datar saja .


"Ini semua buat Hilya, biarkan aku membelikan anakku sesuai yang aku inginkan untuknya.


Kalau kamu tidak mau menerima pemberianku, setidaknya biarkan Hilya mendapatkan haknya dari ayahnya.


Ini hanya baju bajunya Hilya, sepatu dan mainan.


Aku juga membelikan beberapa perhiasan dan satu set berlian untuk putriku, simpanlah dan berikan saat nanti dia sudah dewasa." Haris menatap Hilya yang tak pernah dia perhatikan dari dulu, tapi entah kenapa, saat melihatnya hari ini, dada Haris berdebar, wajah mungil Hilya begitu mirip dengannya, bahkan Hilya terlihat begitu cantik dan lucu. Cintanya sebagai ayah tiba tiba muncul di lubuk hatinya.


"Terimakasih, sudah menjaga Hilya dengan baik. Mulai sekarang, tolong ijinkan aku untuk bertemu dengannya saat aku rindu." sambung Haris yang masih belum beralih dari mengagumi wajah cantik putrinya sendiri.


Saat Haris menoleh, matanya terpaku pada sosok perempuan cantik yang dulu dia incar, Riani.


"Riani!


Akhirnya kita ketemu lagi, kamu kemana saja?


Aku mencarimu kemana mana?" Haris melangkah mendekati Riani dan menatapnya dengan senyuman lebar.


Melihat itu, Sherly merasa muak dan kesal.


"Apa apaan sih, kamu mas?


Ada aku loh disini, tapi kamu kok malah ribut dengan wanita wanita lain sih!" sungut Sherly sambil memasang wajah masam.


"Diam lah, jangan ikut campur urusanku!" bentak Haris yang membuat Sherly menghentakkan kakinya kesal, wajahnya memerah menahan emosi, tapi tak punya nyali untuk melawan Haris.


Dara dan Dina justru menahan tawa melihat sikap Sherly yang tak berkutik di hadapannya Haris, padahal tadi begitu angkuh mengakui kalau dia calon istri Haris.


"Bilang calon istri, kok gak ada powernya sama sekali. Duh!" sindir Dina sambil memasang senyum mengejek.


Sherly mendelik dan mengepalkan kedua tangannya.


"Calon istri?" Haris mengerutkan wajahnya menatap ke arah Dina.


"Itu!


Dia bilang calon istri kamu, bahkan mengancam Dara juga loh tadi, meminta Dara untuk tidak mengusik kamu. Amit amit lah!" balas Dina yang sengaja mengompori Haris untuk memberi pelajaran pada Sherly.

__ADS_1


"Aku tidak ada hubungan apapun sama dia, aku membayarnya untuk bersenang senang saja.


Calon istri, aku tetap pada pilihanku, yaitu Riani.


Mumpung kita sudah ketemu disini, kamu mau kan jadi istriku?" sahut Haris yang membuat semua langsung membeliak kaget, terutama Sherly yang langsung menghentakkan kakinya lalu pergi meninggalkan ruangan.


"Maaf, aku tidak bisa mas!


Aku sudah menikah tiga bulan yang lalu. Orang tuaku menjodohkan aku dengan pilihannya." sahut Riani yang tak mau membuat Haris murka karena merasa dipermainkan.


"Dijodohkan?


Itu kenapa kamu tiba-tiba menghilang, begitu?


Kenapa kamu tidak memberitahuku, aku kan bisa membantumu lari dari perjodohan itu, dan kira bisa menikah!" sahut Haris.


"Maaf mas!


Aku tidak mau menentang keputusan orang tuaku, aku tidak mau dianggap anak durhaka. Maaf ya!" sahut Riani dengan wajah biasa saja.


Namun disisi lain, Dara, Sintia dan Dina menahan tawanya dengan sandiwaranya Riani.


"Lalu, apa kamu sekarang bahagia, Rani?" Haris menatap Riani dengan wajah sedih, Haris benar benar latah hati, karena dia memang benar benar menaruh hati pada Riani.


"Iya, mas!


Kebaikan, kasih sayang dan cinta suamiku yang tulus, telah membuatku juga mencintainya dan menerimanya, Alhamdulillah kamu bahagia.


Dan semoga kamu juga bahagia dengan wanita yang kamu cintai, mas!" sahut Riani dengan memasang wajah serius. Tapi tidak dengan Haris, dia sangat terpukul dengan kalimat demi kalimat yang Riani lontarkan.


"Kamu tega, RAN!


Harusnya kamu tolak perjodohan itu, dan menikah denganku.


Tapi kamu justru bahagia dengan laki laki itu.


Aku cuma cinta sama kamu, aku kecewa, Riani!" lirih Haris yang terlihat patah hati dan wajahnya nampak mendung.


"Sekali lagi, maafkan aku ya mas!


Sekarang semua sudah berlalu, aku sudah bahagia dengan suamiku. Aku harap mas harus juga menemukan kebahagiaan dengan wanita yang jauh lebih baik dariku." balas Riani yang di dalam hatinya begitu muak harus pura pura bersikap baik dengan Haris.


"Semoga aku bisa melupakan kamu, Riani!


Aku permisi dulu.


Dara, tolong setelah ini, jangan batasi aku bertemu dengan Hilya. Aku mulai menyayangi dia, wajahnya sangat mirip denganku!" setelah mengatakan itu semua, Haris mengecup kepala Hilya dan pergi meninggalkan salon, meskipun suara teriakan dari Sherly terus memanggilnya, Haris tidak perduli sama sekali.

__ADS_1


"Aaarrgh, sialan!


Ini semua gara gara kalian!" teriak Sherly yang langsung masuk keruangan dimana Dina, Dara, Sintia dan Riani berada.


"Kalian sudah menghancurkan rencanaku.


Gara gara ada kalian, Haris jadi mengabaikan aku sebelum aku puas belanja.


Mana berikan perhiasan yang harus berikan sama anakmu padaku!" teriak Sherly yang mengacak acak paperbag pemberian Haris untuk Hilya.


Dara hanya diam saja, tak perduli dengan apa yang dilakukan Sherly.


Namun saat Sherly hendak mengambil kotak perhiasan milih Hilya, ada suara yang menggelegar membentak Sherly penuh murka, sehingga Sherly langsung mendadak pucat dan tak berkutik sama sekali.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2