
"Tidak, kamu melakukan hal yang benar.
Lakukan lah, apa yang membuat kamu nyaman dan kamu anggap baik!
Tugas ayah, hanya mendukung." balas pak Suganda tegas.
Meskipun bertahun tahun pak Suganda menggeluti kehidupan dunia bisnis gelap, tak menjadikan laki laki itu arogan terhadap pilihan dan kehidupan anak anaknya.
Pak Suganda tidak pernah mau memaksakan kehendaknya pada semua anak anaknya.
Karena sejahat apapun orang tua, dia pasti inginkan yang terbaik untuk darah dagingnya.
"Terimakasih ayah!
Kalau begitu, Haris pamit pulang.
Salam sama April!" pamit Haris sopan, entah bagaimana caranya tiba tiba saja Haris bisa memiliki pikiran positif dan benar. Padahal sebelum ini, Haris seperti mabuk oleh harta yang diberikan ayahnya, tak perduli dengan halal dan haramnya harta itu.
Haris meninggalkan kediaman mewah sang ayah dengan menaiki mobil Pajero sport nya.
Haris terus dibayangi oleh wajah Hilya dan senyum menggemaskan anak itu.
"Hilya! maafkan ayah, nak!
Tak seharusnya ayah menelantarkan kamu. Ayah sudah abai, sampai sampai jamu menangis ketakutan saat ayah dekati.
Wajahmu mirip banget sama ayah, nak!
Ayah menyesal sudah mengabaikan kamu!" gumam Haris menyesali dirinya.
"Haris, kamu sudah pulang?" Bu Emi pulang dari arisan dengan gengnya sudah mendapati Haris duduk diruang tamu rumahnya, padahal masih jam tiga sore.
"Iya, mama darimana saja?" sahut Haris tanpa menoleh ke arah mamanya.
"Mama dari arisan sama teman teman mama di rumah Bu Selomita.
Kok tumben kamu sudah pulang?" sahut Bu Emi yang memilih duduk di samping Haris.
"Haris habis ketemu ayah dirumahnya."
"Ketemu ayahmu?
Ada apa?" Bu Emi menatap lekat ke arah anak lelakinya.
"Haris minta ijin untuk buka usaha baru, usaha atas nama Haris sendiri. Dan ayah memberikan ijin." sahut Haris jujur.
"Maksud kamu bagaimana?
Bukannya malah enak nerusin usaha ayah kamu yang duitnya tak bisa dihitung itu.
Kalau buka usaha sendiri, belum tentu kamu berhasil dan lebih sukses. Jangan bodoh kamu!" sahut Bu Emi ketus, tidak setuju dengan pikiran anaknya.
"Mama ini, bisanya marah marah saja.
Apa mama gak mikir, usahanya ayah itu berisiko, bisa bisa Haris berakhir membusuk di penjara.
__ADS_1
Kalau Haris mendirikan usaha sendiri kan aman.
Haris berniat buka swalayan, dan bahkan ayah juga mau membukakan toko kusus baju anak anak dan keperluannya untuk Hilya. Jadi mama gak perlu khawatir, kita tidak bakalan kekurangan uang.
Tinggal minta saja sama ayah, Kan beres!
Dan baiknya kita gak ikut terjun ke bisnisnya jadi gak akan berurusan dengan polisi." sahut Haris panjang lebar, membuat Bu Emi manggut manggut membenarkan ucapan anak lelakinya.
"Kamu benar juga, Ris!
Kenapa mama gak kepikiran kesana ya?
Terus kenapa ayahmu membuatkan toko untuk Hilya, anaknya si Dara itu?
Gak penting banget sih!" Bu Emi memperlihatkan rasa gak sukanya.
"Ya tadinya Haris menjual nama Hilya untuk merayu ayah, dan ternyata ayah tersentuh dan dengan mudahnya membiarkan Haris mundur dari bisnisnya dan memberikan modal yang gak tanggung tanggung.
Kalau soal Hilya, jujur Haris mulai menyayangi anak itu, ma!" balas Haris menatap lurus kedepan.
"Apa?
Apa mama gak salah denger?
Sejak kapan kamu perduli dengan anaknya si Dara itu?" ketus Bu Emi dengan mulut dimanyunkan.
"Ma, Hilya itu anakku.
Bagaimanapun dia darah dagingku, wajar kalau aku menyayangi anak itu, apalagi dia sekarang mirip banget wajahnya sama Haris, dia lucu sekali." sahut Haris yang langsung teringat wajah dan tingkahnya Hilya.
"Apa kamu bertemu dengan anak itu?
"Haris ketemunya gak sengaja kok, tadi pas jalan jalan ke mall, Dara ngajak Hilya jalan jalan juga disana. Dan Dara sekarang juga kelihatan sangat cantik, terawat, gak gendut dan kusam lagi."
Bu Linda mencebik tak suka mendengar cerita anaknya.
"Awas saja ya, kalau kamu sampai balikan lagi sama si Dara itu. Mama gak setuju.
Kalau soal Hilya, oke! dia memang anak kamu, nama bisa memaklumi kalau kamu perduli dengannya, tapi tidak untuk Dara!" sahut Bu Emi dengan wajah masam.
"Mana tenang saja, lagian Dara juga gak mau kok sama Haris. Ketemu saja dia enggan melihat ke Haris. Haris bilang Dara cantik bukan berarti Haris mau kembali, Dara bukannya tipe Haris lagi. Apa lagi sekarang Haris itu sudah sukses dan banyak uang. Mau perempuan kayak apa saja Haris bisa." balas Haris meyakinkan mamanya.
"Bagus!
Itu baru anaknya mama!
Yasudah, mama mau ke kamar dulu, mau mandi.
Coba kamu hubungi adik kamu, masak jam segini belum pulang, keluyuran saja kerjaannya anak itu!"
"Iya, mama. Bawel amat sih!" omel Haris yang langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Tika adiknya.
Dalam panggilan ketiga baru terangkat.
"Tika, kamu lagi ada dimana?
__ADS_1
Kemana aja kamu, kok belum pulang?" Haris langsung bicara pada intinya saat panggilannya terangkat.
"Tika lagi tidur, mas!
Dia kelelahan setelah melayaniku. Hahahaaa!"
Tut Tut Tut sambungan telpon terputus, Haris gelagapan karena yang mengangkat telponnya bukan Tika tapi suara laki laki dan seolah tengah meremehkannya dan merendahkan adiknya.
"Kurang ajar, apa yang sudah Tika lakukan dengan laki laki itu. Awas saja kamu Tika!" gumam Haris dan kembali menghubungi nomor adiknya.
Tapi tak kunjung diangkat juga.
Malah nomor Tika mengirimkan gambar Tika yang tengah tertidur pulas dikamar hotel dengan tubuh yang terlihat setengah telanjang.
"Ma, mama!
Tika, ma! Tika!" teriak Haris emosi dan membuat Bu Emi yang baru saja selesai mandi langsung lari keluar karena mendengar teriakannya Haris.
"Lihat ini, ma!
Ini Tika di hotel dengan laki laki!" Haris menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan foto adiknya kepada mamanya.
"Apa?
Ya ampun Tika!" Bu Emi langsung kaget dan tak sadarkan diri, melihat anak gadisnya yang sangat ia sayangi tengah tidur pulas dengan kondisi yang tak bisa dijelaskan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️