Menjadi Gundik Suami Sendiri

Menjadi Gundik Suami Sendiri
episode 30


__ADS_3

"Apa yang papa katakan itu benar?


Haris bukan anak kandung papa?" Tomi menatap dalam pada manik mata papanya.


"Iya, itu benar!


Kalau mereka anak kandungku, tidak mungkin aku memilih hidup dengan mama kamu, dan setia padanya.


Bagaimanapun papa juga tau caranya menghargai perempuan." sahut pak Abdul yang menatap penuh damba pada sang istri yang masih setia berdiam diri.


"Lalu, kalau mereka bukan anak papa, kenapa papa masih mempertahankan hubungan yang nyata sudah hancur?" tanya Tomi yang masih diliputi rasa penasaran terhadap rumah tangga papanya dengan istri pertamanya.


Pak Abdul membuang nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan anak kebanggaannya itu.


"Papa harus bertahan demi untuk mendapatkan apa yang harusnya jadi milik papa.


Dan papa juga harus memikirkan perasaan orang tua papa yang sangat menyayangi Emi.


Itulah kenapa, selama orang tua papa masih hidup, papa tidak pernah bawa kalian di hadapan mereka. Karena papa tau, mereka akan murka dan membela Emi.


Emi sangat pandai bersandiwara, di depan kedua orang tuaku, dia selalu bersikap ramah, lembut, penurut, dan sangat baik. Sehingga kala ada yang cerita tentang kejelekan tentang Emi, pasti ibu dan bapak, papa , tidak akan mempercayainya." jelas pak Abdul panjang lebar, Tomi langsung mengerti titik masalah papanya dan tak lagi mempersoalkan nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Haris yang sedang kacau karena kecewa dengan kenyataan tentang dirinya, tengah duduk di teras depan rumahnya dengan tatapan kosong.


Hatinya mengutuk pak Abdul yang tak mengakui dirinya anaknya, namun juga kecewa sama mamanya yang sudah membohongi dirinya.


"Ris, masuklah, sudah malam!" Bu Emi menghampiri Haris dan cemas melihat keadaannya yang berantakan.


"Kenapa mama tega melakukan ini sama Haris?


Siapa papa Haris, ma?


Katakan!" lirih Haris yang sedikit pun tak menoleh ke arah mamanya.


"Nanti mama akan jelaskan, sekarang istirahatlah!


Kita harus bisa membalas sakit hati kita kepada Abdul dan keluarga pelakor itu!" tekan Bu Emi yang bahkan tidak punya rasa bersalah.


'Ini kan mama yang salah, mama sudah selingkuh dan selalu membohongi papa.


Kenapa mama yang marah sama papa?" tanya Haris yang masih bisa berpikir waras.


"Berhenti menyebut Abdul dengan sebutan papa, mama semakin sakit hati mendengarnya.

__ADS_1


Besok mama akan mengajak kamu bertemu dengan ayah kandung kamu. Sekarang istirahatlah dulu." suara Bu Emi membuat Haris mendongakkan wajahnya, menatap lekat pada wajah mamanya, mencari kesungguhan disana.


"Maksud mama, apa papa Haris masih hidup dan ada di kota ini juga?" sahut Haris penasaran dan dadanya tiba-tiba berdegup kencang.


"Tidak!


Ayah kamu tau nggak di kota sebelah, mama yakin, kamu akan senang menjadi anaknya.


Dia kaya dan juga tampan!" sahut Bu Emi dengan wajah bahagia, akhirnya setelah sekian banyak tahun yang dilalui, Haris bisa bertemu dengan laki laki yang menjadi ayah kandungnya. Dan itu kesempatan untuk Bu Emi mencari keuntungan dari laki laki yang sangat dia cintai hingga sekarang.


"Tidurlah, siapkan dirimu untuk menerima kenyataan besok. Siap siap hidupmu akan berubah menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini." Bu Emi menatap lekat pada wajah anak lelakinya, lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.


["Mas, besok aku dan anak kita akan berkunjung ke kantor kamu!


Sudah saatnya Haris tau siapa ayah kandungnya!"] Bu Emi mengirim pesan pada laki laki yang begitu dia puja hingga detik ini.


[Datanglah, aku sudah sangat lama menunggu saat ini.] balas lelaki yang kini tengah tersenyum lebar, akhirnya apa yang dia tunggu akan datang juga. Suganda Atmaja, laki laki bertubuh atletis dan memiliki wajah brewok itu langsung tersenyum puas, karena akan bertemu dengan anak lelakinya, yang selama ini hanya dilihat dari foto foto yang dikirimkan Emi.


Suganda, memiliki usaha jual beli mobil bekas hasil selundupan, dan juga seorang bandar narkoba, itulah kenapa, Suganda memiliki kekayaan yang tak biasa.


Bisnisnya selalu aman, karena dia selalu bisa membungkam para aparat dengan hartanya.


"Aku akan membawa anakku terjun dalam Bisnisku, dia akan jadi pewaris kekayaan yang selama ini aku kumpulkan. Persiapkan dirimu nak, ayahmu ini, akan membuatmu jadi laki laki sejati dan ditakuti." Suganda tertawa puas, akhirnya keturunannya akan bisa dia genggam dan seret dalam bisnis kotornya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Aku mau cerita nih, aku sedang tidak baik baik saja sat ini]


Haris mengirimkan pesan pada ponsel Riani yang dipegang Dara.


Dara tersenyum saat membaca isi pesan yang dikirim oleh Haris.


"Apa kamu sedang ada masalah mas?


Semoga saja masalah yang berat!" batin Dara yang entah kenapa begitu berharap keburukan untuk hidup mantan suaminya itu.


[Masalah apa, mas?


Kamu baik baik saja kan] balas Dara yang pura pura perduli.


[Baru saja aku mengetahui kebenaran yang tidak pernah aku duga.


Aku bukan anak kandung dari papaku.


Dan kamu tau, ternyata Tomi si sombong itu, anak kandung dari papaku dengan selingkuhannya. Brengsek!

__ADS_1


Mereka sudah mempermainkan hidupku dan keluargaku, aku sangat membenci mereka!] tulis Haris yang menceritakan masalahnya tanpa diminta. Dara langsung menganga saat membaca pesan yang dikirim Haris.


"Kenyataan apa ini?


Aku harus korek lebih dalam, jadi penasaran." batin Dara yang langsung menjerit penasaran dengan cerita Haris.


"Maksudnya gimana ya, mas?


Kok aku gak paham!] balas Dara yang saat ini sangat penasaran.


[Papaku sudah menikah lagi tanpa kamu tahu dari bertahun tahun lalu. Dia punya anak dengan perempuan selingkuhannya itu,badan anaknya itu adalah Tomi, atasan kita di kantor.


Rasanya sakit dan kecewa saat tau dibohongi seperti ini. Bahkan mereka selama ini hidup bahagia dan mewah, sedangkan aku dan keluargaku harus mati matian berjuang sendirian untuk bisa bertahan hidup, aku tidak terima, dan pasti akan membalas mereka. Toh papa kandungku adalah orang yang sangat kaya raya, baru saja mama memberitahu tentang ayahku!] tulis Haris panjang lebar dan membuat Dara semakin kaget jika ternyata Pak Abdul bukan ayah kandung harus dan sudah memiliki keluarga lain, bahkan Tomi adalah anak dari mantan mertuanya itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2