
"Lihat ini, ma!
Ini Tika di hotel dengan laki laki!" Haris menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan foto adiknya kepada mamanya.
"Apa?
Ya ampun Tika!" Bu Emi langsung kaget dan tak sadarkan diri, melihat anak gadisnya yang sangat ia sayangi tengah tidur pulas dengan kondisi yang tak bisa dijelaskan.
"Ma! Mama!
Haris panik melihat mamanya pingsan, Haris membopong Bu Emi ke dalam kamarnya lalu mencari minyak kayu putih dan membaluri tubuh Bu Linda. Haris mencari kontak kakaknya, Susi.
"Hallo, mbak!
Mbak Susi buruan kesini, mama pingsan!
Haris bingung harus bagaimana." Haris langsung mengatakan kondisi mamanya setelah sambungan teleponnya diangkat oleh sang kakak.
"Kok bisa sih, Ris?
Emang mama lagi apa kok bisa pingsan, tadi baik baik saja kok pas mbak telpon." sahut Susi terdengar gak percaya.
"Sudahlah mbak, tanyanya nanti saja, mbak kesini saja sekarang, nanti Haris jelaskan." balas Haris kesal karena kakaknya banyak tanya, bukannya langsung berangkat.
"Iya, iya. Aku berangkat sekarang." sahut Susi, yang langsung mengambil kunci motornya dan mengirim pesan pada suaminya kalau dia akan kerumah mamanya, sedangkan anaknya masih dirumah mertuanya.
"Gimana sama mama, sudah sadar belum?" Susi langsung masuk ke dalam kamarnya Bu Emi, di dalam terlihat Bu Emi tengah terisak bersama Haris yang duduk di dekat sang ibu.
"Mama kok nangis, ada apa sih ini, Ris?" sambung Susi yang masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.
"Tika! Tika!" Bu Emi dengan terbata menyebut nama anak bungsunya.
"Tika?
Ada apa sama Tika?" balas Susi yang semakin penasaran.
"Lihat saja sendiri, ini kelakuan adik mbak!" Haris menyodorkan ponselnya dan terpampang jelas foto Siska yang siapa saja pasti paham dan langsung berpikiran kearah sana.
"Ya, ampun! ini beneran Tika?
Gila tuh anak, awas saja nanti kalau dia pulang.
Bukannya sekolah yang bener, ini malah melakukan hal yang menjijikkan. Dasar anak gak tau diuntung." geram Susi dengan wajah memerah.
Sedangkan Bu Emi hanya bisa menangis dengan kenyataan yang ada, Haris kesal tapi bersikap cuek.
"Sudah Bu, gak usah ibu tangisi anak itu.
Kalau ada apa apa biarkan saja, biar dia tanggung sendiri. Kelakuannya kayak orang gak punya otak saja. Menjijikkan!" sungut Susi.
Meskipun Susi punya sifat tidak baik dengan mulut pedasnya itu, tapi Susi begitu menjaga dirinya.
__ADS_1
Susi sangat menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita, dan patuh sama suaminya.
"Ma, mama!
Tika pulang nih, bawa makanan kesukaan mama!" teriak Tika saat memasuki rumahnya.
"Itu anaknya pulang. Dasar bocah gembleng!" Susi yang sudah dikuasai amarah langsung keluar dari kamar mamanya dan tanpa aba aba Susi langsung menampar Tika penuh kebencian.
"Dasar anak kurang ajar.
Bukannya sekolah yang bener, malah keluyuran ke hotel sama laki laki gak jelas!"
plak! plak! Tika yang tak menyangka akan menerima amukan kakaknya hanya bisa diam dan terpaku. Wajahnya sudah pucat padi karena ketakutan.
"Puas kamu, hah?
Karena ulahku itu mama jadi pingsan!
Kalau kamu hamil mau ditaruh kemana muka keluarga kita?
Katakan siapa laki laki itu?" bentak Susi yang tak bisa lagi menahan kemarahannya.
"Aku sudah besar, mbak.
Jangan terlalu ikut campur urusanku!" sahut Tika yang kembali menguasai dirinya, bahkan tidak ada rasa bersalah sama sekali.
"Ya ampun nih anak!
Haris, urus adikmu itu, mbak sudah gak mau tau, dinasehati bukannya nurut tapi malah nyolot!" kesal Susi dengan wajah masam dan memerah.
"Tika!
Sini kamu!
Katakan jamu ke hotel dengan siapa?
Kalau kamu tidak mau mengaku, mulai hari ini, aku stop memberimu uang jajan, dan mobil yang sudah kuberikan akan aku tarik kembali.
Pikirkan baik baik, ngaku atau semua fasilitas kamu aku cabut?" ucap Haris datar, karena Haris paham seperti apa sifat adiknya, dia tidak akan bisa hidup miskin, gayanya yang glamor menurun dari mamanya.
"Gak bisa gitu dong, mas!
Aku ini adikku loh, dan mas Haris adalah penggantinya papa, jadi punya kewajiban memenuhi kebutuhan aku.
Gak bisa seenaknya lepas tangan begitu, dosa tau!" sungut Tika dengan wajah cemberut.
"Kalau aku punya kewajiban mencukupi kebutuhan kamu, berarti aku juga punya kewajiban mengatur mu, Tika! Dan kamu wajib mentaati peraturan dan ucapanku sebagai pengganti papa. Paham kamu?" bentak Haris terpancing emosi oleh kelakuan adiknya yang keras kepala.
"Tika, nurut sama kakakmu, karena mama tidak akan ikut campur lagi dan tidak akan perduli jika Haris mencabut semua pemberiannya.
Kamu itu salah, jangan terus menentang dan tidak mau mengakui kesalahan kamu!" tiba tiba Bu Emi muncul dengan penampilan yang sudah berantakan, wajahnya masih terlihat sembab.
__ADS_1
"Mama juga ikut ikutan memusuhiku?
Aku sudah besar, ma. Wajar kalau aku punya pacar dan bersenang senang dengan pacarku, apa aku salah?" sahut Tika masih dengan tanpa tau malunya.
"Ya ampun Tika, jangan buat kami emosi sama kelakuan kamu itu! Geram aku, sama kamu lama lama!" sahut Susi yang semakin kesal dengan sikap adik bungsunya.
"Halah, kayak kalian sudah suci saja.
Mas Haris saja sering gonta-ganti perempuan diajak kencan ke hotel kok.
Dan mama juga, sering keluar sama laki laki muda.
Jangan dikira Tika gak tau itu.
Kenapa cuma Tika saja yang gak boleh begitu, Tika hanya ikut bagaimana mas Haris dan mama untuk menyenangkan diri." balas Tika dengan menatap sinis ke arah Haris dan mamanya.
Sedangkan Bu Emi langsung melongo menatap tak percaya akan ucapan anaknya. Haris membuang nafasnya kasar dan mulai mengatur detak jantungnya yang sudah tak baik baik saja, karena terlanjur emosi dengan pemikiran adiknya yang dinilainya keterlaluan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1