
"Dasar bocah sableng, kalau sudah dapat aja main nylonong gitu saja. Tapi kenapa Tika nyari Haris ya? Bukannya mereka lagi marahan.
Ah sudahlah, bodoh amat. Yang penting aku sudah dapat enam juta, cuma modal uang dua puluh ribu, masih untung banyak!" gumam Susi yang kembali masuk kedalam rumahnya.
Menunggu suaminya pulang dari kantor.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Mas!
Aku mau tanya sesuatu!" Tika yang langsung masuk ke dalam kamarnya Haris, membuat Haris menatap tak suka, meskipun hal itu sudah biasa dilakukan Tika, tapi untuk saat ini, Haris memang masih sebal dengan adiknya itu.
"Tanya apa?" tanya Haris ketus, masih sambil menatap layar laptopnya.
"Mas, tau Edward?" tanya Tika langsung to the poin saja dengan maksud menemui kakaknya itu.
Haris menoleh, dan mengerutkan wajahnya menatap penuh selidik ke arah Tika.
"Kenapa kamu menanyakan Edward, dari mana kamu mengenal dia?" tanya Haris tajam.
"Edward, pacarku, mas!
Tapi kemarin dia memutuskan aku tiba tiba, katanya, doa mau dijodohkan sama orang tuanya." sahut Tika apa adanya, Haris yang mendengar penuturan Tika langsung terbakar emosi, bisa bisanya Edward mempermainkan adiknya.
"Kurang ajar, berani sekali dia mempermainkan kamu, apa tujuannya?" gumam Haris, namun masih terdengar di telinga Tika.
"Jadi beneran, mas Haris kenal Edward kan?
Tolongin Tika, mas.
Kasih tau dimana alamatnya Edward, Tika mau meminta pertanggung jawaban darinya." sahut Tika yang langsung mempermainkan perannya, Tika yakin, kalau bicara langsung sama kakaknya, Haris pasti tidak akan terima dan dia tidak akan tinggal diam. Tika punya kesempatan untuk menekan Edward melalui Haris. Lagian Edward pernah bilang kalau dia anak buah ayah kandungnya Haris. Edward pasti tidak berani melawan.
"Maksud kamu?
Jangan bilang kamu hamil anaknya Edward!" sahut Haris dengan wajah mengeras.
"Kenyataannya memang begitu, mas!
Aku sedang hamil anaknya Edward, lihat ini!" Tika menyerahkan testpack pemberian dari Susi.
Haris mengepalkan tangannya, wajahnya memerah, amarah sudah menyebar di seluruh tubuhnya.
"Ikut aku!
Seret Haris yang berniat membawa Tika menemui Edward.
"Kita mau kemana, mas?" tanya Tika panik, karena tasnya masih ada di dalam kamar, kalau Edward tidak percaya, maka dia tidak bisa memainkan dramanya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, mas!
Tika mau ambil tas dulu di kamar!" jawab Tika gugup dan sekaligus cemas.
"Cepat, aku tunggu di mobil." Haris sudah tak sabar ingin memberi pelajaran sama Edward, karena sudah berani kurang ajar dengan adiknya.
"Ada apa ini?
Kenapa kalian ribut ribut?" Bu Emi keluar dari kamarnya, menatap bingung pada kedua anaknya.
"Apa mama belum tau yang terjadi dengan Tika?" sahut Haris dengan wajah mengerut.
"Tika?
Ada apa memangnya sama Tika?" tanya Bu Emi semakin tak mengerti. Karena dari tadi Tika juga terlihat baik baik saja dirumah.
"Tika Hamil!" tekan Haris tegas, membuat Bu Emi shock dan tubuhnya terhuyung ke belakang.
"Ma!" tiba tiba Tika sudah ada dibelakang mamanya dan menahan tubuh Bu Emi agar tidak rubuh.
"Tika!
Kenapa kamu tidak ngomong sama mama kalau kamu hamil?
Apa kamu sudah tidak menganggap mama kamu ini orang tua kamu?" Bu Emi menatap nanar pada anak perempuannya, Tika yang belum siap menjelaskan hanya memilih diam dan meminta maaf.
"Maafin Tika, ma!
"Lalu kalian mau kemana?" tanya Bu Emi dengan tatapan sendu.
"Mau menemui pacar Tika, ma!
Meminta tanggung jawabnya!" balas Tika bicara apa adanya.
"Tunggu sebentar, mama ikut!
Mama tidak akan tinggal diam di rumah saja. Mama harus pastikan dia mau bertanggung jawab." sahut Bu Emi yang langsung masuk ke kamarnya, ganti baju dan mengambil tasnya.
Sedangkan Haris tak mungkin mencegah mamanya, karena Bu Emi pasti akan tidak suka dan marah marah padanya.
Mau tidak mau, Haris dan Tika menunggu Bu Emi yang pasti ribet urusan penampilan.
"Ma, kita tunggu di mobil!" teriak Tika berharap mamanya tidak lama lama kalau dandan.
Haris dan Tika langsung menuju mobilnya, Haris sudah mengirimkan pesan pada pak Suganda soal Edward, dan pak Suganda sudah bertindak cepat dengan menelpon anak angkatnya untuk segera datang menemui dirinya dirumah.
"Ayo kita berangkat sekarang!" Bu Emi sudah masuk ke dalam mobil dengan dandanan ala sosialitanya. Membuat Haris dan Tika saling pandang dan bisa menggeleng pasrah dengan kelakuan ibu mereka.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Loh, Ris!
Ini kan arah kerumah ayah kamu?
Mama malas ketemu dia dan istrinya itu!" seru Bu Emi yang membuat Haris berdecak kesal.
"Sudahlah mah, lupakan masalah mama sama ayah untuk sementara. Kita urus dulu masalah Tika yang lebih penting, lagian ayah juga dirumah sendirian, istrinya sudah pindah ikut Tomi dan istrinya ke luar negri." sahut Haris yang bicara jujur apa adanya.
Bu Emi hanya mencebik kesal.
"Lalu apa hubungannya pacarnya Tika sama ayah kamu, kok kamu mau menemui dia di rumah ayah kamu itu?" tanya Bu Emi yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
"Edward, anak angkat ayah yang diasuh kusus untuk meneruskan bisnis hitamnya." sahut Haris santai, membuat Tika dan Bu Emi langsung ternganga menutup mulut mereka.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️